Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang
KEHAMILAN 28 September 2017

Halodoc, Jakarta - Menyambut kehadiran si kecil di tengah-tengah keluarga membuat ibu bersemangat sekaligus berdebar. Proses persalinan yang tidak mudah menjadi salah satu alasannya. Ada banyak metode persalinan yang dipilih ibu, namun yang umum adalah dengan cara normal dan caesar.

Dokter biasanya ikut memberikan pertimbangan apakah ibu bisa melahirkan secara normal atau tidak. Tentu saja hal ini tergantung pada kondisi kesehatan ibu dan calon bayi. Begitu pula dengan melahirkan caesar, pertimbangan kesehatan serta keputusan ibu adalah yang menentukan apakah jalan persalinan ini yang akan ditempuh.

Dari sisi medis, persalinan dengan cara caesar biasanya dipilih karena posisi kepala bayi dalam kandungan yang belum berada di bawah. Sehingga sulit untuk melakukan persalinan secara normal. Padahal cukup banyak ibu yang menginginkan persalinan normal ketika melahirkan buah hatinya.

Namun, tahukah ibu jika posisi bayi sungsang ternyata tidak menutup kemungkinan bagi ibu untuk melahirkan secara normal, lho. Umumnya, posisi sungsang pada bayi di dalam kandungan ini terjadi ketika ibu memasuki kehamilan trimester ketiga. Secara teori, posisi sungsang dalam kandungan ini masih bisa diatasi.

Posisi sungsang pada bayi ini bisa diketahui jika ibu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Namun perlu diketahui bahwa pada usia kehamilan masih di bawah 28 minggu, posisi bayi masih akan terus berubah. Dengan bertambahnya usia kehamilan, posisinya dalam kandungan akan semakin normal. Namun, jika usia kehamilan sudah menginjak 37 minggu dan USG menunjukan posisi sungsang maka biasanya dokter akan melakukan tindakan pemutaran dari luar. Beberapa faktor yang menyebabkan posisi sungsang dalam  kandungan adalah:

1.  Letak plasenta
Apabila plasenta menutupi rongga panggul, maka dapat menyebabkan kepala bayi masuk ke arah jalan lahir. Akibatnya, posisi kepala bayi tidak tepat berada di bawah.

2.  Terlilit tali pusat
Bayi di dalam kandungan selalu aktif bergerak. Maka bukannya tidak mungkin jika si kecil terlilit tali pusat, akibatnya ia pun jadi sulit berputar di dalam rahim ibu. Ini mengakibatkan posisi kepala tidak berada di jalan lahir yang seharusnya.

3.  Jumlah air ketuban
Posisi sungsang jika dipengaruhi oleh jumlah air ketuban. Baik jumlah air ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, keduanya sama-sama meningkatkan risiko posisi bayi sungsang. Jumlah air ketuban yang terlalu banyak bisa membuat bayi terlalu sering berubah posisi. Sedangkan jika air ketuban terlalu sedikit juga bisa menyulitkan bayi untuk bergerak dalam kandungan.

4.  Panggul terlalu sempit
Bentuk fisik ibu juga bisa mempengaruhi posisi bayi menjadi sungsang. Jika ibu memiliki bentuk panggul yang sempit dapat menyebabkan kepala bayi sulit berada di jalan lahir. Jadi ketika ia bergerak, posisinya kembali berputar dengan bokong berada di bawah sehingga menjadikannya sungsang.

5.  Bayi kembar
Jika mengandung bayi kembar tentu saja ruang gerak si kecil menjadi lebih terbatas. Ia mesti berbagi dengan saudaranya sehingga wajar saja jika ia sulit berputar dan menemukan jalan lahir.

6.  Miom
Tumor pun bisa diidap oleh ibu yang sedang hamil. Jika tumor berada di rahim, maka secara otomatis bisa menghambat si kecil bergerak dalam kandungan.


Bicarakan selalu masalah kesehatan ibu dan kandungan kepada dokter jika dirasa muncul masalah pada kehamilan. Jika sulit keluar rumah sendirian, ibu bisa menghubungi dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi kesehatan sebelum ke rumah sakit. Dokter Halodoc bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kebutuhan medis yang diperlukan pun bisa dibeli melalui Halodoc dan akan diantar ke tempat tujuan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

IBU & ANAK

16 July 2018

Sebelum memutuskan untuk menurunkan gaya hidup tersebut, ibu perlu mengetahui jenis asupan yang dibutuhkan di ...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 July 2018

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama-sama bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Na...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 July 2018

Berbeda letak sakit kepala, berbeda pula penyebabnya. Oleh sebab itu, berikut adalah penyebab sakit kepala ber...

Selengkapnya