Benarkah Nose Sanitizer Efektif Mencegah COVID-19? Ini Faktanya
“Efektivitas mencuci hidung menggunakan nose sanitizer belum diketahui secara pasti dalam mencegah virus corona. Untuk pengobatan COVID-19, penelitian terbaru memang menunjukkan bahwa penggunaan nose sanitizer berbahan Nitric Oxide dapat menurunkan 99 persen konsentrasi virus penyebab Covid-19. Namun, penelitian tersebut hanya dilakukan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan.”

Halodoc, Jakarta – Di tengah tingginya penularan varian Omicron, penggunaan nose sanitizer, yaitu pembersih rongga hidung, baru-baru ini mendadak viral. Hal ini lantaran pembersih rongga hidung tersebut diklaim dapat mencegah penularan coronavirus penyebab COVID-19.
Selain itu, nose sanitizer juga diyakini dapat mengobati infeksi COVID-19 dalam waktu yang singkat. Namun, benarkah nose sanitizer efektif dalam mencegah atau mengobati infeksi COVID-19? Yuk, simak faktanya di sini!
Butuh Penelitian Lebih Mendalam
Pada umumnya, nose sanitizer atau nasal spray yang berfungsi sebagai pembersih rongga hidung memiliki kandungan seperti iodine atau yodium. Kedua kandungan tersebut bermanfaat dalam membilas saluran hidung. Selain itu, kandungan cairan tersebut juga dipercaya dapat mengembalikan kelembapan dan meredakan peradangan. Mencuci rongga hidung dalam jangka panjang memang terbukti dapat membantu mengendalikan gejala sinus dan meredakan alergi, demam, dan gejala flu.
Namun, terkait penggunaannya untuk mencegah penularan COVID-19, hingga kini para peneliti masih mempelajari efektivitas dan efikasi nose sanitizer lebih dalam. Sebab, belum ada penelitian skala besar yang benar-benar dapat mendukung manfaat pembersih rongga hidung tersebut dalam mencegah penyebaran COVID-19. Artinya, hingga saat ini, efektivitas penggunaan nose sanitizer belum diketahui secara pasti.
Menurut Dr. Glenn Wortmann, kepala penyakit menular di MedStar Washington Hospital Center di Washington, D.C., Amerika Serikat, penggunaan nasal spray hingga kini belum memiliki penelitian tepercaya yang mendukung hal tersebut. Dirinya juga menambahkan bahwa “akan lebih baik untuk tidak memasukkan apa pun ke dalam hidung seseorang”. Seperti yang dikutip dari salah satu media daring internasional.
Nose Sanitizer Dapat Mengobati Infeksi COVID-19?
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan Journal of Infection berjudul Clinical efficacy of nitric oxide nasal spray (NONS) for the treatment of mild COVID-19 infection menguji penggunaan nose sanitizer untuk pasien COVID-19. Riset tersebut dilakukan di Inggris dengan partisipan sebanyak 40 orang pasien COVID-19 gejala ringan, menggunakan spray hidung dengan kandungan Nitric Oxide atau nitrogen oksida.
Hasilnya, terjadi 95 persen penurunan konsentrasi virus penyebab COVID-19 dalam durasi sekitar 24 jam. Menariknya lagi, penurunan konsentrasi 99 persen virus penyebab COVID-19 juga terjadi dalam jangka waktu 72 jam. Pada penelitian tersebut, dikabarkan juga bahwa nose sanitizer dengan kandungan Nitric Oxide dapat memberikan manfaat percepatan pemulihan keluhan yang timbul akibat COVID-19.
Namun, yang perlu digaris bawahi, hasil penelitian tersebut hanya dilakukan pada partisipan dengan gejala COVID-19 yang ringan. Di samping itu, penggunaan nose sanitizer yang diberikan kepada para partisipan juga mengandung Nitric Oxide, bukan iodine atau yodium, seperti pada produk-produk pembersih hidung yang mudah dijual secara bebas.
Nah, itulah penjelasan mengenai terkait pertanyaan mengenai efektivitas nose sanitizer dalam mencegah COVID-19. Hingga saat ini, penelitian lebih mendalam terkait efektivitas nose sanitizer baik dalam mencegah maupun mengobati COVID-19 tentu masih diperlukan. Sebab, efektivitas mencuci hidung menggunakan nose sanitizer belum diketahui secara pasti dalam mencegah virus corona.
Sementara itu, penelitian terbaru memang menunjukkan bahwa penggunaan nose sanitizer berbahan Nitric Oxide dapat menurunkan 99 persen konsentrasi virus penyebab Covid-19. Namun, penelitian tersebut hanya dilakukan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan.
Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan tentunya masih menjadi upaya efektif dalam mencegah penularan COVID-19. Mulai dari menggunakan masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta rutin mencuci tangan dengan air dan sabun. Terutama kini, kehadiran varian baru COVID-19 seperti Omicron juga kembali menimbulkan kekhawatiran.
Sebab, varian tersebut diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Selain penerapan protokol kesehatan, kamu juga perlu menjaga sistem kekebalan tubuhmu melalui konsumsi makanan sehat dan suplemen kesehatan.
Jika kamu membutuhkan persediaan suplemen, kamu bisa cek kebutuhan suplemen dan vitamin melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah maupun menunggu lama di apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang!
Referensi:


