18 September 2018

Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

jenis anemia,anemia,kurang darah

Halodoc, Jakarta – Beberapa orang yang dilahirkan dengan kelainan genetik dapat menyebabkan beberapa jenis anemia termasuk anemia sel sabit, thalasemia, dan anemia fanconi. Banyak orang beranggapan anemia terjadi karena faktor dari luar, seperti pola makan yang buruk atau kurang mengonsumsi makanan yang dapat menambah darah.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Scott and White Hospital di Round Rock, Texas, AS,  mengatakan bahwasanya beberapa orang memang mewarisi persoalan genetis yang bisa menyebabkan masalah pada darah. Berikut adalah jenis-jenis anemia yang merupakan penyakit keturunan:

  1. Anemia Sel Sabit

Orang dengan anemia sel sabit biasanya memiliki gen yang dapat menyebabkan hemoglobin protein darah terbentuk secara tidak normal. Kondisi ini membuat sel darah merah yang diproduksi berbentuk sabit (tidak normal) sehingga tidak bisa membawa oksigen secara sempurna dan mudah pecah. Pada akibatnya situasi ini menyebabkan penyakit stroke, serangan jantung, pembengkakan di tangan dan kaki serta menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Umumnya kondisi anemia sel sabit ini sering terjadi kepada orang keturunan Afrika-Amerika serta Hispanik, India, dan Mediterania.

  1. Thalasemia

Thalasemia terjadi bila tubuh tidak dapat menghasilkan hemoglobin yang cukup dan berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini terjadi karena faktor genetik. Gejala yang biasanya dialami pengidap thalasemia adalah kelelahan, pembesaran limpa yang meluas, pertumbuhan tulang yang tidak semestinya, dan penyakit kuning.

  1. Anemia Pernisiosa Kongenital

Jenis anemia ini termasuk yang langka dan terjadi ketika seseorang dilahirkan dengan ketidakmampuan untuk menghasilkan faktor intrinsik protein di lambung yang membantu tubuh menyerap vitamin B12. Tanpa vitamin B12, tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang sehat sehingga menyebabkan pengidapnya menjadi anemia.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan komplikasi lain, seperti kerusakan saraf, kehilangan ingatan, dan pembesaran hati. Seperti bentuk lain dari anemia pernisiosa, kondisi ini biasanya diobati dengan suplemen vitamin B12 yang kemungkinan besar dikonsumsi seumur hidup.

  1. Anemia Fanconi

Jenis anemia ini berasal dari gangguan darah yang diturunkan yang mencegah sumsum tulang menghasilkan cukup pasokan sel darah baru bagi tubuh. Selain memiliki tanda-tanda klasik anemia, seperti kelelahan dan pusing, beberapa pengidap anemia fanconi juga berisiko lebih besar untuk mengalami infeksi karena tubuh mereka tidak menghasilkan sel darah putih yang cukup untuk melawan kuman.

Beberapa pasien juga berisiko lebih besar untuk leukemia myeloid akut, yakni sejenis kanker darah karena sumsum tulang belakang mereka membuat sejumlah besar sel darah putih yang belum matang, sehingga menghambat produksi sel darah normal.

  1. Sferositosis Herediter

Penyakit ini biasanya diturunkan dari orangtua ke anaknya dan ditandai oleh sel darah merah yang abnormal yang disebut sferosit yang tipis dan rapuh. Sel-sel ini tidak dapat berubah bentuk untuk melewati organ-organ tertentu seperti yang dilakukan sel-sel darah merah normal. Akibatnya, sel-sel itu tinggal di limpa lebih lama di mana akhirnya dihancurkan. Penghancuran sel darah merah menyebabkan anemia. Kebanyakan orang dengan sferositosis keturunan hanya mengalami anemia ringan, tetapi tekanan pada tubuh akibat infeksi dapat menyebabkan sakit kuning dan bahkan penghentian sementara produksi sumsum tulang sel darah.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai jenis-jenis anemia yang merupakan penyakit keturunan ataupun informasi mengenai kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: