Bukan Makin Kurus, Ketahui 4 Alasan Berat Badan Naik saat Puasa
“Jika kamu tidak ingin berat badan naik saat puasa, maka kamu harus mengubah gaya hidup selama bulan Ramadan ini. Kamu wajib menjaga asupan makanan dalam porsi yang cukup, mengutamakan makanan sehat daripada junk food, mencukupi waktu tidur, dan tetap melakukan olahraga secara teratur.”

Halodoc, Jakarta – Tidak sedikit orang yang memanfaatkan momen puasa di bulan Ramadan untuk menurunkan berat badan. Namun, menurunkan berat badan sambil puasa punya tantangan tersendiri. Bahkan ada beberapa di antaranya yang malah mengalami kenaikan berat badan.
Kamu menganggap bahwa terbatasnya waktu makan ini akan membuat asupan kalori tubuh ikut berkurang. Hal inilah yang bisa membantu memangkas lemak dan bobot tubuh. Namun kenyataannya, ada beberapa kebiasaan yang tanpa kamu sadari malah membuat berat badan kamu tidak turun atau cenderung naik.
Lantas, apa saja hal yang membuat berat badan malah naik saat puasa? Berikut ulasannya!
Hal yang Bisa Membuat Berat Badan Naik Saat Puasa
Berikut beberapa hal yang tanpa kamu sadari malah membuat berat badan kamu naik:
- Menjadikan Buka Puasa sebagai Ajang “Balas Dendam”
Puasa nyatanya sangat baik untuk membantu kamu terhindar dari kelebihan kalori yang membuat kamu mengalami kenaikan berat badan. Namun, jika kamu masih menjadikan buka puasa sebagai ajang balas dendam, maka jangan heran jika berat badan kamu malah naik.
Cukup wajar jika setelah seharian menahan rasa lapar dan haus, kamu ingin makan-makanan yang lezat. Namun, ada baiknya tetap makan secukupnya dan pilihlah menu yang sehat. Hindari atau kurangi porsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula dan kalori, atau mengandung banyak lemak.
Selama waktu berbuka puasa dan sahur, ada baiknya untuk makan banyak serat, protein, dan lemak sehat dari sumber yang juga. Misalnya, sayuran, buah-buahan, daging dan ikan tanpa lemak, serta kacang-kacangan dan biji-bijian.
Selain itu, sebenarnya ada aturan makan yang jelas dari para ahli ketika berpuasa, seperti membagi asupan kalori untuk berbuka dan sahur. Dari jumlah 2.000 kalori yang dibutuhkan rata-rata orang, cobalah untuk membagi asupan tersebut. Misalnya, sahur sebanyak 40 persen, berbuka 50 persen, dan camilan selesai salat Tarawih sebanyak 10 persen.
- Kurang Tidur
Alasan berat badan naik saat puasa lainnya adalah kebiasaan menunda tidur yang akhirnya menyebabkan kamu kurang tidur. Sudah banyak penelitian yang menyatakan kalau kurang tidur bisa membuat berat badan bertambah.
Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin yang fungsinya yang mengatur metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan. Ketika kadar hormon ini terlalu tinggi, maka tubuh akan mengalami gangguan terhadap persepsi rasa kenyang. Alhasil, tubuh akan terus-menerus merasa lapar, meskipun telah mengasup berbagai makanan.
Jadi, pastikan kamu memenuhi waktu tidur yang dibutuhkan setiap hari, yakni sekitar 8 jam sehari. Jika kamu harus memulai aktivitas setelah sahur, maka kamu harus tidur lebih cepat, seperti mulai tidur jam 8 atau 9 malam.
- Langsung Tidur Setelah Sahur
Ketika perut sudah terasa kenyang, memang rasanya paling enak untuk kembali ke atas ranjang. Memang banyak orang yang memilih untuk kembali tidur setelah menyantap menu sahur. Padahal tidur setelah makan punya efek negatif bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang. Pasalnya, saluran pencernaan belum sempat mencerna makanan yang kamu konsumsi sebelum tidur.
Hal inilah yang jadi biang keladi timbulnya gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Imbasnya, makanan yang sudah masuk ke dalam tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh. Alhasil, malah akan menumpuk di dalam tubuh dan menaikkan berat badanmu.
- Jarang Berolahraga
Penurunan aktivitas fisik juga bisa jadi alasan berat badan naik saat puasa. Memang wajar kalau semangat dan minat terhadap olahraga turun saat berpuasa. Alasannya sederhana, tubuh kekurangan energi sehingga badan terasa lemas. Belum lagi rasa kantuk yang membuat tubuh lebih menginginkan kasur ketimbang olahraga.
Apalagi ketika kamu kamu mengonsumsi kalori secara berlebih saat berbuka dan sahur. Kalori-kalori ini akan tersimpan sehingga dapat meningkatkan berat badan. Padahal, lewat olahraga kalori yang berlebih itu bisa dibakar lewat proses metabolisme sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh.
Jadi, jangan jadikan puasa sebagai alasan kamu tidak berolahraga. Sebab kamu bisa menggeser waktu olahraga kamu, seperti beberapa saat sebelum berbuka, atau setelah berbuka puasa. Namun jika kamu memilih berolahraga di waktu puasa, pastikan lakukan olahraga yang ringan saja.
Itulah hal-hal yang bisa membuat kamu mengalami kenaikan berat badan saat puasa. Kamu juga bisa minta saran dokter di rumah sakit jika hendak menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Kamu pun kini bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit menggunakan Halodoc supaya lebih praktis dan tak perlu lagi repot antre. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!


