
Berbagai Obat Medis untuk Bantu Meredakan Vertigo
Cara ampuh untuk mengatasi vertigo adalah dengan mengonsumsi obat yang tepat. Beberapa contoh obatnya adalah Flunarizine, Dramamine, Dimenhydrinate, hingga Betahistine yang bisa kamu beli di Halodoc.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Flunarizine vs Betahistine
- Perbedaan Utama Flunarizine dan Betahistine
- Studi Terkait Penanganan Vertigo
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu merasa lingkungan di sekitarmu tiba-tiba berputar sangat cepat hingga kamu kehilangan keseimbangan dan terjatuh? Kondisi inilah yang secara medis dikenal sebagai vertigo. Vertigo bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala atau tanda dari adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, yang biasanya berpusat pada telinga bagian dalam atau pada sistem saraf pusat di otak. Sensasi berputar ini kerap kali disertai dengan mual yang hebat, muntah, telinga berdenging (tinnitus), hingga gerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus).
Menangani vertigo sesegera mungkin sangatlah penting. Mengapa? Karena sensasi pusing berputar yang parah dapat melumpuhkan aktivitas sehari-hari secara total. Bayangkan jika serangan ini datang saat kamu sedang mengemudi, menaiki tangga, atau mengoperasikan mesin; risiko terjadinya kecelakaan dan cedera fisik menjadi sangat tinggi. Selain itu, vertigo yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu kecemasan yang berlebih (anxiety) dan menurunkan kualitas hidup secara drastis. Oleh karena itu, terapi farmakologis sering kali dibutuhkan untuk meredakan gejala akut dan mencegah serangan berulang di masa mendatang.
Ketika berbicara tentang pengobatan medis untuk vertigo, ada dua nama obat yang paling sering menjadi perbincangan dan diresepkan oleh dokter, yaitu flunarizine dan betahistine. Sering kali, pasien merasa kebingungan mengenai “flunarizine vs betahistine”, mempertanyakan mana yang lebih efektif, apa perbedaannya, dan mana yang paling cocok untuk kondisi mereka. Keduanya memang merupakan primadona dalam penanganan gangguan keseimbangan, namun masing-masing memiliki mekanisme kerja, indikasi spesifik, serta profil efek samping yang berbeda, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan penyebab dasar vertigo yang dialami oleh pasien.
Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk meredakan keluhan ini dan penjelasan lengkap seputar flunarizine vs betahistine? Berikut ulasan mendalam mengenai produk-produk yang bisa kamu temukan!
Rekomendasi Flunarizine vs Betahistine yang Ampuh
Dalam dunia farmakologi, pemilihan antara flunarizine dan betahistine sangat bergantung pada diagnosis dokter terkait jenis vertigo yang kamu alami. Apakah itu vertigo perifer seperti BPPV atau Penyakit Meniere, atau vertigo sentral yang berkaitan dengan migrain. Berikut adalah daftar rekomendasi obat medis yang sering diresepkan, beserta penjelasannya.
1. Betahistine Mesylate 6 mg 10 Tablet
Betahistine Mesylate adalah obat generik yang bertindak sebagai analog histamin. Cara kerja utama dari obat ini adalah dengan melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) di area telinga bagian dalam. Dengan melebarnya pembuluh darah, aliran darah dan sirkulasi cairan (endolimfe) di dalam telinga menjadi lebih lancar, sehingga tekanan berlebih yang menjadi penyebab sensasi berputar dapat berkurang secara signifikan.
Manfaat spesifik dari Betahistine sangat menonjol dalam mengobati vertigo perifer, terutama yang berkaitan dengan Penyakit Meniere. Selain meredakan sensasi pusing berputar, obat ini juga terbukti efektif dalam mengurangi gejala penyerta seperti telinga berdenging (tinnitus) dan rasa penuh pada telinga, serta membantu memulihkan gangguan pendengaran ringan yang terjadi saat serangan.
Dosis dan aturan pakai:
- Aturan dosis dewasa: Umumnya diberikan 1-2 tablet, diminum 3 kali sehari. Disarankan untuk dikonsumsi bersama makanan atau setelah makan untuk menghindari rasa tidak nyaman pada lambung.
- Obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah 18 tahun karena data keamanannya belum memadai.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Betahistine Mesylate 6 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Mertigo 8 mg 10 Tablet
Mertigo merupakan salah satu obat bermerek yang mengandung bahan aktif Betahistine Mesylate sebesar 8 mg per tabletnya. Secara farmakologi, ia memiliki sifat antagonis pada reseptor histamin H3 sentral dan agonis lemah pada reseptor histamin H1. Interaksi pada reseptor inilah yang memicu relaksasi sfingter prekapiler, sehingga mikrosirkulasi di telinga dalam menjadi jauh lebih baik.
Manfaat dari Mertigo sangat direkomendasikan untuk pasien yang mengalami sindrom Meniere atau keluhan vertigo vestibuler yang sering kambuh. Obat ini bekerja cukup cepat dalam mengontrol gejala mual dan muntah yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan sinyal dari telinga dalam ke otak.
Dosis dan aturan pakai:
- Aturan dosis dewasa: 1 tablet, diberikan 3 kali sehari (total 24 mg per hari). Dokter dapat menyesuaikan dosis berdasarkan respon pasien.
- Obat ini harus ditelan utuh dengan segelas air, sebaiknya setelah makan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Mertigo 8 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Vertigo yang Perlu Dihindari
- Perubahan posisi kepala secara tiba-tiba (seperti bangun dari tempat tidur terlalu cepat atau menoleh dengan hentakan).
- Kelelahan ekstrem dan kurang tidur kronis yang mengganggu sistem saraf.
- Konsumsi makanan tinggi garam (natrium) yang dapat memicu penumpukan cairan di telinga dalam, terutama pada penderita Meniere.
3. Flunarizine 10 mg 10 Tablet
Beralih ke kompetitornya, Flunarizine adalah obat generik yang masuk dalam kelas Calcium Channel Blocker (antagonis kalsium) yang selektif. Cara kerjanya berbeda total dengan betahistine. Flunarizine bekerja dengan mencegah kelebihan kalsium masuk ke dalam sel-sel otot polos pembuluh darah dan sel-sel sensorik di sistem vestibular. Dengan menghambat calcium overload, obat ini mencegah penyempitan pembuluh darah (vasospasme) dan menurunkan eksitabilitas sistem keseimbangan di otak.
Manfaat spesifik Flunarizine sangat diandalkan untuk terapi profilaksis (pencegahan) migrain serta pengobatan vertigo perifer dan sentral. Flunarizine sangat cocok untuk pasien yang vertigonya dipicu oleh kurangnya aliran darah ke otak atau penderita vertigo yang juga sering mengalami sakit kepala sebelah yang berdenyut hebat.
Dosis dan aturan pakai:
- Aturan dosis dewasa: 5 hingga 10 mg (setengah hingga 1 tablet) diminum 1 kali sehari, sangat dianjurkan untuk diminum pada malam hari menjelang tidur karena efek sampingnya yang menyebabkan kantuk (sedasi).
- Aturan dosis lansia: Disarankan memulai dari dosis terendah yaitu 5 mg per hari.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Flunarizine 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Frego 5 mg 10 Tablet
Frego merupakan salah satu merek paten yang mengandung Flunarizine Hydrochloride. Dengan dosis 5 mg, sediaan ini sangat ideal bagi pasien yang baru memulai terapi atau pasien lanjut usia yang lebih sensitif terhadap efek samping kantuk dan peningkatan nafsu makan yang sering ditimbulkan oleh flunarizine.
Manfaat Frego mencakup penanganan gangguan sirkulasi serebral (otak), gangguan sirkulasi perifer, mencegah serangan migrain, serta meredakan gejala vertigo, pusing, telinga berdenging, dan nistagmus. Obat ini bekerja sebagai penekan sistem vestibular (vestibular suppressant) yang menenangkan saraf-saraf yang kelewat aktif saat terjadi gangguan keseimbangan.
Dosis dan aturan pakai:
- Aturan dosis dewasa: 1 hingga 2 tablet (5-10 mg) per hari, diminum sekaligus pada malam hari sebelum tidur.
- Jika setelah 2 bulan pemakaian terus-menerus tidak ada perbaikan gejala yang signifikan, penggunaan obat ini biasanya akan dievaluasi ulang atau dihentikan oleh dokter.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Frego 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Tebokan Spesial 80 mg 10 Tablet
Sebagai tambahan dan terapi pendukung di luar perdebatan “flunarizine vs betahistine”, Tebokan Spesial hadir sebagai opsi fitofarmaka/suplemen kesehatan saraf. Obat ini mengandung ekstrak Ginkgo biloba (EGb 761) yang sangat murni. Senyawa aktif ginkgolida dan bilobalida di dalamnya berfungsi ganda sebagai neuroprotektif (melindungi sel saraf dari kerusakan akibat radikal bebas) dan meningkatkan mikrosirkulasi darah ke otak serta kapiler telinga.
Manfaat utama dari Tebokan Spesial adalah membantu memperbaiki suplai oksigen dan nutrisi ke otak. Hal ini sangat berguna untuk meringankan keluhan pusing, vertigo ringan, tinitus (telinga berdenging), serta membantu memperbaiki daya ingat dan konsentrasi yang sering kali menurun pasca serangan vertigo berat.
Dosis dan aturan pakai:
- Aturan dosis dewasa: 1 tablet, diminum 2 kali sehari. Sebaiknya diminum secara teratur untuk mendapatkan efek optimal dari perbaikan sirkulasi darah.
- Tidak dianjurkan untuk anak-anak, wanita hamil, dan pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah tanpa pengawasan dokter.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Tebokan Spesial 80 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Pertolongan Pertama Saat Serangan Vertigo Datang
- Segera cari tempat untuk duduk atau berbaring di permukaan yang datar agar tidak terjatuh.
- Fokuskan pandangan pada satu titik objek yang diam di depan kamu selama beberapa menit hingga dunia terasa berhenti berputar.
- Gunakan bantal ekstra saat tidur agar posisi kepala sedikit lebih tinggi, ini membantu mencegah cairan di telinga dalam bergeser drastis.
Perbedaan Utama Flunarizine dan Betahistine
1. Mekanisme Kerja dan Target Keluhan
Perbedaan paling mendasar terletak pada cara kerjanya. Betahistine fokus pada perbaikan aliran darah di telinga bagian dalam dan mengurangi tekanan cairan endolimfe, sehingga menjadikannya “standar emas” untuk penderita Penyakit Meniere. Sebaliknya, Flunarizine bekerja di tingkat seluler dengan memblokir saluran kalsium di otak dan pembuluh darah. Hal ini membuat Flunarizine lebih unggul untuk pasien yang memiliki riwayat migrain yang disertai dengan vertigo (migrainous vertigo).
2. Profil Efek Samping
Betahistine cenderung memiliki efek samping yang lebih ringan, seperti ketidaknyamanan lambung, mual ringan, atau sakit kepala sementara, dan tidak menyebabkan kantuk. Oleh karena itu, betahistine lebih aman diminum pada siang hari. Di sisi lain, Flunarizine memiliki sifat depresan sistem saraf pusat ringan yang menyebabkan kantuk, rasa lelah, dan terkadang peningkatan berat badan. Inilah alasan mengapa dokter menyarankan flunarizine diminum pada malam hari.
Studi Terkait Penanganan Vertigo
The Journal of International Medical Research menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa baik flunarizine maupun betahistine memiliki efikasi yang signifikan dalam mengurangi frekuensi dan keparahan serangan vertigo. Namun, pemilihan obat harus dipersonalisasi.
Studi tersebut menyoroti bahwa pasien dengan vertigo yang terkait masalah sirkulasi telinga dalam menunjukkan perbaikan lebih cepat dengan betahistine. Sementara itu, pasien dengan vestibular migrain menunjukkan pengurangan gejala yang jauh lebih memuaskan setelah diberikan terapi flunarizine selama beberapa minggu. Keputusan medis yang tepat sangat bergantung pada anamnesis yang akurat oleh dokter.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika keluhan pusing berputarmu tidak kunjung membaik setelah beristirahat, atau disertai dengan gejala bahaya seperti bicara cadel, kelemahan anggota gerak, atau penglihatan ganda, segeralah mencari pertolongan medis karena kamu bisa melakukan konsultasi dokter secara online maupun offline untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Selain itu, kamu juga bisa beli obat dengan praktis dan cepat, 100% asli dan produk diantar ke rumah melalui Toko Kesehatan Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Vertigo – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Vertigo: Causes, Symptoms, and Treatments.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Betahistine for Meniere’s disease or syndrome.
PubMed. Diakses pada 2024. Flunarizine in the management of vertigo.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Gejala dan Penanganan Vertigo.
FAQ
1. Mana yang lebih kuat antara flunarizine vs betahistine?
Tidak ada yang secara absolut “lebih kuat”, karena keduanya mengobati vertigo dengan cara yang berbeda. Betahistine lebih efektif untuk masalah telinga dalam seperti Meniere, sedangkan Flunarizine lebih unggul untuk vertigo yang berhubungan dengan migrain atau gangguan aliran darah otak.
2. Bolehkah minum flunarizine dan betahistine secara bersamaan?
Penggunaan kedua obat ini secara bersamaan tidak dianjurkan kecuali atas instruksi ketat dari dokter spesialis saraf atau THT. Karena mekanisme kerjanya berbeda, penggunaannya bersamaan tanpa pengawasan bisa memicu interaksi obat dan meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.
3. Berapa lama obat vertigo seperti ini boleh diminum?
Durasi pengobatan sangat bervariasi. Untuk fase akut, biasanya diberikan selama beberapa hari hingga 2 minggu. Namun untuk pencegahan (profilaksis) seperti pada penyakit Meniere atau migrain kronis, dokter bisa meresepkannya hingga beberapa bulan dengan pemantauan berkala.
4. Apakah penyakit vertigo bisa sembuh total?
Tergantung pada penyebab dasarnya. Vertigo akibat infeksi telinga atau BPPV seringkali bisa sembuh total dengan obat dan manuver fisik (seperti manuver Epley). Namun, jika disebabkan oleh penyakit kronis seperti Meniere, vertigo mungkin tidak bisa sembuh total namun gejalanya sangat bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan obat-obatan yang tepat.


