• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Bayi dengan HIV Tumbuh Normal?

Bisakah Bayi dengan HIV Tumbuh Normal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjalankan gaya hidup yang sehat menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit ini disebabkan oleh satu jenis virus menular yang merusak sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat menghancurkan sel CD4 dalam tubuh. Semakin banyak sel CD4 yang dirusak oleh HIV maka sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi optimal. 

Baca juga: Pengidap HIV/AIDS Bisa Hidup Normal, Ini Faktanya

Berbagai cara penularan dapat terjadi. Mulai dari melakukan hubungan intim dengan pengidap, penggunaan jarum suntik bersama, hingga proses persalinan dan menyusui. Ya, bukan hanya pada orang dewasa, HIV pun dapat diidap oleh bayi yang baru dilahirkan. Lalu, bisakah bayi dengan HIV tumbuh dengan normal? Berikut ulasan mengenai HIV pada bayi!

Tumbuh Kembang Bayi dengan Kondisi HIV

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2005 terdapat sekitar 540.000 anak dibawah 15 tahun yang mengalami HIV akibat penularan dari ibu ke anak. Bahkan, di Afrika, 95 persen bayi dengan HIV mengalami penularan semenjak dalam kandungan, proses persalinan, hingga menyusui. 

Lalu, bisakah mereka tumbuh normal seperti anak lainnya? Di Afrika, sekitar 25 – 30 persen bayi yang mengalami HIV meninggal sebelum usia satu tahun. Sedangkan 50 – 60 persen dapat bertahan hidup hingga usia 2 tahun. 

Tentunya, menjalani tumbuh kembang dengan penyakit HIV bukanlah hal yang mudah bagi pengidap HIV maupun orangtua. Pengobatan bisa dilakukan dengan menjalani Antiretroviral Therapy (ART). Bayi dengan HIV yang tidak mendapatkan perawatan ART biasanya lebih mudah mengalami berbagai gangguan kesehatan hingga kematian.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Pengidap HIV

Namun, pemberian ART bukanlah hal yang mudah dan tanpa masalah. ART dapat menyebabkan berbagai efek samping pada bayi maupun anak. Mulai dari diare, batuk, hingga penurunan nafsu makan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan yang semakin buruk pada bayi maupun anak-anak.

Kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang diterima oleh anak dapat memengaruhi pertumbuhan. Untuk itu, saat anak menjalani perawatan sebaiknya ibu pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang tepat bagi kesehatan tubuh. Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare. 

Tidak hanya menjalankan pengobatan dan memperhatikan asupan nutrisi. Ibu juga perlu memberikan dukungan moral pada anak mengenai penyakit yang diidapnya. Pastikan anak mendapatkan dukungan penuh dari keluarga agar terhindar dari kondisi stres maupun depresi. 

Gejala HIV pada Bayi

Nyatanya, gejala akan dialami berbeda-beda oleh tiap bayi. Ada yang memiliki gejala di awal setelah paparan virus HIV. Namun, ada juga yang mengalami gejala bersama dengan proses tumbuh kembangnya. 

Jika orangtua memiliki riwayat HIV, tidak ada salahnya ketahui beberapa gejala umum yang dialami oleh bayi dengan HIV, seperti:

  1. Anak tidak menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan sesuai dengan usianya. Biasanya, bayi dengan HIV akan kesulitan untuk menambah berat badan.
  2. Perkembangan motorik dan sensorik tidak sesuai dengan usianya. Bayi dengan HIV akan memiliki perkembangan motorik dan sensorik yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.
  3. Bayi dengan HIV akan mengalami gangguan perkembangan pada otak. Hal ini menyebabkan mereka akan mengalami kesulitan mengingat.
  4. HIV akan membuat bayi lebih mudah terserang penyakit. Mulai dari batuk, diare, hingga infeksi telinga.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Penularan HIV dari Ibu ke Bayi?

Itulah beberapa gejala yang perlu diwaspadai terkait penyakit HIV pada bayi. HIV pada bayi dapat dicegah dengan memeriksa kondisi kesehatan ibu sebelum merencanakan kehamilan. 

Gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai pemeriksaan yang perlu dilakukan terkait pencegahan HIV pada bayi. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Children With HIV and AIDS.
World Health Organization. Diakses pada 2020. HIV in Children.
Healthline. Diakses pada 2020. What You Should Know About HIV in Children.
World Health Organization Journal. Diakses pada 2020. Growth Failure in HIV-Infected Children.