• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Anak Mulai Sekolah Mengalami Gangguan Kecemasan?

Bisakah Anak Mulai Sekolah Mengalami Gangguan Kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Memulai sekolah untuk pertama kali bisa membuat anak-anak stres dan cemas. Mereka tiba-tiba terlempar ke lingkungan asing, menghadapi tekanan untuk mempelajari keterampilan akademis baru dan menjalin hubungan dengan teman sebaya. Beberapa mungkin berhasil, tetapi yang lain bisa jadi membutuhkan dukungan lebih untuk melalui transisi ini.

Mengutip laman The Conversation, penelitian menemukan bahwa pada usia enam hingga tujuh tahun, tepat setelah anak-anak mulai bersekolah, 14 persen anak-anak Australia memiliki masalah emosional tingkat tinggi. Masalah emosional tersebut umumnya mengacu pada gejala depresi dan gangguan kecemasan, keluhan somatik (fisik) seperti sakit kepala, dan perilaku menyendiri.

Ada sekitar 1,5 juta anak berusia enam hingga tujuh tahun bersekolah di Australia. Ini berarti sekitar 200.000 dari mereka menghadapi masalah emosional. Masalah ini menjadi lebih buruk seiring dengan kemajuan anak-anak di sekolah. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tiga tahun kemudian, ketika kelompok yang sama dari anak-anak berusia 10 - 11 tahun, sekitar 60.000 anak telah mengembangkan gejala depresi atau kecemasan.

Baca juga: Gangguan Kecemasan Jadi Mimpi Buruk, Ini Penyebabnya

Penyebab Kecemasan pada Anak saat Mulai Sekolah

Bagaimana anak-anak mengatur emosi mereka adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan emosional mereka, terutama selama masa transisi ke sekolah. Masa-masa ini adalah periode ketika anak-anak menghadapi tuntutan yang meningkat untuk mengatur emosi mereka di sekolah formal.

Sekolah adalah konsep abstrak bagi anak yang belum pernah mengalaminya sebelumnya. Orang-orang dan rutinitas yang tidak dikenalnya bisa menakutkan baginya. Beberapa anak prasekolah mungkin juga mengalami kecemasan akan perpisahan yang berkepanjangan dengan orangtuanya. 

Sebab sejak lahir hingga usia prasekolah, anak-anak cenderung menghabiskan sebagian besar waktu bersama orangtuanya. Itulah sebabnya salah satu faktor lain yang bisa menimbulkan kecemasan pada anak saat mulai sekolah adalah teman-teman sebayanya. 

Karena baru kenal, bukan tidak mungkin jika anak mengalami kecemasan, dan kesulitan bergaul dengan teman-temannya, atau bahkan diganggu oleh anak lain. Hal ini menuntut anak-anak untuk mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan berteman dan menjaga persahabatan, seperti kerja sama, simpati, dan membantu orang lain.

Baca juga: Punya Kecemasan Sosial? Coba Siasati dengan Ini

Cara Mengenali dan Membantu Anak yang Alami Kecemasan saat Mulai Sekolah

Biasanya, anak-anak dengan gangguan kecemasan akan menunjukkan berbagai gejala terkait stres atau kecemasan. Anak-anak prasekolah mungkin berbicara tentang ketakutan mereka terhadap sekolah dan meminta orangtuanya terus menemaninya saat di sekolah.

Selain itu, mereka mungkin juga mengeluh tentang sakit perut atau sakit kepala, atau mereka akan mengamuk saat ibu membangunkannya di pagi hari dan memintanya bersiap ke sekolah. Jika melihat tanda-tanda seperti itu pada anak, ibu perlu mengambil langkah. 

Sucheta Connolly, M.D., seorang psikiater anak dan direktur Pediatric Stress and Anxiety Disorders Clinic, di University of Illinois, Chicago, merekomendasikan untuk mengajak anak tur beberapa hari sebelum mulai masuk sekolah. 

Bicaralah dengan terbuka dan bersemangat kepada anak tentang rutinitasnya yang akan datang. Jika ia cenderung mengalami masalah dengan situasi sosial baru, aturlah teman bermain dengan beberapa teman sekelas baru sebelum sekolah dimulai.

Pertimbangkan juga bermain peran di rumah. Banyak anak secara kognitif siap untuk sekolah, tetapi kesulitan untuk menegaskan diri mereka secara sosial. Gunakan boneka, boneka, atau boneka binatang untuk memerankan situasi sosial yang membuat mereka cemas, seperti pertama kali bertemu guru.

Baca juga: 5 Tanda Anxiety Disorder yang Perlu Diketahui

Lalu, saat hari pertama sekolah tiba, terkadang yang terbaik adalah memberitahu anak bahwa ibu akan tinggal selama beberapa menit untuk membantunya merasa tenang. Beri ia suatu benda, seperti boneka kecil, untuk dimasukkan ke dalam sakunya, untuk mengingatkannya pada ibu. Jadi ia bisa mengeluarkannya jika ia merasa sedih. 

Jika menurut ibu masalahnya serius, ibu dapat berbicara secara pribadi dengan guru. Banyak anak pada awalnya sedikit menangis, tetapi kebanyakan dari mereka akan gembira dalam beberapa menit.

Ibu juga dapat memberi penghargaan kepada anak-anak karena telah mengambil langkah-langkah positif menuju kemandirian. Misalnya, tempelkan stiker pada bagan yang ibu buat, setiap hari ia masuk sekolah tanpa menangis atau rewel. Lalu, ketika ia mendapatkan sejumlah stiker, ajak ia jalan-jalan atau kabulkan permintaan kecilnya.

Jangan lupa juga pastikan kesehatan Si Kecil terjaga, dengan memberinya asupan makanan bergizi seimbang, mengajaknya berolahraga rutin, dan istirahat yang cukup. Bila perlu, gunakan aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin anak, agar daya tahan tubuhnya lebih terjaga.

Referensi:
The Conversation. Diakses pada 2021. More Children Are Starting School Depressed And Anxious – Without Help, It Will Only Get Worse.
Parents. Diakses pada 2021. School Anxiety in Children: Causes, Signs, and What to Do.