• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Hanya Penggila Kebersihan, Inilah Tanda Alami OCD

Bukan Hanya Penggila Kebersihan, Inilah Tanda Alami OCD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Rasa cemas dan khawatir itu sangat wajar terjadi pada diri seseorang. Namun, waspada ketika kekhawatiran tersebut terjadi secara terus-menerus, disertai adanya pengulangan tindakan atau kegiatan untuk menghilangkan rasa cemas. Bisa jadi kamu mengalami obsessive compulsive disorder (OCD). OCD adalah gangguan mental yang dapat dialami oleh siapa saja.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh 5 Tipe Gangguan OCD

Biasanya, obsesi terhadap suatu kegiatan muncul akibat adanya kompulsi yang dilakukan oleh pengidap OCD. Ada berbagai obsesi yang umumnya dialami oleh pengidap OCD, seperti khawatir akan kebersihan dan cemas terpapar kuman yang menyebabkan suatu penyakit. Sering dianggap sebagai penggila kebersihan, sebenarnya ada beberapa tanda lainnya dari pengidap OCD.

Penyebab OCD

Obsessive compulsive disorder adalah salah satu gangguan kesehatan mental ketika pengidapnya akan merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang atau terus-menerus. OCD rentan dialami oleh seseorang yang akan memasuki usia dewasa. Hingga saat ini, penyebab OCD pun belum diketahui secara pasti. 

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa yang menyebabkan seseorang berisiko alami OCD, seperti adanya gangguan zat kimia pada bagian otak dan riwayat keluarga dengan kondisi yang serupa. Selain itu, ada beberapa faktor pemicu lainnya, pernah mengalami trauma dan juga mengalami gangguan kesehatan mental lain.

Baca juga: Trauma Masa Kecil Apakah Benar Menjadi Pemicu OCD?

Gejala Obsesif dan Gejala Kompulsi pada OCD

Kenali lebih banyak tanda-tanda yang mungkin dialami oleh pengidap OCD. Umumnya, pengidap OCD akan mengalami gejala yang bersifat obsesif dan kompulsif. Gejala ini dapat muncul secara bersamaan atau hanya mengalami salah satunya saja. 

Gejala obsesi menyebabkan pengidap mengalami pengulangan, pikiran terhadap kebiasaan secara terus-menerus, dorongan atau keinginan yang mengganggu sehingga menyebabkan perasaan cemas. Ada beberapa gejala obsesi yang sering dialami oleh pengidap OCD, seperti ketakutan terpapar kotoran atau terkontaminasi kuman, tidak dapat menerima ketidakpastian, menyukai keteraturan, dan memiliki pikiran agresif mengenai melukai diri sendiri atau orang lain. 

Umumnya, gejala obsesi akan diikuti dengan gejala kompulsi. Gejala kompulsi adalah tindakan berulang yang dilakukan pengidap OCD untuk mengurangi perasaan cemas atau ketakutan yang dialami akibat munculnya gejala obsesi.

Gejala kompulsi akan muncul sebagai pencegahan dari kejadian buruk yang dipikirkan oleh pengidap OCD. Gejala kompulsi terkadang muncul secara berlebihan dan tidak realistis sehingga kadang menyusahkan dan tidak membawa kesenangan bagi pengidapnya.

Melansir Medical News Today, ada beberapa contoh gejala kompulsi yang kerap terjadi pada pengidap OCD, seperti kebiasaan membersihkan tubuh atau tangan hingga kulit menjadi kering dan iritasi. Selain itu, pengidap OCD juga kerap memeriksa keamanan agar kondisi buruk tidak terjadi dengan memastikan keamanan secara berulang kali, misalnya pintu rumah. Pengidap OCD juga memiliki gejala kompulsi dengan selalu mengikuti kegiatan rutin yang biasa dilakukan agar semuanya dapat berjalan dengan teratur.

Baca juga: Langkah-Langkah Menghilangkan Pemikiran Obsesif

Itulah beberapa gejala dari OCD yang harus dipahami. Sayangnya, banyak pengidap OCD tidak menyadari gejala yang dimilikinya. Jadi, sebaiknya apabila kamu menunjukkan gejala-gejala di atas, segera hubungi psikolog atau psikiater melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Melakukan perawatan sejak dini dapat membantu mengurangi gejala OCD agar tidak bertambah buruk. OCD yang tidak ditangani dengan baik dapat sebabkan beberapa komplikasi, seperti gangguan kesehatan pada kulit, gangguan tidur, menurunnya kualitas hubungan sosial, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Is Obsessive Compulsive Disorder?
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Want to Know About Obsessive Compulsive Disorder (OCD).