Ad Placeholder Image

Bokong Sebelah Kiri Sakit? Ini Penyebab dan Solusinya!

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

Nyeri pada bokong sebelah kiri bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bokong Sebelah Kiri Sakit? Ini Penyebab dan Solusinya!Bokong Sebelah Kiri Sakit? Ini Penyebab dan Solusinya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri yang tajam atau pegal yang tidak kunjung hilang di area bokong? Kondisi pantat sakit, atau secara medis sering disebut nyeri gluteal, adalah keluhan yang cukup umum terjadi. Nyeri ini bisa muncul secara tiba-tiba setelah beraktivitas fisik atau berkembang secara perlahan akibat kebiasaan tertentu, seperti duduk terlalu lama di depan komputer.

Rasa sakit di area ini sering kali dianggap sepele, namun sebenarnya area bokong terdiri dari jaringan otot yang kompleks, saraf-saraf besar seperti saraf iskiadikus (sciatica), serta sendi dan bursa yang rentan terhadap peradangan. Jika dibiarkan, rasa sakit ini tidak hanya mengganggu kenyamanan saat duduk atau berjalan, tetapi juga bisa menjalar ke area pinggang hingga ujung kaki.

Memahami penyebab pasti dari nyeri bokong sangatlah penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Apakah itu karena kelelahan otot biasa, atau justru merupakan pertanda adanya gangguan saraf yang lebih serius. Dengan penanganan awal yang benar, risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalisir secara efektif.

Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara mengatasi pantat sakit? Berikut ulasannya!

Memahami Penyebab Pantat Sakit

Nyeri pada bokong bisa bersumber dari berbagai jaringan. Salah satu penyebab paling umum adalah ketegangan otot gluteus. Otot-otot ini bekerja keras setiap kali kamu berdiri, berjalan, atau menaiki tangga. Namun, selain otot, ada faktor lain yang sering kali luput dari perhatian.

Masalah pada tulang belakang bagian bawah (lumbal) sering kali memproyeksikan rasa sakit ke area bokong. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengeluh bokong sakit padahal sumber masalahnya ada di pinggang. Selain itu, kebiasaan gaya hidup sedenter atau kurang gerak membuat otot bokong menjadi lemah dan kaku, yang pada akhirnya memicu nyeri kronis.

Berbagai Kondisi Medis Pemicu

1. Saraf Kejepit (Ischialgia/Sciatica)

Kondisi ini terjadi ketika saraf iskiadikus, yang merupakan saraf terpanjang di tubuh, mengalami tekanan atau iritasi. Gejalanya biasanya berupa nyeri tajam seperti tersetrum yang menjalar dari bokong ke bagian belakang paha hingga betis. Jika kamu merasakan gejala ini, segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

2. Sindrom Piriformis

Otot piriformis terletak jauh di dalam bokong, dekat dengan saraf iskiadikus. Jika otot ini mengalami spasme atau kaku, ia dapat menekan saraf di bawahnya. Hal ini sering dialami oleh pelari atau orang yang sering melakukan gerakan memutar pada pinggul.

3. Bursitis Iskiadikus

Bursa adalah kantong berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan jaringan lunak. Peradangan pada bursa di area tulang duduk (ischium) disebut bursitis iskiadikus. Biasanya rasa sakit akan semakin parah saat kamu duduk di permukaan yang keras dalam waktu lama.

Tips Pencegahan Nyeri Bokong
  1. Lakukan peregangan secara rutin, terutama setelah duduk selama 30-60 menit.
  2. Gunakan kursi dengan penyangga punggung yang ergonomis dan bantal duduk yang empuk.
  3. Perkuat otot inti (core muscles) dan otot bokong dengan olahraga seperti squat atau pilates.

Cara Mengatasi Nyeri Bokong

Penanganan awal untuk pantat sakit biasanya melibatkan metode konservatif yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya adalah metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Mengompres area yang sakit dengan es selama 15-20 menit dapat membantu meredakan peradangan akut.

Selain itu, penggunaan obat-obatan pereda nyeri juga bisa sangat membantu. Kamu bisa mencari berbagai produk kesehatan dan beli obat online di Halodoc untuk mengatasi gejala awal. Obat-obatan golongan analgetik atau krim otot sering kali efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.

Peregangan ringan juga sangat disarankan. Gerakan seperti pigeon pose dalam yoga atau sekadar menarik lutut ke arah dada dapat membantu melemaskan otot-otot gluteal yang tegang. Pastikan untuk melakukan gerakan secara perlahan dan tidak memaksakan jika rasa sakit justru bertambah parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak kasus pantat sakit bisa sembuh dengan istirahat, ada beberapa kondisi “bendera merah” yang mengharuskan kamu segera mencari bantuan medis profesional. Jangan menunda jika kamu mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri yang sangat hebat hingga membuat kamu tidak bisa berjalan atau berdiri.
  • Rasa mati rasa, kesemutan yang parah, atau kelemahan pada kaki.
  • Gangguan pada kontrol buang air besar atau buang air kecil (inkontinensia).
  • Nyeri yang disertai dengan demam tinggi atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Studi Mengenai Nyeri Gluteal

The Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa penguatan otot gluteus medius dan maximus secara spesifik dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan sindrom nyeri trokanterika mayor (salah satu penyebab nyeri bokong lateral).

Studi tersebut menegaskan bahwa pendekatan latihan fisik yang terukur jauh lebih efektif dibandingkan sekadar istirahat total dalam jangka panjang. Rehabilitasi yang berfokus pada mobilitas panggul terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan pasien secara signifikan.

Jika keluhan pantat sakit yang kamu alami tidak kunjung membaik setelah melakukan perawatan mandiri selama lebih dari satu minggu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis yang tepat di awal dapat mencegah kondisi berkembang menjadi nyeri kronis yang sulit disembuhkan.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan untuk meredakan nyeri dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sciatica – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Piriformis Syndrome: Symptoms, Causes & Treatment.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Gluteal Bursitis: What you need to know.
Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. Diakses pada 2026. Exercise for Gluteal Tendinopathy.

FAQ

1. Kenapa pantat sakit saat duduk lama?

Hal ini biasanya disebabkan oleh tekanan terus-menerus pada saraf iskiadikus atau bursa iskiadikus. Selain itu, posisi duduk statis membuat aliran darah ke otot bokong berkurang, sehingga memicu ketegangan dan kaku otot.

2. Apakah saraf kejepit di bokong bisa sembuh sendiri?

Sebagian besar kasus ringan dapat membaik dengan istirahat, peregangan, dan fisioterapi. Namun, jika disebabkan oleh herniasi diskus yang parah, diperlukan intervensi medis lebih lanjut dari dokter spesialis saraf atau ortopedi.

3. Apa perbedaan nyeri otot biasa dengan saraf kejepit di bokong?

Nyeri otot biasanya terasa pegal dan terlokalisir di satu titik, sementara saraf kejepit ditandai dengan sensasi tajam, panas, atau kesemutan yang menjalar (radiating pain) hingga ke paha atau betis.

4. Bagaimana posisi tidur yang baik saat bokong sakit?

Cobalah tidur menyamping dengan bantal di antara kedua lutut untuk menjaga posisi panggul tetap sejajar, atau tidur terlentang dengan bantal kecil di bawah lutut guna mengurangi tekanan pada tulang belakang bawah.

Punya Masalah Bokong Sakit yang Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri bokong yang tak kunjung hilang, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.