• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Posisi Janin Sungsang Bisa Diperbaiki?

Benarkah Posisi Janin Sungsang Bisa Diperbaiki?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Bagaikan anak balita yang tak mau diam, bayi pun terus bergerak selama berada di dalam rahim. Untuk pergerakan yang normal, pergerakan itu akan membawa bayi pada posisi kepala di bawah ketika waktu melahirkan sudah dekat. Namun, ada kalanya posisi yang terjadi justru sebaliknya, alias sungsang. Lalu, apakah posisi janin sungsang bisa diperbaiki?

Baca juga: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Kelahiran Sungsang

Ibu tak perlu terlalu khawatir, meski pada usia kehamilan 36 minggu biasanya kepala bayi sudah berada di bawah, tapi dalam beberapa kasus posisi tersebut belum terjadi. Namun, setidaknya ada berbagai cara untuk memperbaiki posisi sungsang tersebut. Nah, berikut cara memperbaiki posisi sungsang.

 1. Perbaiki dari Olahraga

 Kata ahli, olahraga juga bisa membantu ibu untuk mengubah posisi bayi sungsang. Nah, berikut beberapa gerakan olahraga yang bisa ibu coba:

 Berjalan

Olahraga ringan ini merupakan olahraga sederhana yang bisa ibu coba selama kehamilan. Menurut ahli, olahraga seperti berjalan bisa membantu calon buah hati untuk bergerak hingga menemukan posisi yang tepat. Ibu bisa melakukannya selama 30 menit setiap hari selama kehamilan.

Posisi lutut-dada

 Enggak sulit kok melakukan posisi ini. Ibu bisa berlutut di lantai lalu tempatkan kepala atau dahi di lantai (menghadap lantai, seperti posisi sujud). Agar lebih nyaman, ibu bisa menggunakan bantal pada bagian lutut dan kepala. Cobalah pertahankan posisi ini selama 15 menit dan lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali sehari.

 Breech tilt

Ibu bisa melakukan gerakan ini dengan cara berbaring di lantai sambil menaruh kedua kaki di atas kursi. Lalu, sisipkanlah bantal di bawah pantat sehingga membentuk posisi sudut 45 derajat dengan lantai. Lakukanlah posisi ini maksimal selama 15 menit.

Agar lebih aman, cobalah berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan berbagai gerakan di atas. Andaikan usaha di atas sudah dilakukan tapi posisi janin tak berubah, mintalah bantuan ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yang perlu ibu tahu, bayi dengan posisi sungsang akan lebih aman bila dilahirkan melalui operasi caesar.

Baca juga: Yang Harus Diketahui Jika Melakukan Persalinan Caesar

2. External cephalic version (ECV)

Selain olahraga, dokter juga memiliki alternatif lain untuk membuat posisi sungsang kembali normal. Misalnya, lewat external cephalic version (ECV) bila ibu berada pada usia kehamilan 36-38 minggu. Namun, bila ibu memiliki kehamilan kembar, masalah pada plasenta, atau kelainan pada sistem reproduksi, dokter biasaya tak akan menyarankan untuk melakukan prosedur ini.

Baca juga: Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Lalu, seperti apa sih prosedur ECV ini? Kata ahli, ECV dilakukan dengan cara memberikan tekanan kuat pada perut dengan tangan, sehingga bayi mengubah posisinya menjadi kepala di bawah. Dalam prosesnya, biasanya dokter akan menggunakan USG untuk memandu jalannya ECV. Kata ahli, metode ini dilakukan saat mendekati waktu kelahiran. Alasannya, bila terdapat hal yang tak diinginkan terjadi, ECV bisa dihentikan, dan melakukan persalinan caesar agar aman bagi ibu dan bayi.

Meskipun begitu, ada kalanya ECV ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Seperti perubahan denyut jantung bayi, ketuban pecah terlalu cepat, hingga kelahiran prematur

Nah, agar posisi sungsang bisa diperbaiki dengan cara yang aman, ibu bisa lo bertanya dan berdiskusi dengan dokter. Gampang kok caranya, ibu bisa bertanya langsung melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!