• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap HIV dan AIDS Rentan Terkena COVID-19?

Benarkah Pengidap HIV dan AIDS Rentan Terkena COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Mengenai pertanyaan apakah pengidap HIV dan AIDS rentang terhadap covid, sebenarnya masih dipelajari bagaimana pengaruhnya. Melansir dari situs CDC (Centers for Diseases Control and Prevention), menurut daftar terbatas diyakini orang dengan HIV/AIDS yang menjalani pengobatan efektif tetap memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi COVID-19 dengan orang yang tidak memiliki HIV. 

Lansia atau orang dari segala usia yang memiliki kondisi medis serius mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Hal ini termasuk orang yang memiliki sistem kekebalan lemah. Risiko orang dengan HIV/AIDS terinfeksi virus corona menjadi sangat besar. 

Baca juga: COVID-19, SARS, atau MERS, Mana yang Paling Berbahaya?

Pengaruh COVID-19 pada Pengidap HIV/AIDS

Jika seseorang mengidap HIV/AIDS, kekhawatiran terinfeksi virus corona dan menjadi kondisi yang serius semakin bertambah. Pengidap HIV/AIDS harus mengambil beberapa tindakan pencegahan ekstra untuk melindungi diri dari virus corona. 

Karena COVID-19 masih sangat baru, maka tidak banyak data tentang bagaimana COVID-10 memengaruhi orang dengan HIV/AIDS secara khusus. Hal yang pasti, virus corona berdampak pada sistem pernapasan. 

Jika HIV yang dimiliki terkontrol dengan baik, artinya seseorang menjalankan terapi antiretroviral (ART) yang berhasil menekan HIV dan ia memiliki jumlah CD4 normal. Maka, kamu mungkin mengalami gejala COVID-19 yang lebih parah dibandingkan seseorang yang tidak memiliki HIV/AIDS. 

Namun, apabila HIV yang dimiliki sudah lanjut atau tidak terkendali dengan baik dengan terapi ART, sistem kekebalan tubuh akan lebih sulit melindungi kamu dari infeksi, termasuk COVID-19. Dalam hal ini, jika kamu tertular virus corona, kemungkinan mengalami komplikasi serius lebih tinggi. 

Baca juga: Korban Virus Corona Terus Bertambah, Ini 5 Fakta Baru Virus Corona

Jika kamu tidak mendapatkan pengobatan atau baru saja menjalani tes darah yang menunjukkan jumlah CD4 rendah atau viral load tinggi, maka kamu harus lebih waspada terhadap risiko tinggi. 

Perlu diketahui, jumlah CD4 mengacu pada berapa banyak sel CD4 yang ada dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh membuat sel CD4 yang mampu melawan HIV. Jika kamu mengidap HIV, maka upayakan untuk memiliki jumlah CD4 yang lebih tinggi. Dengan terapi antiretroviral (ART) mampu membantu melindungi sel CD4. Viral load mengacu pada jumlah HIV di dalam tubuh. 

Pencegahan dan Penanganan COVID-19 pada Pengidap HIV

Sama seperti orang lainnya, pastikan kamu menerapkan pedoman 3M (mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga jarak aman, dan memakai masker). Selain itu tidak menyentuh wajah, menjauhi orang sakit, dan mendisinfeksi barang-barang yang sering disentuh. 

Sediakan obat antiretroviral setidaknya untuk persediaan 30 hari. Jika HIV terkendali dengan baik dan kamu sehat, sebaiknya tunda semua janji dengan dokter di rumah sakit. Jika tidak mendesak. Jika kamu tidak yakin, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk menanyakan rekomendasi penanganan. 

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Sementara itu, jika pengidap HIV tertular virus corona, maka orang dengan HIV yang memiliki gejala umum harus mengisolasi diri secara mandiri dan hubungi dokter. Jangan langsung datang ke rumah sakit atau UGD, sebaiknya hubungi via telepon atau pesan singkat untuk mendapatkan rekomendasi. 

Tetaplah minum obat antiretroviral sesuai resep, dan hubungi dokter jika mengalami sesak napas atau demam selama lebih dari 2 hari. Jika harus rawat inap di rumah sakit akibat COVID-19, tim dokter harus tetap memberikan obat antiretroviral yang biasa kamu gunakan. Baik secara oral atau infus. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. What to Know About HIV and COVID-19
WebMD. Diakses pada 2020. Is Coronavirus Riskier if You Have HIV?