Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Bipolar adalah gangguan mental yang membuat pengidapnya mengalami perubahan emosi secara drastis. Misalnya, dari perasaan sangat bahagia (mania) menjadi sangat terpuruk (depresi) atau sebaliknya.

Kondisi ini bukan hal yang sepele, karena mengganggu stabilitas emosi, aktivitas harian, dan hubungan pengidap dengan orang di sekitarnya. Lantas, apakah gangguan bipolar bisa disembuhkan? Ini faktanya.

Baca Juga: 7 Mitos Bipolar yang Harus Diketahui

Pengidap Gangguan Bipolar Bisa Sembuh

Meski harus menjalani perawatan jangka panjang, pengidap gangguan bipolar bisa sembuh dari kondisinya. Untuk mencapai kesembuhan, tentu diperlukan kerjasama antara pengidap, petugas kesehatan, dan keluarga. Berikut ini hal yang perlu dijalani pengidap gangguan bipolar agar bisa sembuh:

1. Konsumsi Obat

Jenis obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar, antara lain: mood stabilizer, antikonvulsan, antipsikotik, dan antidepresan. Dokter juga bisa mengombinasikan dua atau lebih jenis obat, terutama jika perubahan gejala yang dialami pengidap terjadi sangat cepat. Pengidap harus konsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak boleh berhenti tanpa persetujuannya.

2. Psikoterapi

Psikoterapi adalah bentuk perawatan yang melibatkan interaksi antara pengidap dan terapis. Pada pengidap bipolar, jenis psikoterapi yang dilakukan berupa interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT), cognitive behavioral therapy (CBT), dan psychoeducation. Selama psikoterapi, dibutuhkan peran dan dukungan keluarga agar membantu proses pengobatan.

Baca Juga: Pasangan Mengidap Bipolar, Apa yang Harus Dilakukan?

3. Perubahan Gaya Hidup

Untuk mencegah gangguan bipolar memburuk, pengidap dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Di antaranya dengan berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, tidur cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak minum air putih, serta jalin hubungan sehat dan positif dengan teman dan keluarga.

4. Dukungan Caregiver atau Keluarga

Selain konsumsi obat dan psikoterapi, dibutuhkan dukungan dari caregiver atau pihak keluarga. Kedua pihak tersebut diharapkan bisa terus memacu pengidap untuk sembuh, termasuk mengingatkannya untuk minum obat dan kontrol ke dokter. Kepatuhan pengobatan menurunkan frekuensi kekambuhan, menjaga kestabilan emosi pengidap, hingga mencegah munculnya keinginan bunuh diri.

Jika kamu didiagnosis gangguan bipolar, berikut ini hal yang dilakukan untuk membantu mengatasi gejala sambil menjalani pengobatan di atas:

  • Buat rencana kegiatan agar kamu tahu kapan waktu untuk beraktivitas dan rileks. Jangan lupa juga untuk memperhatikan jadwal konsultasi atau pengobatan.

  • Bersosialisasi. Sebagian besar pengidap gangguan bipolar mudah merasa sendirian. Maka itu, kamu dianjurkan untuk tetap bersosialisasi agar tidak selalu merasa terasing dari pergaulan. Tidak perlu bergabung dengan kelompok besar, cukup ajak berbicara keluarga, teman, kekasih, atau tetangga di dekat rumah.

  • Olahraga. Nggak perlu berat, cukup olahraga ringan yang bisa membuat badan kamu tetap aktif bergerak. Misalnya, bersepeda, jalan kaki, atau joging. Lakukan setidaknya 20-30 menit per hari atau lima kali dalam seminggu.

  • Yoga atau meditasi untuk membuat pikiran dan perasaan rileks. Atau, kamu bisa melakukan kegiatan positif yang seru lain agar tidak terkekang dengan pikiran atau perasaan negatif.

Baca Juga: Bipolar pada Anak Biasanya Menunjukkan 5 Tanda Ini

Jadi, gangguan bipolar bisa disembuhkan asal rutin melakukan terapi pengobatan. Kalau kamu punya keluhan terkait kesehatan mental, jangan ragu berbicara dengan psikolog/psikiater. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.