
Bengkak Bawah Telinga: Kenali Penyebab dan Kapan ke Dokter
Bengkak Bawah Telinga? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

DAFTAR ISI
- Penyebab Umum Bengkak di Bawah Telinga
- Gangguan Kelenjar Ludah dan Parotis
- Masalah pada Telinga dan Rahang
- Kapan Harus Ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu terbangun di pagi hari dan merasakan adanya benjolan atau pembengkakan di area bawah telinga? Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, hingga kekhawatiran akan penyakit serius. Bengkak di bawah telinga sebenarnya adalah gejala yang sangat umum dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan, peradangan kelenjar, hingga masalah pada struktur wajah lainnya.
Area di bawah dan di belakang telinga merupakan rumah bagi berbagai struktur penting, termasuk kelenjar getah bening, kelenjar ludah (parotis), serta jaringan otot dan saraf. Karena kompleksitas anatomi ini, diagnosis mandiri sering kali sulit dilakukan. Namun, memahami karakteristik bengkak—seperti apakah benjolan tersebut lunak, keras, bisa digerakkan, atau disertai demam—dapat memberikan petunjuk awal mengenai apa yang sedang terjadi di dalam tubuhmu.
Penting bagi kamu untuk tidak mengabaikan pembengkakan yang menetap lebih dari dua minggu atau yang disertai dengan gejala sistemik lainnya. Untuk penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendapatkan diagnosis medis yang akurat dan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi fisikmu.
Nah, mau tahu apa saja faktor yang bisa menjadi pemicu bengkak di bawah telinga? Berikut ulasannya!
Penyebab Umum Bengkak di Bawah Telinga
Penyebab paling sering dari bengkak di bawah telinga adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Berikut adalah beberapa kondisi yang paling sering ditemukan dalam praktik klinis:
1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)
Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang berfungsi menyaring cairan dan melawan kuman. Di bawah telinga terdapat kelenjar getah bening servikal. Saat terjadi infeksi di area terdekat—seperti radang tenggorokan, flu, atau infeksi gigi—kelenjar ini akan membesar sebagai tanda bahwa tubuh sedang aktif melawan bakteri atau virus. Biasanya, benjolan akibat kelenjar getah bening akan terasa lunak dan sedikit nyeri saat disentuh.
2. Infeksi Virus (Gondongan atau Mumps)
Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak di bawah dan di depan telinga. Kondisi ini sangat menular dan menyebabkan pembengkakan yang sangat terlihat di satu atau kedua sisi wajah. Gejala penyertanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Jika kamu mencurigai adanya infeksi, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan gejala awal seperti demam sesuai anjuran tenaga medis.
3. Kista Sebaceous
Kista ini adalah benjolan non-kanker yang berkembang di bawah kulit. Kista sebaceous terbentuk ketika kelenjar minyak tersumbat. Benjolan ini biasanya tidak nyeri, tumbuh lambat, dan bisa digerakkan. Namun, jika kista mengalami infeksi atau pecah, ia bisa menjadi merah, bengkak, dan sangat nyeri.
Cara Membedakan Benjolan Normal dan Berbahaya
- Perhatikan tekstur: Benjolan lunak biasanya bersifat jinak atau karena infeksi, sementara benjolan sangat keras perlu diwaspadai.
- Mobilitas: Benjolan yang bisa digerakkan (mobile) umumnya lebih aman dibandingkan yang melekat pada jaringan dasar.
- Pertumbuhan: Waspadai benjolan yang ukurannya bertambah besar dengan sangat cepat dalam waktu singkat.
Gangguan Kelenjar Ludah dan Parotis
Selain infeksi virus sistemik, kelenjar ludah sendiri bisa mengalami masalah lokal yang menyebabkan pembengkakan signifikan di bawah telinga.
1. Sialadenitis (Infeksi Kelenjar Ludah)
Sialadenitis terjadi ketika bakteri atau virus menginfeksi kelenjar ludah. Hal ini sering disebabkan oleh berkurangnya aliran air liur, yang mungkin terjadi akibat dehidrasi atau penggunaan obat-obatan tertentu. Area di bawah telinga akan terasa keras, hangat, dan sangat nyeri, terutama saat kamu mencoba untuk makan atau membuka mulut.
2. Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)
Sama seperti batu ginjal, kristal mineral dapat terbentuk di dalam saluran kelenjar ludah. Batu ini dapat menyumbat aliran air liur, menyebabkan kelenjar membengkak secara tiba-tiba, terutama saat makan (saat produksi liur meningkat). Bengkak ini biasanya bersifat hilang timbul tergantung pada aktivitas makan seseorang.
Masalah pada Telinga dan Rahang
Kadang kala, bengkak di bawah telinga bukan berasal dari kelenjar, melainkan dari struktur telinga atau sendi rahang yang bermasalah.
1. Mastoiditis
Ini adalah kondisi serius di mana infeksi telinga tengah (otitis media) yang tidak terobati menyebar ke tulang mastoid yang terletak di belakang dan di bawah telinga. Mastoiditis menyebabkan bengkak kemerahan yang terasa menonjol, disertai nyeri telinga yang hebat dan terkadang keluarnya cairan dari telinga. Ini adalah kondisi darurat medis yang memerlukan antibiotik segera.
2. Gangguan Sendi Rahang (TMJ Disorder)
Temporomandibular Joint (TMJ) adalah sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak, lokasinya tepat di depan telinga. Jika terjadi peradangan atau pergeseran pada sendi ini, otot-otot di sekitarnya bisa membengkak dan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar hingga ke bawah telinga. Gejala lainnya adalah suara “klik” saat membuka mulut atau rahang yang terasa terkunci.
Kapan Harus Ke Dokter?
Meskipun banyak penyebab bengkak di bawah telinga yang bersifat ringan, kamu harus segera mencari bantuan medis jika menemui tanda-tanda berikut:
- Pembengkakan muncul secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
- Benjolan terasa sangat keras dan tidak dapat digerakkan saat ditekan.
- Disertai dengan kesulitan menelan atau kesulitan bernapas.
- Ada tanda-tanda infeksi berat seperti demam tinggi di atas 39 derajat Celsius atau menggigil.
- Kulit di atas benjolan tampak sangat merah, meradang, atau mengeluarkan nanah.
- Benjolan menetap lebih dari 2-4 minggu tanpa ada tanda-tanda mengecil.
Studi Mengenai Limfadenopati Servikal
StatPearls (NCBI) menerbitkan studi di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa limfadenopati servikal atau pembengkakan kelenjar getah bening di area leher dan bawah telinga paling sering disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas yang bersifat jinak. Namun, studi tersebut menekankan pentingnya evaluasi klinis yang menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan (limfoma) atau infeksi kronis seperti tuberkulosis kelenjar.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pada populasi anak-anak, hampir 45% pembengkakan di area tersebut berkaitan dengan infeksi virus ringan, sedangkan pada orang dewasa di atas usia 40 tahun, pemeriksaan biopsi mungkin diperlukan jika bengkak tidak kunjung hilang untuk memastikan tidak adanya pertumbuhan sel abnormal.
FAQ
1. Apakah bengkak di bawah telinga selalu berarti gondongan?
Tidak selalu. Meskipun gondongan adalah penyebab klasik, bengkak di area tersebut lebih sering disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi tenggorokan atau masalah gigi. Gondongan biasanya disertai dengan gejala sistemik yang khas seperti rasa sakit yang hebat saat mengunyah makanan asam.
2. Bagaimana cara mengobati bengkak di bawah telinga di rumah?
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengompres area yang bengkak dengan air hangat selama 10-15 menit beberapa kali sehari, memperbanyak minum air putih, dan beristirahat. Namun, jangan mencoba memencet atau menusuk benjolan tersebut karena dapat memicu infeksi yang lebih parah.
3. Apakah stres bisa menyebabkan bengkak di bawah telinga?
Secara tidak langsung, stres dapat menyebabkan ketegangan pada otot rahang (bruxism) yang memicu peradangan pada sendi TMJ, yang kemudian tampak seperti pembengkakan di depan atau di bawah telinga. Selain itu, stres kronis dapat menurunkan sistem imun sehingga kamu lebih rentan terkena infeksi kelenjar.
4. Apakah bengkak di bawah telinga bisa hilang sendiri?
Jika penyebabnya adalah infeksi virus ringan seperti flu, bengkak biasanya akan mengecil dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu seiring dengan pulihnya kondisi tubuh. Namun, jika disebabkan oleh batu saluran ludah atau kista, biasanya diperlukan tindakan medis khusus untuk menghilangkannya.
Sebagai kesimpulan, bengkak di bawah telinga memiliki spektrum penyebab yang sangat luas. Menjaga kebersihan rongga mulut, hidrasi yang cukup, dan vaksinasi (seperti vaksin MMR untuk gondongan) adalah langkah pencegahan yang efektif. Jika gejala yang kamu alami terasa mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk segera bertindak.
Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Swollen lymph nodes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Parotitis: Causes, Symptoms & Treatment.
Healthline. Diakses pada 2026. What’s Causing This Lump Behind My Ear?.
NCBI StatPearls. Diakses pada 2026. Cervical Lymphadenopathy.
WebMD. Diakses pada 2026. Salivary Gland Stones (Sialolithiasis).
## Punya Keluhan Bengkak di Bawah Telinga? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti bengkak di bawah telinga yang tidak kunjung hilang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


