• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Wanita Menjadi Pedofilia?

Bisakah Wanita Menjadi Pedofilia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pedofilia merupakan kelainan mental (tepatnya kelainan seksual), yaitu berupa nafsu atau ketertarikan seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun. Orang yang mengidapnya disebut dengan pedofil. Seseorang dapat dianggap pedofil jika usianya minimal 16 tahun. 

Penting untuk diketahui bahwa pedofilia adalah sebuah penyakit. Tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil. Hampir semua pedofil adalah pria, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi wanita juga mengidap pedofilia.

Baca juga: Pedofilia Termasuk Penyakit Kelainan Mental, Benarkah?

Mengapa Wanita Mengidap Pedofilia?

Ada beberapa poin penting perbedaan antara pelaku pelecehan seks anak-anak dan perempuan. Secara umum, perempuan cenderung menyinggung korban yang lebih mudah dan kurang diskriminatif mengenai jenis kelamin korban. 

Ada sejumlah teori mengapa perempuan melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Para peneliti menyarankan beberapa wanita menyalahgunakan anak perempuan mereka sendiri sebagai akibat dari kecenderungan narsistik. Dalam kasus ini, kebutuhan seorang wanita yang lebih tua untuk kekaguman dan rasa mementingkan diri yang berlebihan, misalnya, menyebabkan kecemburuan pada putrinya.

Sebagian besar perempuan yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak termasuk dalam “kelompok guru/kekasih”. Ini terdiri dari wanita berusia 30-an yang menjadi korban pria dengan usia rata-rata 12 tahun. Para wanita mungkin melihat hubungan tersebut berdasarkan cinta, dan mungkin tidak melihatnya sebagai kasar atau mengenali sifatnya yang tidak pantas. 

Baca juga: 10 Hal Tentang Wanita yang Enggak Diketahui Pria

Wanita dalam kelompok ini dapat didorong oleh kebutuhan akan keintiman dan berusaha mengompensasi kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi di tempat lain. Kelompok ini dapat mencakup guru perempuan yang terlibat secara seksual dengan murid laki-laki. Mereka diinvestasikan dalam gagasan hubungan, menemukan remaja laki-laki lebih tidak mengancam daripada laki-laki seusia mereka, dan memiliki kontrol lebih besar atas hubungan itu. 

Dalam kategori lain adalah salah satu yang disebut “pelecehan predisposisi”. Wanita dalam kelompok ini sering mengalami pelecehan sendiri dan mungkin memiliki kepribadian adiktif. 

Kategori serupa yaitu disebut sebagai “penganiaya ibu”, dapat terdiri dari proporsi yang signifikan dari pelanggar seks anak perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan 4,5 kali lebih mungkin menyinggung anak kandung mereka, serta anak-anak lain dalam perawatan mereka. 

Faktor yang Membuat Seseorang Menjadi Pedofil

Sebenarnya apa yang menjadi penyebab pedofilia masih belum dapat diketahui secara pasti, karena penyakit psikologis ini belum banyak dipelajari lebih lanjut. Kesulitan untuk menentukan penyebab yang pasti juga didasari oleh perbedaan karakteristik dan latar belakang setiap orang. 

Hanya saja diduga penyebab utama dari gangguan ini datang dari faktor psikologi sosial, bukan biologis. Faktor yang memengaruhi kepribadian pengidap adalah latar belakang keluarga yang tidak normal. Dilecehkan pada usia dini juga dapat menjadi penyebabnya.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang juga memiliki pengaruh terhadap kecenderungan pedofilia, yaitu:

  • IQ rendah dan ingatan jangka pendek.
  • Kurangnya white matter pada otak.
  • Kurangnya testosteron
  • Masalah-masalah otak.

Baca juga: Jangan Diabaikan, 8 Tanda Fisik Terkena Depresi

Masalah pada otak adalah penyebab yang paling diterima di antara faktor-faktor tersebut. Pada orang normal, melihat anak-anak membuat otak mereka secara spontan dapat menghasilkan saraf untuk meningkatkan insting-insting melindungi dan menyayangi. Pada pedofil, gelombang saraf tersebut terganggu dan berakibat meningkatnya gairah seksual.

Meskipun wanita yang menjadi pedofil tidak umum dan latar belakangnya berbeda dibandingkan pria, setidaknya itulah yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mempunyai masalah yang mengganggu, kamu bisa membicarakannya pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Kamu dapat berkomunikasi dengan psikolog kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
The Conversation. Diakses pada 2020. Women also sexually abuse children, but their reasons often differ from men’s.