• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Pengidap Anemia Melakukan Donor Darah?

Bolehkah Pengidap Anemia Melakukan Donor Darah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Donor darah adalah salah satu perbuatan yang tidak semua orang berani atau dapat melakukannya. Padahal, kegiatan tersebut dapat membantu banyak orang yang membutuhkan, terutama dalam keadaan genting. Seseorang tidak ingin melakukan donor darah mungkin saja takut terhadap jarum suntik dan mungkin juga karena mengalami anemia.

Banyak orang yang masih bingung alasan kenapa seseorang yang mengidap anemia tidak diperkenankan untuk melakukannya, padahal tubuh dalam kondisi sehat. Untuk mengetahui hal tersebut lebih jauh, simak penjelasan lengkapnya berikut!

Baca juga: Bisakah Orang yang Terkena Hipotensi Mendonorkan Darah?

Pengidap Anemia Dilarang Melakukan Donor Darah

Seseorang yang melakukan donor darah pasti mempunyai sifat yang memikirkan orang lain, karena ketika hal tersebut dilakukan tidak ada imbalan apa pun. Namun, penting untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri sebelum melakukan tindakan terpuji itu. Salah satu syarat yang harus dilakukan untuk donor darah adalah sang pendonor tidak mengalami anemia.

Anemia disebabkan sel darah merah yang terdapat di dalam tubuh mengandung jumlah rendah hemoglobin, yaitu protein besi yang berguna untuk membawa oksigen. Padahal, seluruh tubuh membutuhkan oksigen yang terkandung pada darah agar dapat memastikan fungsinya berjalan dengan semestinya. Maka dari itu, seseorang yang mengidap anemia dapat mengalami banyak dampak pada tubuhnya.

Gangguan anemia paling sering terjadi pada wanita, terutama yang sedang hamil atau menstruasi. Maka dari itu, seseorang yang menimbulkan gejala dari anemia, seperti kelelahan, kesulitan berolahraga, dan punya kebiasaan mengunyah es batu (pagifagia), maka harus dipastikan apakah orang tersebut mempunyai gangguan tersebut. Jika iya, donor darah darinya lebih baik dihentikan.

Apabila kamu memaksakan diri atau tidak tahu jika mengidap anemia, lalu melakukan donor darah, beberapa risiko yang mungkin saja berbahaya dapat terjadi. Seseorang dengan gangguan tersebut yang mengalami kehilangan darah, bahkan meski dalam jumlah sedikit pun dapat menimbulkan dampak buruk. Kamu mungkin mengalami kelelahan, tubuh lemah, hingga sakit kepala segera setelahnya.

Baca juga: Berapa Kali Boleh Donor Darah dalam Setahun?

Salah satu syarat yang harus dipatuhi oleh setiap orang jika ingin melakukan donor darah adalah nilai hemoglobin yang sesuai. Batas yang ditentukan oleh Palang Merah dalam tes hemoglobin ketika seseorang berkeinginan melakukan donor darah adalah 12,5 g/dL untuk wanita dan 13 g/dL bagi pria. Bagi yang tidak mencapai batas itu dilarang untuk melakukan perbuatan baik tersebut.

Sangat baik untuk memastikan kesehatanmu terlebih dahulu agar tidak menjadi bumerang tersendiri bagi tubuhmu. Jika kamu tidak dapat melakukan donor darah karena anemia, banyak hal lain yang dapat dilakukan dalam mendukung hal ini. Kamu dapat menyumbang uang sebagai bantuan atau memberikan makanan ringan dan jus kepada para pendonor dan juga petugas donor.

Maka dari itu, penting untuk memastikan kesehatan diri sendiri terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah apabila mengidap anemia. Walau begitu, anemia dapat disembuhkan dengan rutin mengonsumsi makanan sehat yang mengandung zat besi, vitamin B12, dan folat. Dengan begitu, ketika anemia sudah sembuh, kamu dapat melakukan donor darah seperti orang lain.

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

Apabila kamu masih mempunyai pertanyaan terkait masalah donor darah, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya dari sudut pandang profesional. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Blood donation and anemia.
Bustle. Diakses pada 2020. Can I Donate Blood If I Have Anemia? Here Are The Requirements.