Ad Placeholder Image

Berapa Banyak Kalori dalam Satu Buah Apel? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Apel adalah salah satu buah-buahan yang dianjurkan untuk diet. Selain padat nutrisi, buah ini tergolong rendah kalori tetapi mengenyangkan.”

Berapa Banyak Kalori dalam Satu Buah Apel? Ini FaktanyaBerapa Banyak Kalori dalam Satu Buah Apel? Ini Faktanya

DAFTAR ISI


Apel sering kali disebut sebagai buah “super” karena profil nutrisinya yang sangat lengkap namun memiliki densitas kalori yang rendah. Slogan terkenal “an apple a day keeps the doctor away” bukan sekadar kalimat puitis, melainkan didasari oleh banyaknya manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh buah ini. Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin menjaga pola makan sehat, memahami berapa banyak kalori dalam satu buah apel adalah langkah awal yang sangat baik.

Secara umum, apel merupakan sumber serat larut dan tidak larut yang sangat baik, serta kaya akan vitamin C dan berbagai senyawa antioksidan. Rendahnya kandungan lemak dan natrium menjadikan buah ini camilan yang ideal untuk hampir semua orang, mulai dari anak-anak hingga lansia. Namun, perlu diingat bahwa ukuran dan jenis apel sangat memengaruhi total kalori yang kamu konsumsi. Mengetahui detail ini membantu kamu dalam menghitung asupan energi harian dengan lebih akurat agar target kebugaranmu tercapai.

Selain nutrisi alaminya, menjaga kesehatan tubuh juga memerlukan dukungan dari gaya hidup aktif dan asupan mikronutrisi yang cukup. Jika kamu merasa asupan nutrisi harian belum terpenuhi hanya dari makanan, kamu bisa melengkapinya dengan suplemen kesehatan. Untuk kemudahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, di mana tersedia berbagai pilihan suplemen dan produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja rincian kalori dan fakta menarik di balik buah apel? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi dalam Satu Buah Apel

Banyak orang hanya fokus pada jumlah kalori tanpa melihat kepadatan nutrisi di dalamnya. Sebuah apel berukuran sedang (dengan diameter sekitar 7-8 cm atau berat sekitar 182 gram) biasanya mengandung sekitar 95 kalori. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan kekayaan nutrisi yang luar biasa. Sebagian besar kalori dalam apel berasal dari karbohidrat, terutama dalam bentuk gula alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa.

Berikut adalah rincian nutrisi kasar untuk satu buah apel ukuran sedang beserta kulitnya:

  • Karbohidrat: Sekitar 25 gram, termasuk 4,4 gram serat.
  • Vitamin C: Memenuhi sekitar 14% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian.
  • Kalium: Sekitar 6% dari AKG harian, penting untuk kesehatan jantung dan fungsi saraf.
  • Vitamin K: Sekitar 5% dari AKG harian, berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang.
  • Antioksidan: Mengandung polifenol seperti quercetin, catechin, dan chlorogenic acid yang melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar serat dan polifenol apel terdapat pada kulitnya. Jika kamu mengupas kulit apel, kamu akan kehilangan sekitar setengah dari kandungan seratnya dan hampir semua kandungan antioksidannya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengonsumsi apel secara utuh setelah dicuci bersih untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Perbandingan Kalori Apel Merah vs Apel Hijau

Banyak pertanyaan muncul mengenai apakah ada perbedaan signifikan antara kalori apel merah (seperti varietas Fuji atau Red Delicious) dan apel hijau (seperti Granny Smith). Secara teknis, perbedaan kalorinya sangat kecil, namun karakteristik nutrisinya sedikit berbeda.

Apel hijau, khususnya jenis Granny Smith, cenderung memiliki kandungan gula yang lebih rendah dan serat yang sedikit lebih tinggi dibandingkan varietas apel merah yang manis. Ini membuat apel hijau memiliki kalori yang sedikit lebih rendah, biasanya berkisar antara 80-90 kalori per buah ukuran sedang. Rasa asam pada apel hijau juga menandakan kandungan vitamin C yang sedikit lebih tinggi serta profil fitonutrien yang berbeda yang mendukung kesehatan pencernaan.

Di sisi lain, apel merah seperti Fuji dikenal karena rasa manisnya yang pekat. Kandungan gulanya mungkin sedikit lebih tinggi, yang mendorong kalorinya mendekati angka 95-100 kalori per buah besar. Namun, apel merah seringkali memiliki kandungan antosianin (pigmen warna merah) yang lebih tinggi, yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk kesehatan pembuluh darah. Jadi, apa pun warna apel yang kamu pilih, keduanya tetap merupakan pilihan sehat dengan perbedaan kalori yang tidak signifikan secara drastis.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Apel
  1. Pilihlah apel yang memiliki tekstur keras dan kulit yang tidak layu atau memar.
  2. Simpan apel di dalam lemari es agar tetap renyah dan kandungan vitaminnya terjaga lebih lama.
  3. Jangan membuang kulitnya, karena di sanalah letak konsentrasi serat dan antioksidan tertinggi.

Manfaat Serat Pektin untuk Menurunkan Berat Badan

Salah satu alasan utama mengapa apel sangat direkomendasikan untuk diet penurunan berat badan adalah kandungan serat larutnya yang disebut pektin. Pektin bekerja dengan cara menyerap air di dalam saluran pencernaan dan membentuk substansi mirip gel. Proses ini memperlambat pengosongan lambung, sehingga kamu akan merasa kenyang lebih lama (efek satiety).

Selain memberikan rasa kenyang, pektin juga membantu mengikat lemak dan kolesterol di dalam usus, yang kemudian dikeluarkan melalui feses. Hal ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Karena apel memiliki kepadatan energi yang rendah (banyak volume dan air, sedikit kalori), kamu bisa makan dalam jumlah yang cukup banyak tanpa mengkhawatirkan lonjakan kalori yang besar.

Mengonsumsi apel secara utuh jauh lebih baik daripada mengonsumsi jus apel. Proses pembuatan jus sering kali menghilangkan serat pektin ini dan menyisakan gula cair yang cepat diserap tubuh. Studi menunjukkan bahwa orang yang makan irisan apel sebelum waktu makan cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori pada menu utama dibandingkan mereka yang minum jus atau saus apel.

Indeks Glikemik Apel dan Keamanannya untuk Diabetes

Meskipun apel mengandung gula alami, buah ini memiliki Indeks Glikemik (IG) yang relatif rendah, yaitu sekitar 36. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan IG di bawah 55 dianggap rendah dan aman untuk penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga stabilitas energi sepanjang hari.

Kombinasi antara serat dan polifenol dalam apel membantu memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan glukosa. Ini mencegah lonjakan insulin yang tiba-tiba. Selain itu, quercetin dalam apel telah dipelajari karena kemampuannya membantu mencegah resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Namun, jika kamu memiliki kondisi medis tertentu terkait gula darah, ada baiknya kamu tetap memantau porsinya dan berkonsultasi dengan tenaga medis.

Jika kamu memerlukan diagnosis lebih lanjut mengenai kondisi gula darah atau ingin menyusun rencana diet khusus medis, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran yang akurat.

Cara Sehat Mengonsumsi Apel

1. Dimakan Langsung Secara Utuh

Ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan seluruh manfaat kalori dan seratnya. Pastikan untuk mencucinya di bawah air mengalir guna menghilangkan residu pestisida atau lilin pelapis jika ada.

2. Sebagai Campuran Salad

Irisan apel hijau dapat memberikan tekstur renyah dan rasa segar pada salad sayuran atau salad buah. Tambahkan kacang-kacangan untuk asupan lemak sehat dan protein agar camilanmu semakin seimbang.

3. Oatmeal dengan Apel dan Kayu Manis

Kombinasi serat dari gandum (oats) dan serat dari apel adalah duet maut untuk kesehatan jantung dan pencernaan. Kayu manis juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin secara alami.

Studi Mengenai Konsumsi Apel

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi buah utuh, terutama apel, berkaitan erat dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Polifenol yang ditemukan melimpah dalam kulit apel terbukti dapat melindungi jaringan beta di pankreas dari kerusakan.

Selain itu, penelitian dari Florida State University menemukan bahwa wanita lansia yang mengonsumsi apel setiap hari selama satu tahun mengalami penurunan kolesterol LDL sebesar 23% dan peningkatan kolesterol HDL (kolesterol baik) sebesar 4%. Hal ini membuktikan bahwa efek jangka panjang dari kalori rendah dan nutrisi tinggi apel sangat signifikan bagi kesehatan kardiovaskular.

Penting untuk diingat bahwa meski apel sangat sehat, pola makan secara keseluruhan tetap menjadi kunci utama. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan takaran porsi yang paling sesuai dengan kebutuhan metabolisme unik tubuhmu.

Bingung Hitung Kalori untuk Diet Sehat? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung cara menghitung kebutuhan kalori harian yang tepat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 10 Impressive Health Benefits of Apples.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Are apples actually good for you?.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Apples: Nutrition Source.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Apples.
USDA FoodData Central. Diakses pada 2026. Apples, raw, with skin.

FAQ

1. Apakah kalori apel berubah jika dimasak menjadi pai atau selai?

Ya, kalori akan meningkat secara drastis karena adanya penambahan gula, mentega, atau tepung. Selain itu, proses pemanasan yang lama dapat mengurangi kandungan vitamin C yang sensitif terhadap panas.

2. Apakah aman memakan biji apel saat mengonsumsi buahnya?

Biji apel mengandung amygdalin yang bisa melepaskan sianida saat dikunyah. Namun, dalam jumlah kecil (hanya dari satu buah), tubuh biasanya bisa menetralisirnya. Tetap disarankan untuk membuang bijinya sebelum makan.

3. Berapa banyak apel yang boleh dimakan dalam sehari?

Untuk orang dewasa sehat, mengonsumsi 1-2 buah apel sehari adalah takaran yang ideal. Mengonsumsi terlalu banyak buah dapat menyebabkan asupan serat berlebih yang bisa memicu kembung bagi sebagian orang.

4. Lebih baik makan apel pagi atau malam hari untuk diet?

Makan apel di pagi hari atau sebagai camilan sore sangat baik karena kandungan seratnya membantu menjaga energi tetap stabil. Makan apel di malam hari sebagai pengganti camilan tinggi gula juga sangat disarankan.