• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Terapi Bipolar Harus di Tempat Sepi?

Benarkah Terapi Bipolar Harus di Tempat Sepi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti sangat senang dan sangat terpuruk. Hal tersebut dapat terjadi secara langsung, saat sedang merasa sangat bahagia, mereka bisa saja merasa sangat sedih secara langsung. Fase ini umumnya dapat berlangsung dalam beberapa minggu, bahkan bulan. Bagaimana langkah mengatasi gangguan bipolar?

Baca juga: Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?

Benarkah Terapi Bipolar Harus di Tempat Sepi?

Pengidap gangguan bipolar perlu melakukan beberapa metode psikoterapi untuk menekan gejala gangguan. Dalam hal ini, biasanya dokter akan melakukan di ruangan khusus yang di dalamnya hanya terdapat dokter dan pengidap. Hal tersebut dilakukan agar pengidap dapat menceritakan dan mengekspresikan hal-hal terkait gangguan bipolar yang dialami.

Metode untuk mengatasi bipolar sendiri akan ditentukan setelah pengidap melakukan sesi diskusi dengan dokter. Hingga saat ini, beberapa metode yang biasa dilakukan guna menangani gejala gangguan bipolar, yaitu:

  • Interpersonal and Social Rhythm Therapy (IPSRT)

IPSRT merupakan metode mengatasi bipolar yang fokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari. Dengan adanya kestabilan ritme aktivitas harian, hal tersebut akan membuat pengidap mampu mengendalikan gejala yang muncul.

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

CBT atau yang lebih dikenal dengan terapi perilaku kognitif ini akan membantu pengidap dalam mendeteksi hal-hal yang dapat memicu timbulnya gejala gangguan bipolar. Dengan mendeteksi hal-hal yang menjadi pemicu, pengidap dapat mengganti hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang lebih positif.

  • Psychoeducation

Mengatasi bipolar selanjutnya dapat dilakukan dengan mengedukasi pengidap terkait kondisi yang tengah dialami. Dengan mengedukasi pengidap, mereka dapat mengidentifikasi penyebab munculnya gejala, menghindarinya, serta memikirkan langkah mengatasi gejala yang muncul tiba-tiba.

Dalam mengatasi bipolar, peran keluarga akan sangat dibutuhkan. Dukungan dari orang terdekat dengan mengenal, mengetahui, serta membantu mengatasi munculnya gejala bipolar akan sangat membantu proses penyembuhan pengidap. Jika berbagai macam terapi tersebut tidak membuahkan hasil, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalankan terapi listrik.

Baca juga: Pasangan Mengidap Bipolar, Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah Perubahan Gaya Hidup Diperlukan?

Munculnya gejala gangguan bipolar dapat ditekan dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan di antaranya:

  • Hindari toxic relationship.

  • Hindari alkohol dan narkotika.

  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

  • Cukup minum air putih.

Sebelum pengidap bipolar mengalami perubahan dari satu emosi ke emosi lain, fase tersebut adalah suasa hari atau emosi yang normal. Pada kasus tertentu, perubahan emosi dapat terjadi tanpa adanya fase normal. Berikut gejala yang perlu diketahui:

  • Merasa sangat sedih atau sangat senang.

  • Berbicara dengan sangat cepat.

  • Sering berbicara.

  • Cara berbicara tidak seperti orang pada umumnya.

  • Merasa sangat bersemangat, sehingga sulit untuk tidur.

  • Timbulnya rasa percaya diri yang berlebihan.

  • Menurunnya nafsu makan.

  • Mudah merasa terganggu.

  • Merasa sangat putus asa.

  • Selalu merasa lemas dan kekurangan tenaga.

  • Tidak ada hasrat untuk melakukan aktivitas.

  • Merasa tidak berguna.

  • Selalu merasa kesepian.

  • Pesimis terhadap hal apapun.

  • Memiliki keinginan yang kuat untuk bunuh diri.

Baca juga: Punya Pasangan Bipolar, Ini 6 Cara Menghadapinya

Pada kasus yang parah, kedua emosi dapat muncul secara bersamaan. Kondisi tersebut dikenal dengan mixed state atau gejala campuran. Ketika kamu mengalami serangkaian gejala, segera temui psikiater di rumah sakit terdekat, ya! Jika gejala yang muncul dibiarkan tanpa penanganan, pengidap bisa saja melakukan hal nekat, seperti bunuh diri karena merasa tidak berguna dan putus asa.

Referensi:

NCBI. Diakses pada 2020. Psychotherapy for Bipolar Disorder in Adults: A Review of the Evidence.
Help Guide. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder Treatment.
Psycom. Diakses pada 2020. Treatments for Bipolar Disorder: Cognitive Behavioral Therapy and More.