• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Vape Dapat Memicu Terjadinya Kanker Paru?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Vape Dapat Memicu Terjadinya Kanker Paru?

Benarkah Vape Dapat Memicu Terjadinya Kanker Paru?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 November 2022

“Kanker paru adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di organ paru-paru. Kondisi ini bisa dipicu oleh penggunaan vape yang mengandung diacetyl, formaldehyde, dan acrolein.”

Benarkah Vape Dapat Memicu Terjadinya Kanker Paru?Benarkah Vape Dapat Memicu Terjadinya Kanker Paru?

Halodoc, Jakarta – Kanker paru adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam paru-paru. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Persentasenya hampir mencapai 25 persen. 

Faktor utamanya adalah merokok. Namun, tidak menutup kemungkinan pengguna vape memiliki risiko yang sama. Sebab, vape mengandung bahan kimia seperti diacetyl, formaldehyde dan acrolein yang serupa dengan karsinogen.

Karsinogen adalah zat pemicu kanker. Zat ini bekerja dengan merusak DNA secara langsung dalam tubuh pengguna vape. Dampaknya, sel dalam paru-paru akan bermutasi dan tumbuh secara tak terkendali. 

Kaitan Vape dan Kanker Paru

Vape menggunakan baterai untuk memanaskan nikotin, zat perasa dan bahan kimia lain. Alat ini mengubah semua kandungan tersebut menjadi uap agar bisa dihirup dan dikeluarkan dalam bentuk asap.

Uap ini mengandung banyak bahan kimia yang menjadi zat pemicu kanker (karsinogen). Di antaranya formaldehida, logam berat dan partikel lain (nikel, timah, timbal) yang bisa tersangkut serta terjebak di bagian terdalam paru-paru.

Juga, beberapa bahan kimia seperti diacetyl, formaldehyde dan acrolein dalam vape yang dapat mengiritasi saluran udara di paru-paru. Zat tersebut bisa menyebabkan peradangan sel pada organ paru-paru.

Sederhananya, vape mengandung bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker, meski dalam jumlah lebih sedikit ketimbang rokok konvensional. Dari sini, pengguna mesti waspada. 

Sebab, meski kandungan karsinogeniknya tidak terlalu tinggi, terpajan dalam waktu yang lama dan dalam jumlah yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru di masa depan.

Sampai saat ini, peneliti masih mengidentifikasi keterkaitan dan pengaruh vape terhadap kesehatan tubuh jika digunakan dalam jangka panjang. Ada baiknya mencegah sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Waspadai Gejala Kanker Paru

Di tahap awal, kanker paru-paru biasanya tidak menimbulkan tanda pada pengidapnya. Gejala baru akan muncul ketika penyakit sudah menginjak ke stadium lanjutan. Kondisi ini ditandai dengan:

  • Batuk kronis yang tak kunjung membaik.
  • Batuk berdarah.
  • Sesak napas.
  • Sakit di area dada.
  • Suara serak.
  • Penurunan berat badan signifikan.
  • Sakit pada tulang.
  • Sakit kepala.

Segera buat janji rumah sakit ketika mengalami gejala berkelanjutan. Apalagi jika memiliki kebiasaan mengisap vape atau rokok konvensional. Dokter akan merekomendasikan langkah terbaik guna mengatasi kondisi yang dialami oleh pengidap.

Pengobatan Kanker Paru

Langkah penanganan medis disesuaikan berdasarkan stadium kanker dan kondisi kesehatan tubuh pengidap secara menyeluruh. Salah satu langkah efektif untuk mengatasi kanker paru adalah prosedur operasi.

Langkah ini dilakukan dengan mengangkat kanker di area paru-paru yang terkena. Prosedur penanganannya meliputi:

  • Mengangkat bagian kecil paru-paru yang mengandung tumor bersama dengan jaringan yang sehat. Prosedurnya disebut dengan reseksi baji.
  • Mengangkat sebagian besar paru-paru, tetapi tidak seluruh lobus. Prosedurnya disebut dengan reseksi segmental.
  • Mengangkat seluruh lobus di paru-paru. Prosedurnya disebut dengan lobektomi untu.
  • Mengangkat seluruh paru-paru. Prosedurnya disebut dengan pneumonektomi.

Prosedur kemoterapi dan radioterapi juga akan dilakukan setelah operasi berlangsung. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan sisa sel kanker dan menurunkan kemungkinan kekambuhannya di masa depan.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Vaping and Lung Cancer: What You Should Know.
Healthline. Diakses pada 2022. Does Vaping Cause Lung Cancer?
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. What Does Vaping Do to Your Lungs?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Lung cancer.