“Mythomania adalah berbohong dengan menggabungkan khayalan dan fakta. Mereka melakukannya demi mendapatkan perhatian dan simpati dari lawan bicaranya.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Mythomania: Ketika Berbohong Menjadi Penyakit
- Perbedaan Kebohongan Biasa vs. Kebohongan Patologis
- Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Mythomania
- Penyebab Psikologis di Balik Dorongan Berbohong
- Cara Menangani dan Kapan Harus ke Dokter
- Studi Terkait
- FAQ
Berbohong terkadang dianggap sebagai bagian dari interaksi sosial manusia yang tidak bisa dihindari. Namun, tahukah kamu bahwa ada kondisi di mana seseorang tidak bisa berhenti berbohong meskipun tidak ada keuntungan yang jelas dari tindakan tersebut? Dalam dunia medis dan psikologi, kondisi ini dikenal sebagai kebohongan patologis atau pseudologia fantastica, yang sering disebut juga dengan istilah mythomania.
Kondisi ini berbeda dengan “kebohongan putih” atau white lies yang biasanya dilakukan untuk menjaga perasaan orang lain. Pada penderita mythomania, kebohongan menjadi sebuah kebutuhan kompulsif. Jika dibiarkan, perilaku ini bukan hanya merusak reputasi diri sendiri, tetapi juga menghancurkan hubungan interpersonal, karier, hingga kesehatan mental penderitanya secara keseluruhan. Memahami akar masalah ini sangat penting agar kita bisa memberikan penanganan yang tepat, bukan sekadar memberikan label negatif.
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa kebiasaan berbohong yang sudah kronis sering kali merupakan gejala dari masalah kesehatan mental yang lebih dalam, seperti gangguan kepribadian atau trauma masa lalu. Karena itu, penanganan medis dan psikologis profesional sangat diperlukan untuk membantu penderita keluar dari siklus kebohongan ini. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala penyakit yang mengarah pada gangguan perilaku, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan medis yang tepat.
Nah, mau tahu apa saja penjelasan mendalam mengenai kondisi “bohong” yang bersifat patologis ini? Berikut ulasannya!
Mengenal Mythomania: Ketika Berbohong Menjadi Penyakit
Mythomania pertama kali dideskripsikan oleh psikiater Jerman, Anton Delbrueck, pada tahun 1891. Kondisi ini merujuk pada perilaku seseorang yang menceritakan kebohongan secara terus-menerus, sering kali dengan alur cerita yang sangat detail, fantastis, namun tetap dalam batas-batas yang masuk akal bagi pendengarnya. Uniknya, pelaku sering kali percaya pada kebohongannya sendiri.
Penderita kebohongan patologis tidak berbohong untuk mendapatkan keuntungan materi yang besar atau untuk menghindari hukuman berat semata. Dorongan utamanya biasanya bersifat internal, seperti keinginan untuk mendapatkan perhatian, pengakuan, atau sekadar merasa penting di mata orang lain. Kebohongan ini menjadi mekanisme pertahanan diri terhadap rasa rendah diri atau kehampaan hidup yang mereka rasakan.
Perbedaan Kebohongan Biasa vs. Kebohongan Patologis
Untuk memahami apakah seseorang hanya sekadar “tukang bohong” biasa atau menderita kondisi medis, kita perlu melihat karakteristik kebohongannya. Berikut adalah poin-poin pembedanya:
- Motivasi: Pembohong biasa memiliki motivasi eksternal (misal: menghindari tilang atau ingin dibilang keren). Pembohong patologis sering kali tidak punya motif yang jelas; mereka berbohong karena dorongan impulsif.
- Frekuensi: Kebohongan patologis terjadi hampir setiap hari dan dalam banyak situasi, bukan hanya sesekali saat terdesak.
- Konten Cerita: Cerita pembohong patologis biasanya sangat dramatis dan menempatkan diri mereka sebagai pahlawan atau korban yang sangat malang.
- Kesadaran: Pembohong biasa tahu mereka sedang berbohong dan merasa bersalah. Pembohong patologis terkadang mulai mempercayai narasi mereka sendiri hingga batas antara kenyataan dan fiksi menjadi kabur.
Dampak Kebiasaan Berbohong bagi Kesehatan Mental
- Meningkatkan tingkat stres dan kecemasan kronis karena takut kebohongan terungkap.
- Menimbulkan perasaan isolasi sosial karena hilangnya kepercayaan dari lingkungan sekitar.
- Berisiko memicu depresi akibat beban mental dari kehidupan ganda yang dijalani.
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Mythomania
Mengenali tanda-tanda kebohongan patologis bisa menjadi tantangan karena penderitanya biasanya sangat mahir dalam bercerita. Namun, ada beberapa pola yang bisa diamati:
1. Cerita yang Terlalu Sempurna atau Terlalu Dramatis
Mereka mungkin mengklaim mengenal orang-orang terkenal, memiliki prestasi yang mustahil diraih di usia mereka, atau selamat dari berbagai tragedi maut secara berturut-turut. Cerita ini dirancang untuk memancing simpati atau kekaguman.
2. Respon Defensif Saat Dikonfrontasi
Jika kamu menanyakan detail yang tidak konsisten, penderita mythomania biasanya akan menutupinya dengan kebohongan lain yang lebih rumit atau justru marah dan memutarbalikkan fakta agar kamu merasa bersalah karena telah meragukan mereka.
3. Citra Diri yang Tidak Stabil
Kebohongan sering digunakan untuk membangun persona yang mereka inginkan namun tidak mereka miliki. Hal ini menunjukkan adanya masalah mendasar pada kepercayaan diri dan identitas diri.
Penyebab Psikologis di Balik Dorongan Berbohong
Apa yang membuat otak seseorang terbiasa memproduksi kebohongan? Para ahli menemukan beberapa faktor pemicu:
- Faktor Biologis: Beberapa studi menunjukkan adanya ketidakseimbangan kimiawi di otak atau perbedaan struktur pada prefrontal cortex, area yang mengatur pengambilan keputusan dan perilaku sosial.
- Gangguan Kepribadian: Mythomania sering kali muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian narsistik, gangguan kepribadian borderline (BPD), atau gangguan kepribadian antisosial.
- Trauma Masa Kecil: Anak yang tumbuh di lingkungan yang sangat menuntut atau tidak aman mungkin belajar berbohong sebagai cara untuk bertahan hidup atau mendapatkan kasih sayang yang kurang mereka peroleh.
Jika kamu merasa stres akibat menghadapi perilaku ini atau ingin mengelola kesehatan saraf dan otak dengan suplemen pendukung, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai vitamin dan suplemen kesehatan dengan jaminan keaslian produk.
Cara Menangani dan Kapan Harus ke Dokter
Menangani seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong patologis membutuhkan kesabaran luar biasa. Berikut langkah-langkah yang bisa diambil:
1. Hindari Konfrontasi Agresif
Menyerang mereka di depan umum hanya akan membuat mereka semakin menutup diri. Cobalah bicara empat mata dan fokus pada perasaanmu, bukan pada kesalahannya.
2. Dorong untuk Terapi Profesional
Psikoterapi, terutama Cognitive Behavioral Therapy (CBT), sangat efektif untuk membantu penderita mengenali pemicu kebohongan mereka dan mempelajari pola komunikasi yang lebih jujur.
3. Batas yang Tegas
Tetapkan batasan bahwa kamu tidak akan menoleransi kebohongan dalam hubungan kalian. Hal ini penting agar mereka menyadari ada konsekuensi nyata dari perilaku tersebut.
Studi Mengenai Kebohongan Patologis
The British Journal of Psychiatry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa individu dengan kecenderungan berbohong patologis memiliki peningkatan volume substansia alba (white matter) sebesar 22-26% di area prefrontal korteks dibandingkan orang normal.
Temuan ini menunjukkan bahwa pembohong patologis memiliki kapasitas kognitif untuk merangkai cerita yang kompleks, namun mereka kekurangan kendali emosional dan moral (yang biasanya diatur oleh substansia grasia) untuk membatasi perilaku tersebut. Hal ini memperkuat teori bahwa kondisi ini memiliki basis neurologis yang nyata.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
1. Gangguan dalam Kehidupan Sehari-hari
Jika kebiasaan berbohong sudah menyebabkan pemecatan di tempat kerja, perceraian, atau masalah hukum yang serius, bantuan psikiater atau psikolog adalah hal wajib.
2. Munculnya Gejala Depresi atau Kecemasan
Banyak penderita mythomania yang sebenarnya merasa menderita dengan kebohongan mereka sendiri. Jika muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau rasa cemas berlebih, segera cari bantuan medis.
Kesimpulannya, berbohong yang dilakukan secara terus-menerus bukan sekadar masalah moral, melainkan masalah kesehatan mental yang kompleks. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan profesional. Kamu bisa memulai langkah awal dengan melakukan konsultasi melalui aplikasi Halodoc kapan pun dibutuhkan.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Personality disorders.
Psychology Today. Diakses pada 2026. Pathological Lying: Symptom or Disease?.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Pseudologia Fantastica: Retrospective study of 20 cases.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Common Signs of a Pathological Liar.
FAQ
1. Apakah mythomania bisa disembuhkan?
Mythomania bisa dikelola dengan terapi jangka panjang. Fokus utamanya adalah mengatasi penyebab dasar, seperti rendahnya kepercayaan diri atau gangguan kepribadian yang menyertainya.
2. Apa bedanya mythomania dengan narsisme?
Mythomania adalah perilaku berbohongnya, sedangkan narsisme adalah gangguan kepribadian di mana seseorang merasa sangat superior. Orang narsis sering berbohong untuk menjaga citra mereka, namun tidak semua mythomaniac adalah orang narsis.
3. Mengapa orang berbohong meskipun sudah ketahuan?
Hal ini terjadi karena mekanisme pertahanan diri otomatis. Bagi mereka, mengakui kebohongan terasa jauh lebih menakutkan daripada terus menciptakan kebohongan baru untuk menutupi yang lama.
4. Apakah anak-anak bisa mengalami mythomania?
Pada anak kecil, berbohong sering kali adalah bagian dari imajinasi. Namun, jika perilaku ini menetap hingga usia remaja dan bersifat merusak, maka perlu dilakukan evaluasi psikologis lebih lanjut.
Punya Keluhan Kesehatan atau Gangguan Perilaku yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung menghadapi masalah perilaku yang sulit dikontrol? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



