• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Orang Berusia Muda Mengalami Delirium?

Bisakah Orang Berusia Muda Mengalami Delirium?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Delirium merupakan gangguan mental yang serius. Kondisi ini biasanya muncul sebagai komplikasi dari penyakit lain, termasuk penyakit mental. Selain itu, delirium juga disebut lebih rentan terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut, yaitu di atas 65 tahun. Namun, bisakan orang yang berusia lebih muda mengalami kondisi ini? Jawabannya bisa. 

Delirium bisa terjadi pada orang yang berusia muda, bahkan pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami kebingungan parah dan penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Delirium adalah gangguan mental yang disebabkan oleh perubahan dalam fungsi otak. Perubahan terjadi secara cepat dan muncul bersamaan dengan penyakit mental atau fisik lainnya. Biar lebih jelas, simak ulasan seputar delirium di artikel berikut ini! 

Baca juga: Inilah 7 Jenis Delirium yang Perlu Diketahui

Delirium dan Gejalanya yang Harus Dikenali 

Delirium terjadi karena ada perubahan fungsi pada organ otak. Kondisi ini menyebabkan pengidap delirium mengalami kesulitan dalam berpikir, sulit berkonsentrasi, gangguan mengingat, serta gangguan tidur. Secara umum, delirium biasanya bersifat sementara dan akan hilang jika penyebabnya ditangani atau dikendalikan. Maka dari itu, penangan perlu segera dilakukan untuk mengatasi delirium, terutama pada anak-anak dan remaja. 

Pada pengidap delirium, gejala yang sering muncul adalah berkurangnya kesadaran pada lingkungan sekitar, gangguan kognitif atau kemampuan berpikir yang buruk, gangguan emosional, serta perubahan perilaku. Gejala penyakit mental ini juga bisa memburuk pada kondisi tertentu, biasanya muncul pada saat malam hari. Sebab pada saat itu, lingkungan sekitar mungkin terlihat asing dan membuat pengidap delirium mengalami gejala-gejala tertentu. 

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Delirium yang Sebabkan Mental Terganggu

Ada banyak kondisi yang bisa memicu terjadinya gangguan pada otak, termasuk kurang pasokan oksigen. Kondisi tersebut kemudian bisa menjadi pemicu dan meningkatkan risiko delirium. Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab delirium, di antaranya: 

  • Mengalami penyakit kronis atau penyakit berat.
  • Kecanduan minuman beralkohol atau penyalahgunaan obat-obatan dan gejala putus obat. 
  • Keracunan obat atau zat-zat tertentu. 
  • Malnutrisi atau dehidrasi (kekurangan cairan di dalam tubuh). 
  • Operasi atau prosedur medis lainnya yang melibatkan pembiusan.
  • Gangguan tidur atau gangguan emosi. 
  • Demam, biasanya terjadi karena infeksi akut. Kondisi ini umumnya menjadi pemicu delirium pada anak. 
  • Memiliki kelainan pada otak.
  • Faktor usia, delirium rentan dialami lansia di atas 65 tahun. 
  • Memiliki riwayat delirium sebelumnya, atau gangguan mental lainnya. 
  • Mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran.
  • Memiliki beberapa penyakit atau kombinasi gangguan kesehatan. 

Jika dilihat dari gejalanya, delirium dibagi menjadi tiga jenis. Antara lain: 

1.Delirium Hiperaktif 

Pada jenis delirium ini, pengidapnya akan menunjukkan beberapa gejala yang mudah dikenali. Kondisi ini ditandai dengan gejala gelisah, mood mudah berubah, hingga berhalusinasi. 

2.Delirium Hipoaktif

Delirium hipoaktif membuat pengidapnya terlihat tidak aktif atau mengurangi aktivitas. Pengidapnya juga terlihat lesu, sering mengantuk, dan linglung atau kebingungan. 

3.Delirium Campuran 

Pada kondisi ini, pengidap delirium menunjukkan gejala yang berubah-ubah. Pengidap delirium akan sering menunjukkan perubahan gejala dari delirium hiperaktif ke delirium hipoaktif atau sebaliknya. 

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Seseorang Saat Terkena Delirium

Jika gejala delirium mulai parah dan sangat mengganggu, sebaiknya segera bawa pengidapnya ke rumah sakit. Temukan daftar rumah sakit terdekat dan sesuai kebutuhan dengan aplikasi Halodoc. Segera download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Nationwide Children’s. Diakses pada 2021. What is Delirium?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Delirium. 
Healthline. Diakses pada 2021.What Causes Delirium?