• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker?

Benarkah Penyakit Asam Lambung Bisa Sebabkan Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Asam lambung naik adalah munculnya sensasi terbakar yang terasa di dada atau tenggorokan setelah kamu mengonsumsi makanan tertentu. Kebanyakan orang pernah mengalami asam lambung naik meskipun sekali seumur hidup. Jika kamu mengalami asam lambung naik kronis (terjadi dua kali atau lebih per minggu), maka ada kemungkinan berisiko terkena kanker esofagus. 

Esofagus adalah saluran panjang yang membawa makanan dari tenggorokan ke perut. Saat kamu mengalami asam lambung naik, maka asam dari perut naik ke kerongkongan. Seiring waktu, kondisi ini bisa merusak jaringan esofagus dan meningkatkan risiko terkena kanker di esofagus. 

Baca juga: Ini Tanda Jika Penyakit Asam Lambung Sudah Parah

Alasan Asam Lambung Bisa Menyebabkan Kanker Esofagus

Belum diketahui secara pasti penyebab orang yang sering mengalami asam lambung naik berisiko lebih tinggi terkena kanker esofagus. Hanya saja, refluks asam menyebabkan asam lambung naik dan masuk ke bagian bawah kerongkongan. Meskipun lambung memiliki lapisan yang melindunginya dari asam, namun esofagus tidak. Artinya, asam bisa menyebabkan kerusakan pada sel jaringan di kerongkongan. 

Terkadang kerusakan jaringan akibat asam lambung naik bisa menyebabkan kondisi yang disebut esofagus Barrett. Kondisi ini menyebabkan jaringan di kerongkongan diganti dengan jaringan yang mirip dengan yang ditemukan di lapisan usus. Hal yang dikhawatirkan, sel-sel ini berkembang menjadi sel prakanker. 

Walaupun esofagus barret berkaitan dengan risiko kanker esofagus, sebagian besar orang yang memiliki kondisi ini tidak pernah atau jarang mengalami kanker esofagus. Namun, orang yang mengalami GERD dan esofagus Barrett memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan kanker esofagus dibanding orang yang hanya mengalami GERD. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Mengunyah Permen Karet Bantu Atasi Stres

Waspada Gejala Kanker Esofagus

Gejala umum dari kanker esofagus, yaitu kesulitan menelan atau disfagia. Kesulitan ini cenderung memburuk saat tumor tumbuh dan menghalangi kerongkongan. Beberapa orang juga mengalami rasa sakit saat menelan, biasanya saat gumpalan makanan melewati tumor. 

Kesulitan menelan bisa menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disadari. Kondisi ini disebabkan kesulitan untuk makan, tapi beberapa orang juga mengalami penurunan nafsu makan atau peningkatan metabolisme karena kanker. Gejala kanker esofagus lainnya, yaitu:

  • Suara serak;
  • Batuk kronis;
  • Pendarahan di kerongkongan;
  • Peningkatan gangguan pencernaan atau mulas.

Kanker esofagus biasanya tidak menimbulkan gejala pada awalnya. Biasanya orang hanya menyadari gejala setelah kanker mencapai tahap lebih lanjut. Itulah sebabnya, penting untuk berbicara dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai perlunya skrining kanker esofagus jika kamu berisiko lebih tinggi mengalaminya. 

Baca juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Adakah Cara Mencegah Kanker Esofagus?

Mengontrol asam lambung naik adalah cara untuk mengurangi risiko kanker esofagus. Bicarakan dengan dokter untuk mencari tahu langkah seperti apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, di antaranya:

  • Mengontrol berat badan.
  • Tidak berbaring setelah makan. Karena berbaring datar bisa memudahkan isi perut untuk kembali naik ke kerongkongan.
  • Jika harus tidur maka sebaiknya topang kepala dan dada dengan posisi lebih tinggi dari perut. 
  • Berhenti merokok.
  • Batasi konsumsi alkohol.
  • Lebih banyak memakan buah dan sayuran.

Jika kamu mengalami esofagus Barrett dan GERD, maka kamu berisiko lebih tinggi terkena kanker esophagus dibanding orang yang hanya mengalami GERD. Orang dengan kondisi ini harus menemui dokter untuk pemeriksaan rutin dan melaporkan semua gejala yang pernah terjadi.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Esophageal Cancer and Acid Reflux
WebMD. Diakses pada 2020. Complications of Heartburn and GERD