• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sering Konsumsi Makanan Asam Bisa Picu Ulkus?

Benarkah Sering Konsumsi Makanan Asam Bisa Picu Ulkus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan, salah satunya sering konsumsi makanan asam disebut bisa memicu ulkus. Hati-hati, nyatanya tidak semua informasi tersebut sudah pasti benar. Sebelumnya perlu diketahui, ulkus alias memiliki arti luka. Ulkus bisa ditemukan pada area perut dan disebut dengan ulkus duodenum alias duodenal ulcer.

Penyakit ini muncul karena luka terbuka yang timbul di dinding usus 12 jari. Luka yang muncul pada bagian awal usus halus ini bisa menyebabkan nyeri ulu hati hingga muntah darah. Kondisi ini sering diidentikkan dengan gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan merokok, stres, atau mengonsumsi makanan tidak sehat. Ternyata, penyakit itu sama sekali tidak diakibatkan oleh hal tersebut. 

Baca juga: 5 Tes untuk Mendeteksi Kondisi Ulkus Duodenum

Penyebab Ulkus yang Perlu Diketahui 

Ulkus alias luka bisa terjadi pada dinding usus 12 jari dan disebut dengan ulkus duodenum. Pola hidup tidak sehat sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit ini, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan yang asam dan pedas, merokok, serta stres. Namun, penyakit ini sebenarnya bukan terjadi karena hal tersebut. 

Meski begitu, kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Mengonsumsi makanan asam juga bisa membuat pengobatan luka menjadi lebih lama. Penyakit ulkus duodenum umumnya disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, yaitu obat pereda nyeri jenis antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Jenis obat ini bisa memicu efek samping jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain penggunaan obat, penyakit ulkus duodenum juga bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori

Meski tidak berhubungan dengan gaya hidup, tetapi pengidap penyakit ini disarankan untuk melakukan pola hidup sehat. Maka dari itu, mengubah pola hidup bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi penyakit ulkus duodenum. 

Baca juga: Stres Bisa Sebabkan Munculnya Penyakit Ulkus

Ulkus duodenum adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala yang muncul disertai dengan muntah darah, buang air besar berdarah atau perubahan warna feses menjadi hitam pekat, serta penurunan berat badan yang terjadi secara drastis. 

Penyakit ini juga sering ditandai dengan nyeri ulu hati yang muncul sesekali. Rasa nyeri biasanya akan semakin terasa saat perut sedang kosong. Ulkus juga bisa menyebabkan gejala, seperti perut kembung, lemas, mual dan muntah, sensasi terbakar pada ulu hati, menurunnya nafsu makan, hingga kesulitan bernapas. 

Perubahan pola hidup menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit ini semakin buruk. Jika mengalami penyakit ini, cobalah untuk rutin melakukan aktivitas fisik, membatasi konsumsi alkohol, menghindari kebiasaan merokok, serta tidak mengonsumsi makanan yang bisa memicu gejala, misalnya makanan pedas, makanan asam, kopi, dan cokelat.

Perubahan lain yang bisa dilakukan pengidap penyakit ulkus duodenum adalah menurunkan berat badan jika berlebih, berhenti merokok, dan hindari kebiasaan makan yang salah. Jangan makan dalam waktu yang terlalu dekat dengan waktu tidur. Untuk menghindari gejala penyakit ini muncul, hindari asupan makanan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala menyerupai tanda penyakit ini. 

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Pengidap Ulkus Duodenum

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit ulkus dan apa saja yang harus dihindari dengan bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Causes-Stomach ulcer. 
Web MD. Diakses pada 2020. What Is an Ulcer?
Healthline. Diakses pada 2020. Stomach Ulcers and What You Can Do About Them.