Ad Placeholder Image

Bolehkah Menggunakan Minyak Zaitun untuk Memasak?

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Oktober 2025

Minyak zaitun untuk memasak bisa sehat asal digunakan dengan cara yang tepat.

Bolehkah Menggunakan Minyak Zaitun untuk Memasak?Bolehkah Menggunakan Minyak Zaitun untuk Memasak?

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Minyak Zaitun dan Jenisnya?
  2. Apakah Minyak Zaitun Aman untuk Memasak?
  3. Jenis Minyak Zaitun yang Cocok untuk Memasak
  4. Tips Menggunakan Minyak Zaitun untuk Memasak agar Tetap Sehat
  5. Kesimpulan

Minyak zaitun untuk memasak makin populer karena dianggap lebih sehat dibanding minyak goreng biasa.

Kandungan lemak tak jenuh tunggal di dalamnya dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dan menjaga kesehatan jantung.

Bahkan, banyak orang yang mengganti minyak sawit atau mentega dengan minyak zaitun saat menumis atau membuat salad.

Tapi, apakah benar semua jenis minyak zaitun aman dipakai untuk memasak panas tinggi seperti menggoreng? Yuk, cari tahu faktanya.

Apa Itu Minyak Zaitun dan Jenisnya?

Minyak zaitun (olive oil) berasal dari buah zaitun yang diekstraksi secara mekanis tanpa bahan kimia tambahan.

Popularitasnya meningkat karena kaya akan monounsaturated fatty acids (MUFA), vitamin E, serta antioksidan polifenol yang bermanfaat bagi tubuh.

Namun, tidak semua minyak zaitun punya karakter sama. Ada tiga jenis utama yang sering kamu temui di pasaran:

  1. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)
    Jenis ini paling murni dan dihasilkan tanpa proses pemanasan. Kandungan antioksidannya paling tinggi, tapi titik asapnya (smoke point) juga paling rendah, sekitar 190°C. Cocok untuk salad dressing, marinasi, atau masakan suhu rendah.
  2. Virgin Olive Oil
    Hasil pemerasan kedua, dengan rasa sedikit lebih ringan dari EVOO. Titik asapnya lebih tinggi (sekitar 210°C), cocok untuk menumis ringan atau memanggang.
  3. Refined Olive Oil / Pure Olive Oil
    Sudah melalui proses penyaringan dan pemanasan, sehingga tahan suhu tinggi hingga 240°C. Jenis ini paling aman digunakan untuk memasak harian seperti menumis atau menggoreng cepat.

Apakah Minyak Zaitun Aman untuk Memasak?

Jawabannya adalah aman, asal kamu tahu cara penggunaannya. Minyak zaitun termasuk lemak sehat yang stabil hingga suhu sedang.

Artinya, minyak ini tetap aman digunakan untuk menumis, memanggang, dan bahkan menggoreng singkat (shallow frying). Namun, perlu diingat:

  • Titik asap (smoke point) adalah suhu di mana minyak mulai terurai dan menghasilkan senyawa berbahaya.
  • EVOO memiliki titik asap rendah, jadi sebaiknya hindari untuk menggoreng dalam waktu lama atau suhu tinggi.
  • Gunakan minyak zaitun olahan (refined olive oil) bila kamu ingin hasil masakan renyah tanpa mengorbankan kandungan nutrisinya.

Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.

Jenis Minyak Zaitun yang Cocok untuk Memasak

Tidak semua minyak zaitun cocok untuk semua jenis masakan. Berikut panduannya agar kamu bisa memilih yang tepat:

  1. Untuk menumis ringan atau saute:
    Gunakan virgin olive oil atau refined olive oil. Titik asapnya cukup tinggi dan rasanya tetap lembut di lidah.
  2. Untuk salad atau dressing dingin:
    Pilih extra virgin olive oil karena punya aroma dan rasa buah zaitun yang kuat serta kandungan polifenol tertinggi.
  3. Untuk memanggang (roasting) suhu sedang:
    Gunakan refined olive oil agar tidak cepat gosong dan tetap menjaga tekstur makanan.
  4. Untuk menggoreng cepat (pan-fry):
    Bisa gunakan refined olive oil, tapi jangan terlalu lama atau lebih dari 230°C.

Jika butuh inspirasi menu lainnya, simak seputar Menu Sehat – Jenis dan Manfaat untuk Kesehatan berikut ini.

Tips Menggunakan Minyak Zaitun untuk Memasak agar Tetap Sehat

Kalau kamu ingin memanfaatkan minyak zaitun untuk memasak tanpa kehilangan manfaatnya, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Gunakan suhu sedang saja.
    Hindari menggoreng dengan api besar karena panas berlebih bisa merusak antioksidan alami dalam minyak.
  2. Simpan minyak di tempat gelap dan sejuk.
    Cahaya dan panas bisa mempercepat oksidasi dan membuat minyak tengik. Simpan di botol kaca gelap dengan penutup rapat.
  3. Gunakan secukupnya.
    Meski sehat, minyak zaitun tetap mengandung kalori tinggi. Satu sendok makan mengandung sekitar 120 kalori.
  4. Kombinasikan dengan bahan alami.
    Misalnya, gunakan untuk menumis bawang putih, sayur, atau ikan. Kombinasi ini menambah manfaat antioksidan dan rasa gurih alami.
  5. Perhatikan aroma dan warna.
    Minyak zaitun murni berwarna kehijauan dan beraroma segar seperti buah zaitun. Jika warnanya terlalu pucat atau baunya tengik, sebaiknya jangan digunakan lagi.
  6. Jangan pakai berulang kali.
    Setelah digunakan untuk menggoreng, hindari memanaskannya lagi. Proses pemanasan berulang bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti aldehida.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

Kesimpulan

Minyak zaitun untuk memasak bisa jadi pilihan sehat selama kamu tahu jenis dan cara menggunakannya dengan benar.

Untuk memasak panas sedang, pilih refined olive oil, sementara extra virgin olive oil lebih baik untuk dressing atau makanan mentah.

Dengan cara penggunaan yang tepat, minyak zaitun bukan hanya membuat masakan lebih lezat, tapi juga membantu menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol.

Kalau kamu masih bingung memilih jenis minyak terbaik sesuai kebutuhan diet atau kondisi kesehatan, kamu bisa bicara dengan dokter spesialis gizi di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2025. Coconut Oil vs. Olive Oil for Heart Health.
Healthline. Diakses pada 2025. 11 Proven Benefits of Olive Oil.
WebMD. Diakses pada 2025. All About Olive Oil.