Ad Placeholder Image

Bukan Masuk Angin, Ini Penyebab Sering Sendawa

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Sering sendawa bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang salah, seperti makan terlalu cepat atau berbicara saat makan, serta konsumsi makanan dan minuman bergas.

Bukan Masuk Angin, Ini Penyebab Sering SendawaBukan Masuk Angin, Ini Penyebab Sering Sendawa

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa perut begitu penuh hingga membuatmu terus-menerus membuang gas? Secara medis, buang gas melalui mulut dikenal dengan istilah eruktasi (sendawa), sementara pembuangan gas melalui anus disebut flatulensi (kentut). Produksi gas di dalam saluran pencernaan adalah proses fisiologis yang sangat normal. Gas terbentuk dari dua sumber utama: udara yang tidak sengaja tertelan saat kita makan atau minum (aerofagia), dan gas yang dihasilkan oleh bakteri baik di usus besar saat memecah makanan yang sulit dicerna.

Normalnya, seseorang bisa membuang gas hingga 14 sampai 23 kali dalam sehari. Namun, jika kamu mengalami sering sendawa dan kentut secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas harian, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan. Beberapa kondisi seperti dispepsia (sakit maag), Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Irritable Bowel Syndrome (IBS), intoleransi laktosa, hingga kebiasaan makan yang terlalu cepat dapat menjadi biang kerok di balik keluhan ini.

Mengatasi keluhan produksi gas berlebih sangat penting agar kamu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa malu atau perut yang terasa begah. Penanganan yang tepat bisa dimulai dari memodifikasi gaya hidup, mengatur pola makan, hingga mengonsumsi obat-obatan bebas yang dirancang khusus untuk memecah gelembung gas di dalam lambung dan usus.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk meredakan perut kembung dan gas berlebih? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Perut Kembung yang Ampuh

Jika perut terasa begah dan kamu terus-menerus membuang gas, ada beberapa produk kesehatan yang aman dikonsumsi secara mandiri untuk meredakan keluhan tersebut. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat dan herbal yang terbukti efektif:

1. Promag 10 Tablet

Promag merupakan salah satu obat antasida yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Obat ini mengandung kombinasi bahan aktif Hydrotalcite 200 mg, Magnesium Milk 150 mg, dan Simethicone 50 mg. Simethicone bekerja secara khusus untuk menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di dalam lambung dan usus. Dengan demikian, gelembung gas yang tadinya besar dan terjebak akan pecah menjadi gelembung kecil yang lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa atau kentut.

Kombinasi antasida (Hydrotalcite dan Magnesium) juga bermanfaat untuk menetralkan asam lambung yang berlebih, sehingga nyeri ulu hati, rasa panas di dada (heartburn), dan begah dapat mereda dengan cepat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak > 12 tahun: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
  • Tablet dianjurkan untuk dikunyah sebelum ditelan, dan diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan serta menjelang tidur malam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Promag 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Polysilane 8 Tablet

Mirip dengan Promag, Polysilane juga merupakan obat yang diindikasikan untuk mengatasi gangguan lambung, termasuk penumpukan gas. Polysilane Tablet mengandung Dimethicone (Simethicone) 80 mg, Aluminium Hidroksida 200 mg, dan Magnesium Hidroksida 200 mg. Kandungan anti-busa atau anti-gas (Dimethicone) dalam dosis yang cukup tinggi pada obat ini sangat efektif untuk mengurai gas yang terjebak di saluran cerna.

Obat ini bekerja lokal di saluran pencernaan tanpa diserap secara sistemik ke dalam darah, sehingga relatif aman. Manfaatnya difokuskan untuk mengatasi gejala mual, kembung, sering bersendawa, serta perih akibat tukak lambung atau gastritis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, dikonsumsi 3-4 kali sehari.
  • Sebaiknya dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan, diminum 1-2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Polysilane 8 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Sering Sendawa dan Kentut
  1. Menelan Udara (Aerofagia): Makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, merokok, atau menggunakan sedotan.
  2. Makanan Tinggi FODMAP: Mengonsumsi kacang-kacangan, kubis, brokoli, bawang, susu (jika intoleran laktosa), dan pemanis buatan.
  3. Minuman Berkarbonasi: Soda dan bir melepaskan gas karbon dioksida di dalam lambung.

3. Tolak Angin Cair 15 ml 5 Sachet

Bagi kamu yang lebih menyukai pendekatan herbal untuk mengatasi kembung yang sering dikaitkan dengan “masuk angin”, Tolak Angin Cair adalah pilihan yang tepat. Produk herbal terstandar ini mengandung ekstrak bahan alami seperti adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu. Adas dan jahe dikenal memiliki sifat karminatif, yaitu kemampuan untuk mencegah pembentukan gas di saluran pencernaan dan memfasilitasi pengeluarannya.

Selain meredakan perut kembung dan mual, Tolak Angin juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menghangatkan badan. Formulasi cairnya membuat obat herbal ini mudah diserap dan memberikan efek hangat yang menenangkan lambung secara cepat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet, diminum 3-4 kali sehari sesudah makan.
  • Bisa diminum langsung dari sachet atau dicampur dengan setengah gelas air hangat.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tolak Angin Cair 15 ml 5 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Promag Gazero Herbal 15 ml 6 Sachet

Promag Gazero Herbal merupakan sirup herbal yang diformulasikan khusus untuk meredakan kembung, begah, mual, dan masuk angin. Mengandung ekstrak jahe merah, adas, peppermint, akar manis (licorice), kunyit, ananas, royal jelly, dan madu. Komponen peppermint dan jahe merah bertindak sebagai antispasmodik alami yang melemaskan otot-otot saluran pencernaan, sehingga gas yang terperangkap dapat mengalir dan keluar dengan lebih mudah.

Ekstrak kunyit dan akar manis juga membantu melindungi mukosa lambung dari iritasi. Karena berbasis herbal, produk ini sangat nyaman di perut dan bisa menjadi alternatif jika kamu tidak ingin meminum obat berbahan kimia.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet, diminum 3 kali sehari.
  • Bisa diminum langsung atau diseduh dengan air hangat. Sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Promag Gazero Herbal 15 ml 6 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Penyebab dan Cara Alami Mengatasi

1. Perbaiki Pola dan Cara Makan

Banyak kasus perut kembung disebabkan oleh cara makan yang keliru. Hindari berbicara saat mengunyah makanan, jangan makan terburu-buru, dan pastikan makanan dikunyah hingga halus sebelum ditelan. Langkah sederhana ini secara drastis mengurangi jumlah udara luar yang masuk (aerofagia) ke dalam lambung.

2. Batasi Makanan Pembentuk Gas

Jika sistem pencernaanmu sensitif, mulailah membatasi makanan tinggi FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols). Jenis karbohidrat ini sulit diserap oleh usus halus, sehingga akan difermentasi oleh bakteri di usus besar yang menghasilkan banyak gas hidrogen dan metana. Contoh makanannya termasuk bawang putih, kembang kol, kubis, dan susu hewani.

3. Rutin Berolahraga Ringan

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki santai atau melakukan yoga setelah makan dapat membantu menstimulasi pergerakan usus (peristaltik). Pergerakan yang lancar akan mencegah gas terjebak di usus yang kerap menimbulkan rasa sakit melilit pada perut.

Studi Mengenai Perut Kembung dan Mikrobioma Usus

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa komposisi bakteri di dalam usus besar (mikrobioma usus) sangat memengaruhi frekuensi flatulensi seseorang.

Studi tersebut menemukan bahwa ketidakseimbangan bakteri usus (disbiosis) dapat memicu fermentasi karbohidrat yang berlebihan, sehingga menghasilkan produksi gas secara masif. Modifikasi diet dengan menghindari pemicu serta penggunaan probiotik jangka panjang terbukti mampu mengurangi keluhan kembung kronis secara signifikan.

Apabila gejala kembung tidak kunjung hilang, atau disertai keluhan seperti penurunan berat badan drastis, feses berdarah, atau nyeri perut yang tak tertahankan, segeralah mencari pertolongan medis untuk diagnosis lebih lanjut.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas maupun beli obat online di Halodoc dengan praktis dan pesananmu akan diantar langsung ke rumah.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Gas and gas pains – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Gas (Flatus): Causes, Symptoms, and Treatment.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet Facts.

FAQ

1. Apakah sering sendawa dan kentut itu berbahaya?

Secara umum, bersendawa dan kentut adalah proses alami tubuh untuk membuang kelebihan gas dan tidak berbahaya. Namun, jika keluhan ini terjadi terus-menerus disertai gejala seperti mual muntah, nyeri perut parah, atau diare berdarah, hal ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius seperti IBS atau infeksi saluran cerna.

2. Makanan apa saja yang harus dihindari jika sedang kembung?

Sebaiknya hindari sayuran pemicu gas tinggi seperti kol, brokoli, dan kubis Brussels. Kurangi juga konsumsi susu dan produk olahannya jika kamu intoleran laktosa, serta hindari minuman bersoda, permen karet, dan kacang-kacangan sementara waktu.

3. Kapan waktu yang tepat minum obat simethicone?

Obat yang mengandung simethicone, seperti Promag atau Polysilane, paling baik dikunyah sesudah makan dan sebelum tidur malam. Ini bertujuan untuk memecah gas yang terbentuk setelah lambung selesai mencerna makanan.

4. Bisakah stres menyebabkan perut kembung?

Sangat bisa. Terdapat hubungan kuat antara otak dan saluran pencernaan yang disebut gut-brain axis. Saat stres, motilitas usus bisa terganggu dan lambung memproduksi lebih banyak asam. Selain itu, orang yang stres atau cemas cenderung bernapas lebih cepat sehingga tidak sengaja menelan lebih banyak udara (aerofagia).