• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran Sering Kambuh, Bagaimana Cara Menanganinya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran Sering Kambuh, Bagaimana Cara Menanganinya?

Biduran Sering Kambuh, Bagaimana Cara Menanganinya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 Desember 2020
Biduran Sering Kambuh, Bagaimana Cara Menanganinya?Biduran Sering Kambuh, Bagaimana Cara Menanganinya?

Halodoc, Jakarta – Pernah mengalami kondisi bentol-bentol merah secara tiba-tiba? Wah, bisa jadi kamu mengalami biduran atau yang dikenal juga sebagai urtikaria. Biduran sendiri merupakan kondisi ruam kemerahan yang terjadi pada kulit akibat paparan pemicu. Namun, bukan hanya reaksi alergi yang memicu biduran. Mulai dari kondisi stres, efek samping obat, gigitan serangga, hingga infeksi berisiko mengakibatkan biduran pada kulit.

Baca juga: Benarkah Biduran Bisa Menular? Ini Faktanya

Selain bentol, kulit yang terasa gatal juga menjadi tanda lain dari gejala biduran. Namun, benarkah biduran menjadi penyakit kambuhan? Lalu, apakah kondisi ini dapat diatasi? Nyatanya, banyak cara alami yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi biduran yang sering kambuh. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa ulasannya, di bawah ini!

Kenali Penyebab Biduran

Biduran dikenal juga sebagai urtikaria atau hives. Gejala utama dari kondisi ini adalah munculnya bentol kemerahan pada kulit. Selain ukuran yang berbeda, terkadang bentol yang muncul disertai dengan rasa gatal. Kondisi ini akan muncul pada bagian tubuh yang rentan terpapar pemicu, seperti tangan dan kaki.

Melansir Medical News Today, biduran terjadi akibat adanya reaksi tubuh terhadap faktor pemicu alergi. Kondisi ini membuat tubuh melepaskan histamine pada permukaan kulit, sehingga menimbulkan peradangan dan penumpukan cairan.

Biduran memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu biduran akut dan kronis. Biduran akut menjadi jenis yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Namun, umumnya biduran akut dapat hilang dengan sendirinya. Berbeda dengan biduran akut, biduran kronis memerlukan penanganan medis untuk mengatasi gejala.

Baca juga: Wajah Membengkak karena Biduran, Ini Penanganannya

Lalu, apa yang penyebabnya? Biduran sendiri disebabkan oleh penggunaan obat, alergi makanan, paparan serbuk sari tanaman, paparan parasit, perubahan cuaca, gigitan serangga, hingga paparan bahan kimia. Pada biduran akut, gejala yang muncul umumnya berupa bentol-bentol disertai dengan rasa gatal. Umumnya, gejala akan menghilang dengan sendirinya ketika pengidap biduran akut menghindari faktor pemicu biduran.

Sedangkan biduran kronis, akan mengalami gejala hampir serupa dengan biduran akut, tetapi disertai dengan beberapa kondisi lainnya, seperti pembengkakan pada area bibir, kelopak mata, tenggorokan, dan sesak nafas. Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala ini!

Penanganan Biduran yang Sering Kambuh

Untuk mencegah kondisi ini terjadi secara berulang, tentunya kamu perlu menghindari berbagai pemicu yang dapat meningkatkan risiko biduran. Lalu, bagaimana kalau biduran terjadi secara berulang atau sering kambuh? Untuk biduran akut, kamu dapat melakukan beberapa perawatan sederhana di rumah, seperti mandi dengan air hangat dan kompres air dingin pada bagian yang bentol.

Melansir American College of Allergy, Asthma, and Immunology, menggunakan pakaian yang longgar bisa dilakukan sehingga gatal yang dirasakan akan mereda. Selain itu, jangan lupa menjaga suhu ruangan tetap nyaman agar biduran yang kamu rasakan menjadi pulih. Selain perawatan tersebut, biduran kronis perlu diatasi dengan beberapa jenis penggunaan obat. Pengidap biduran kronis perlu mendapatkan obat antibiotik.

Baca juga: Kunyit Ampuh untuk Usir Biduran, Apa Kata Dokter?

Itulah beberapa penanganan yang perlu dilakukan untuk mengatasi biduran yang sering kambuh. Biduran kronis terkadang menyebabkan kondisi tidak nyaman, hingga stres pada pengidapnya. Untuk itu, gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
American College of Allergy, Asthma, and Immunology. Diakses pada 2020. Hives (Urticaria).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Hives.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Are Hives (Urticaria).
Web MD. Diakses pada 2020. Hives and Your Skin.