• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menggunakan Media Sosial?

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menggunakan Media Sosial?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari orang melihat gambar dan video mengenai informasi kecantikan, liburan, promo belanja, dan sebagainya di media sosial. Kebutuhan memantau sosial media seakan tidak ada habisnya. Rasanya tidak mungkin kamu untuk logout atau menutup media sosial sejenak saja. 

Kira-kira berapa lama waktu yang sudah kamu habiskan dalam sehari di media sosial? Terlalu sering mengakses sosial media bukan hanya tidak baik untuk kesehatan fisik, tapi juga untuk kesehatan mental. Setidaknya jika kamu hanya menggunakan 30 menit sehari, itu masih akan menolong kesehatan mental jadi lebih baik. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Hati-hati Oversharing

Waktu yang Bijak Menggunakan Media Sosial

Jika kamu mengurangi durasi penggunaan sosial media menjadi 30 menit per hari, maka akan terjadi peningkatan signifikan dalam kesejahteraan mental. Waktu ini cukup untuk mengurangi rasa kesepian dan depresi. Kecemasan dan FOMO (fear of missing out) menurun pada setiap penikmat media sosial. 

Dengan selalu memperhatikan media sosial, kamu akan terus terpacu untuk konsumtif. Selain itu, tanpa kamu sadari kamu mungkin membuat perbandikan ketika melihat kehidupan orang lain di sosial media yang lebih baik dan lebih keren dibandingkan dengan kehidupan kamu sendiri.

Setiap orang di zaman media sosial ini perlu mendapatkan manfaat dari sedikit istirahat dari media sosial. Beberapa cara agar kamu dapat membatasi diri membuka media sosial di antaranya:

  • Bertanggung Jawab. Mungkin sulit untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, tapi ini perlu dilakukan. Kamu bisa menggunakan fitur atau aplikasi yang dapat membantu kamu membatasi waktu untuk menggunakan sosial media. Tujuannya agar kamu bersungguh-sungguh untuk mengurangi waktu untuk melihat media sosial. 

  • Lebih Realistis. Jika kamu menghabiskan banyak waktu di media sosial, mulailah dengan menetapkan tujuan yang lebih kecil dan lebih dapat dicapai. Langsunglah menuju apa yang kamu apa yang sebenarnya kamu cari tanpa perlu “berpelesir” lebih jauh dan lebih lama. 

  • Letakkan gadget jauh dari jangkauan. Meletakkan gadget di tempat yang tidak terjangkau dapat meningkatkan endorfin dan memberikan perasaan bahagia di otak. Ini juga dapat meningkatkan suasana hati dan meningkatkan kesehatan fisik. 

  • Buat zona bebas media sosial. Kamu bisa melakukan kegiatan lain, misalnya memasak, makan bersama dengan keluarga tanpa gadget, atau berolahraga. 

Baca juga: Dampak Media Sosial Terhadap Body Image

Perlu kamu ingat, bahwa ini bukan berarti kamu dilarang untuk menggunakan media sosial sama sekali. Hanya saja kamu perlu keseimbangan dalam melakukan setiap kegiatan. Jangan sampai media sosial jadi mengganggu produktivitas dan pergaulan nyata sehari-hari. 

Kamu lah yang mampu mengendalikan kebiasaan membuka media sosial, bukan gadget kamu. Bukan berarti jika ada notifikasi masuk, kamu harus segera buka dan balas saat itu juga. Apalagi jika isinya bukan hal yang urgent

Dampak Kesehatan Jika Terlalu Sering Memantau Media Sosial

Beberapa orang mengaku tidak dapat menahan diri untuk membuka media sosial setiap dua jam. Tentu ini tidak mengejutkan, melihat kebiasaan orang-orang di zaman ini yang tidak dapat lepas dari gadget masing-masing. Padahal, terlalu sering menggunakan media sosial berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. 

Salah satunya dampak kesehatan mental yaitu orang yang terlalu aktif menggunakan media sosial setiap hari memiliki risiko depresi hingga tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang jarang membukanya. Kecanduan media sosial berkaitan dengan perilaku sembrono, khususnya pada remaja. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial? Begini Tips Ampuh Mengatasinya

Remaja yang kecanduan media sosial 3,5 kali lebih mungkin melakukan hal-hal yang berisiko tanpa pikir panjang. Jika kamu memiliki kecanduan media sosial dan ingin lepas dari habit ini, kamu bisa berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai cara mengatasinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Social media: how does it affect our mental health and well-being?
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Healthy Use of Social Media.