• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Makanan yang Dikonsumsi Anak Menentukan Karakternya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Makanan yang Dikonsumsi Anak Menentukan Karakternya?

Benarkah Makanan yang Dikonsumsi Anak Menentukan Karakternya?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Juli 2022

“Sebuah penelitian pada anak menunjukkan bahwa pola makan sehat berkontribusi pada suasana hati yang lebih baik. Suasana hati dan karakter anak yang buruk sering diamati pada anak yang belum kenyang atau anak yang mengonsumsi makanan tidak sehat.”

Benarkah Makanan yang Dikonsumsi Anak Menentukan Karakternya?Benarkah Makanan yang Dikonsumsi Anak Menentukan Karakternya?

Halodoc, Jakarta – Tubuh membutuhkan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh anak-anak. Sebuah penelitian pada anak menunjukkan bahwa pola makan sehat berkontribusi pada suasana hati yang lebih baik. Sedangkan pola makan tidak sehat menyebabkan suasana hati yang buruk.

Studi yang sama juga menunjukkan bahwa suasana hati yang buruk tidak menyebabkan pola makan yang tidak sehat. Perlu dipahami, mengonsumsi makanan sehat dan makan secara teratur dapat mengatur gula darah. Hal tersebut nyatanya juga berpengaruh pada hormon yang mengontrol suasana hati dan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. 

Nah, karena alasan inilah suasana hati dan karakter anak yang buruk sering diamati pada anak yang belum kenyang atau anak yang mengonsumsi makanan tidak sehat.

Hubungan Makanan yang Dikonsumsi Anak dengan Karakternya

Seperti yang diketahui, serat sangat penting untuk kesehatan usus. Hal tersebut tampaknya juga membantu mengatur gula darah, yang dapat membantu suasana hati, konsentrasi, dan karakter anak.

Efek positif pada suasana hati dan fokus anak saat makan, dapat berlangsung lebih maksimal jika anak mengonsumsi makanan mengandung serat. Hal tersebut menjadi alasan anak memiliki karakter, fokus, dan memori yang lebih baik. Maka dari itu, sarapan dengan makanan berserat tinggi sangat penting untuk anak. Terutama untuk menjaga fokus dan memori yang lebih baik pada dua jam pertama belajar di sekolah. 

Serat makanan dan beberapa makanan fermentasi (yoghurt) juga dapat mendukung pertumbuhan “mikrobioma” yang sehat di usus. Hal ini kemungkinan juga berkontribusi pada karakter dan suasana hati yang baik, serta kesejahteraan tubuh anak, dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami. 

Tentu ayah dan ibu sudah mengetahui bahwa sebagian besar makanan nabati mengandung serat makanan. Contohnya buah-buahan, sayuran, sereal gandum, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Namun, terkadang serat pada sumber makanan dapat hilang atau berkurang selama pemrosesan makanan. Jadi, penting juga untuk tahu cara mengolah makanan yang tetap menjaga keutuhan gizi dan nutrisinya. 

Kebiasaan Makan juga Menentukan Karakter Anak

Selain sumber makanan, kebiasaan makan anak juga berpengaruh pada tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak. Hal tersebut juga salah satu faktor yang dapat membentuk karakter anak kelak.

Pasalnya, kebiasaan makan seseorang tak bisa dipisahkan dengan kepribadiannya. Seorang psikolog menyebut karakter seseorang bisa ditebak dari gaya makan yang diterapkan. Mau tahu seperti apa?

  • Makan dengan lambat

Seseorang yang makan dengan lambat biasanya mencerminkan sikap yang lebih memperhatikan kualitas daripada kecepatan. Karena orang yang makan dengan lambat biasanya menunjukkan bahwa ia menikmati setiap kualitas dari santapan.

  • Makan cepat

Terbiasa makan dengan cepat adalah ciri dari seseorang  yang biasanya bisa mengerjakan banyak hal sekaligus alias multitasking. Biasanya orang dengan kebiasaan makan seperti ini pintar dalam memecah konsentrasi dan menyelesaikan setiap tugas tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

Sayangnya kebiasaan makan cepat sering pula diidentikkan dengan seseorang yang suka menyendiri. Ia pun lebih suka mempersilahkan orang lain melakukan hal lebih dulu agar dia memiliki waktu untuk sendiri.

  • Makan dengan aktif

Aktif yang dimaksud adalah perasaan tak ragu untuk memilih jenis makanan apa pun yang terhidang di meja. Orang yang memiliki kebiasaan makan seperti ini disebut memiliki hasrat yang tinggi untuk berpetualang. Mereka pun biasanya tidak mengenal rasa takut dalam menyampaikan pendapat serta berani mengambil risiko.

  • Pemilih

Suka berada di zona nyaman dan tidak berani menghadapi hal baru adalah ciri dari orang yang biasa memilih-milih makanan. Meski demikian, rasa ingin tahu yang tinggi adalah hal yang patut dibanggakan dari orang dengan gaya makan ini. Hal itu membuat mereka lebih aktif bertanya dan memiliki pengetahuan yang luas.

  • Membagi makanan di piring

Pernah liat orang yang biasa memisahkan dan membagi tempat untuk makanan di piring mereka? Yaitu memisahkan tempat antara nasi, sayuran dan lauk pauk karena tak suka jika makanan tersebut saling bercampur. Kebiasaan ini merupakan tanda orang yang cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan serta suka mengerjakan pekerjaan sesuai petunjuk.

  • Mencampur makanan

Bagi pecinta kuliner, ada istilah “dicampur” atau “dipisah”. Hal ini merujuk pada cara penyajian dan menikmati makanan. Seperti makan bubur diaduk, atau makan soto dan nasi di dalam satu mangkuk yang sama. Orang-orang yang punya kebiasaan makan dicampur memiliki kepribadian yang ramah, mudah bergaul, santai serta bisa bertanggung jawab pada banyak masalah.

Namun mengenai hubungan kebiasaan makan dengan karakter di atas mungkin tidak sepenuhnya akurat. Untuk mendapatkan penilaian yang lebih tepat tentang karakter anak, sebaiknya tanyakan pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
British Dietetic Association. Diet, behaviour and learning in children: Food Fact Sheet
JAMA Network. Diakses pada 2022. Effects of Longer Seated Lunch Time on Food Consumption and Waste in Elementary and Middle School–age Children