• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Biduran Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Biduran di kulit kamu tidak kunjung sembuh? Kemungkinan kamu sedang mengalami biduran kronis. Kebanyakan orang selalu menghubungkan gatal dan biduran dengan kebersihan, seperti apakah kamu rajin atau jarang mandi. Hanya saja muncul rasa gatal tidak hanya soal masalah tidak menjaga kebersihan tubuh. 

Seseorang dapat merasakan gatal hingga jadi biduran disebabkan oleh alergi dari suatu zat yang membuat imun tubuh bereaksi. Salah satu kondisi yang dapat terjadi karena reaksi alergi yaitu biduran. Gangguan kulit ini disebut juga sebagai urtikaria yang terjadi saat tubuh mengalami ruam merah dan muncul secara tiba-tiba. Biduran bisa menimbulkan gangguan kulit yang kronis, sehingga perlu untuk tahu bagaimana cara mengatasinya. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

Mengatasi Biduran Kronis di Kulit

Biduran yang sudah kronis terjadi pada kulit, biasanya ditandai dengan ruam merah disertai rasa gatal. Biduran dapat terjadi di semua bagian tubuh. Gatal akibat biduran akan menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Biduran dikatakan kronis jika gangguan kulit ini terjadi selama enam minggu dan gejalanya datang dan pergi selama bertahun-tahun. 

Rasa ketidaknyamanan dan gatal yang ditimbulkan biduran, membuat kamu harus tahu bagaimana cara untuk mengatasi biduran kronis. Karena jika biduran kronis dibiarkan justru akan menimbulkan risiko yang berbahaya terkait reaksi kulit yang muncul. Berikut beberapa cara ampuh yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi biduran kronis:

1. Konsumsi Antihistamin

Perawatan paling awal yang dapat dilakukan untuk mengatasi biduran kronis yaitu dengan mengonsumsi antihistamin. Beberapa obat jenis antihistamin yang dapat diberikan untuk mengatasi biduran kronis adalah simetidin, ranitidin, dan klorfeniramin. 

Perawatan biasanya dilakukan dengan konsumsi antihistamin tanpa obat penenang pada siang hari dan dengan obat penenang di malam hari. Dalam jumlah dosis yang disesuaikan, semua obat antihistamin memiliki kemanjuran yang sama. 

Dokter mungkin akan melipatgandakan dosis yang ada jika pengidap biduran kronis tidak menimbulkan kemauan saat diberikan dosis standar. Penggantian jenis antihistamin dapat diberikan apabila terjadi gangguan pencernaan. Maka itu, penting untuk mencari kombinasi yang tepat untuk pengobatan ini.

Baca juga: Tidak Kena Air Bisa Jadi Obat Biduran Ampuh?

2. Minum Obat Histamin Blocker

Selain obat sebelumnya, kamu dapat mengatasi biduran kronis dengan mengonsumsi histamin blocker. Obat ini digunakan dengan cara disuntik atau diminum. Beberapa contoh obat jenis ini diantaranya simetidin, ranitidine, dan famotidine. Jika kamu mengalami gangguan biduran kronis dan bingung harus bagaimana, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai tindakan yang harus dilakukan. 

3. Obat Antiinflamasi

Obat ini juga dapat dikonsumsi agar biduran kronis dapat diatasi. Obat kortikosteroid ini dapat mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Beberapa obat dikonsumsi secara oral, yaitu prednison. Namun, jenis obat ini dapat menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu lama.

Baca juga: Biduran, Alergi atau Penyakit?

4. Aplikasikan Losion pada Kulit Biduran

Rasa gatal yang muncul akibat biduran terkadang sulit untuk ditahan sehingga memicu rasa ingin menggaruk. Namun jika kamu menggaruk bagian yang gatal malah memperburuk kondisi. Hal ini dapat menyebabkan kulit kering, untuk itu perlu untuk menjaga kelembapan dengan cara mengaplikasikan losion pada bagian kulit biduran. 

Nah, jika kamu sudah tahu bagaimana cara untuk mengatasi biduran yang tidak kunjung sembuh atau kronis, diharapkan agar gangguan kulit ini tidak kambuh lagi. Kulit mulus yang sehat pun akan kembali, serta ruam-ruam merah pun hilang. Jadi, usahakan untuk mencegah gangguan tersebut kembali dengan menghindari pemicunya, ya!

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Chronic Urticaria And Treatment Options.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic hives.