• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Ibu Hamil Mengalami Penyakit Asam Urat?

Bisakah Ibu Hamil Mengalami Penyakit Asam Urat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Penyakit asam urat atau dikenal dengan sebutan “gout” bisa terjadi pada siapa saja. Ditandai dengan gejala nyeri tidak tertahankan dan pembengkakan di persendian, terutama sendi lutut, pergelangan kaki, jari tangan, dan jari kaki. 

Ketimbang wanita, pria lebih rentan mengalami penyakit asam urat, terutama pada usia 30 tahun ke atas. Namun, bukan berarti penyakit asam urat tidak bisa terjadi pada wanita. Pada wanita, penyakit ini lebih umum terjadi setelah memasuki masa menopause. Lalu, apakah ibu hamil bisa mengalami penyakit asam urat?

Baca juga: Ini Batas Kadar Asam Urat yang Normal Bagi Pria

Risiko Ibu Hamil Mengalami Penyakit Asam Urat Rendah

Penyakit asam urat bisa terjadi pada ibu hamil. Namun, sebenarnya risiko ibu hamil mengalami penyakit asam urat terbilang rendah. Mengutip hasil penelitian dalam jurnal Gynecologic and Obstetric Investigation, disebutkan bahwa risiko mengalami penyakit asam urat saat hamil sangat rendah. Hal ini karena kadar hormon estrogen yang lebih tinggi selama hamil, diyakini dapat melindungi wanita dari serangan penyakit asam urat akut. 

Menurut Gerald G. Briggs, B.PHARM., FCCP, spesialis klinis apoteker di Miller Children's Hospital di Long Beach, California, mengutip MDedge Rheumatology, penyakit asam urat saat hamil terjadi dengan perbandingan 1,5 kasus per 10.000 pasien per tahunnya. Namun, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Tips Mengatasi Asam Urat Saat Hamil

Meski penyakit asam urat jarang terjadi saat hamil, ibu sebaiknya tetap mewaspadainya. Terutama jika memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya. Jika ibu mengalami penyakit asam urat saat hamil, berikut ini tips yang bisa dilakukan:

1.Ubah Pola Makan

Mengutip laporan yang dipublikasikan di Colombian Journal of Rheumatology, disebutkan bahwa mengatasi penyakit asam urat saat hamil merupakan tantangan bagi dokter. Sebab, informasi tentang keamanan obat-obatan yang biasa digunakan dalam perawatan bisa dibilang terbatas.

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Meski begitu, secara umum, pengobatan penyakit asam urat saat hamil difokuskan pada pemantauan dan pemeliharaan fungsi ginjal, evaluasi dan pengobatan penyakit bawaan, dan pencegahan serangan akut. Salah satu upaya pengobatan yang bisa dilakukan adalah menjaga pola makan.

Pola makan yang direkomendasikan untuk mengatasi penyakit asam urat saat hamil adalah yang rendah purin. Mengutip laman Arthritis Foundation, beberapa makanan tinggi purin yang perlu dihindari saat mengalami penyakit asam urat adalah:

  • Minuman beralkohol.
  • Beberapa jenis makanan laut dan ikan, seperti kerang, ikan teri, sarden, dan ikan kod.
  • Beberapa jenis daging, seperti kalkun, daging sapi muda, daging rusa dan daging organ seperti hati.

Sebaiknya batasi juga konsumsi makanan dengan kadar purin sedang, seperti daging sapi, ayam, bebek, dan babi, serta makanan laut seperti kepiting, lobster, tiram dan udang.

2.Pastikan Tubuh Terhidrasi dengan Baik

Selama hamil, sangat penting untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Caranya, adalah dengan minum air putih yang cukup, minimal 8 gelas per hari, atau lebih jika banyak aktivitas atau cuaca sedang panas. 

Minum air putih yang cukup agar tubuh terhidrasi dengan baik juga menjadi upaya untuk menghindari risiko penyakit asam urat saat hamil. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kadar asam urat dalam tubuh dapat meningkat, dan kemampuan ginjal untuk membuangnya jadi berkurang. Oleh karena itu, pastikan kamu minum air putih yang cukup selama hamil, ya. 

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Asam Urat

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyakit asam urat saat hamil. Jika ibu mengalami penyakit ini, sebaiknya segera bicarakan pada dokter, agar pengobatan yang tepat bisa diberikan. 

Agar lebih mudah, ibu bisa coba bicarakan gejala penyakit asam urat yang dialami pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat. Jika dokter meresepkan obat, ibu juga bisa langsung membeli obatnya melalui aplikasi, lho.

Referensi:
Gynecologic and Obstetric Investigation. Diakses pada 2021. Gout in pregnancy: a case report and review of the literature.
Colombian Journal of Rheumatology. Diakses pada 2021. Gout and pregnancy: A report of a new case and systematic review.
Arthritis Foundation. Diakses pada 2021. Which Foods are Safe for Gout?
MDedge Rheumatology. Diakses pada 2021. Gout During Pregnancy and Lactation.
WebMD. Diakses pada 2021. Your Gout Triggers.