• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Olive Oil Lebih Baik dari Jenis Minyak Lain?

Benarkah Olive Oil Lebih Baik dari Jenis Minyak Lain?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Minyak zaitun dan minyak lainnya adalah sebagian dari minyak nabati yang populer digunakan di seluruh dunia. Masing-masing minyak menunjukkan karakteristik yang unik. Banyak jenis minyak yang dijual di pasaran, di antaranya minyak sayur, kanola, alpukat, kenari, dan minyak kelapa.

Mungkin sulit untuk mengetahui minyak mana yang terbaik, baik dari rasa hingga yang lebih sehat. Minyak zaitun (olive oil) dan minyak sayur berbeda dalam cara pembuatannya, manfaat dalam masakan, rasa, dan komposisi nutrisi. Mengenai mana yang lebih baik, harus diketahui bagaimana proses pembuatan dan nutrisinya. 

Baca Juga: Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan

Proses Pembuatan dan Nutrisi dalam Minyak

Proses pembuatan minyak nabati yaitu dengan ekstraksi, biasanya minyak tersebut dibersihkan dengan bahan kimia dan dipanaskan untuk menghilangkan kotoran dan memperpanjang umur simpannya. Semakin banyak pemrosesan yang dilakukan pada minyak, maka semakin sedikit nutrisi dan sedikit pula rasa yang dipertahankan. 

Hal ini terlihat saat membandingkan olive oil extra virgin yang diproses secara minimal, yang menonjolkan rasa zaitun yang berbeda serta cenderung menawarkan rasa generik dan netral. Olive oil diekstrak dari buah zaitun yang diperas, sedangkan olive oil extra virgin adalah versi yang paling sedikit diproses. 

Sementara itu, minyak nabati dibuat dengan mencampurkan minyak dari berbagai sumber, seperti kanola, biji kapas, bunga matahari, kedelai, jagung, dan safflower. Dengan begitu, kamu lebih banyak pemrosesan diperlukan untuk menghilangkan kotoran dan menciptakan campuran rasa netral. 

Selain itu, tingkat pemrosesan yang dialami minyak tidak hanya memengaruhi rasa tapi juga komposisi nutrisi. Jika minyak nabati mengandung asam lemak tak jenuh, maka olive oil mengandung lebih banyak lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat. Minyak nabati sebagian besar mengandung lemak tak jenuh ganda omega-6. 

Lemak tak jenuh tunggal diketahui memiliki manfaat antiinflamasi dan sehat untuk jantung. Sedangkan, lemak tak jenuh ganda omega-6 dapat menjadi pro-inflamasi dan membahayakan kesehatan jantung jika dimakan berlebihan. 

Baca Juga: Kiat Mengurangi Kebiasaan Makan Gorengan Pasca Puasa

Perlu kamu ingat bahwa semakin banyak penyulingan minyak, maka semakin sedikit mikronutrien dan senyawa sehat yang dipertahankan. Olive oil extra virgin adalah jenis minyak yang paling sedikit diproses, sehingga ia kaya antioksidan dan senyawa anti-inflamasi seperti tokoferol, karotenoid, dan polifenol. Olive oil olahan minimal juga mempertahankan beberapa mikronutrien, seperti vitamin E dan K. 

Di sisi lain, proses pemurnian yang digunakan untuk membuat minyak nabati menghancurkan zat gizi mikro, antioksidan, dan senyawa tanaman bermanfaat, termasuk tokoferol, fitosterol, polifenol, dan koenzim Q.

Lantas, Mana Minyak yang Paling Sehat?

Olive oil, terutama extra virgin, adalah salah satu minyak goreng yang paling sedikit diproses. Ini artinya ia menyimpan paling banyak antioksidan, vitamin, dan mineral. Misalnya, senyawa antioksidan dan polifenol dalam minyak zaitun telah diteliti secara ekstensif manfaatnya untuk kesehatan jantung. 

Sedangkan minyak nabati mengalami banyak proses untuk menetralkan rasa dan mencampurkan beberapa jenis minyak nabati. Artinya, ia memiliki nutrisi bermanfaat yang minimal dan hanya menyisakan kalori kosong. 

Baca Juga: Kiat Mengurangi Kebiasaan Makan Gorengan Pasca Puasa

Perlu diketahui, mengganti minyak sayur dengan olive oil bermanfaat bagi kesehatan otak. Mengganti minyak sayur dengan olive oil extra virgin meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua. Jika kamu memilih antara olive oil dengan minyak jenis lain, maka olive oil (terutama extra virgin) cenderung menjadi pilihan yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan minyak lainnya. 

Untuk mempertimbangkan dengan kondisi kesehatan kamu dan keluarga, kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc dalam pemilihan minyak ini. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Olive Oil vs. Vegetable Oil: Which Is Healthier?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Is extra virgin olive oil better than olive oil?