
Bumil, Ini 3 Jenis Posisi Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya
Sebagian besar posisi bayi sungsang membutuhkan persalinan caesar, karena posisi kepala yang tidak berada tepat di mulut rahim.

DAFTAR ISI
- Apa itu Posisi Sungsang?
- Jenis-Jenis Posisi Bayi Sungsang
- Penyebab dan Faktor Risiko Posisi Sungsang
- Cara Mengatasi Posisi Bayi Sungsang
- Studi Terkait
- FAQ
Memasuki trimester ketiga kehamilan, posisi janin di dalam rahim menjadi fokus utama bagi setiap ibu hamil. Idealnya, menjelang persalinan, kepala bayi akan turun ke arah panggul untuk mempersiapkan jalan lahir. Namun, dalam beberapa kasus, janin mungkin berada dalam posisi sungsang, yaitu ketika bokong atau kaki bayi berada di bagian bawah rahim.
Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi calon orang tua, terutama terkait metode persalinan yang akan dijalani. Memahami posisi sungsang bukan hanya soal mengetahui letak bayi, tetapi juga tentang memahami faktor-faktor medis yang memengaruhinya serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk membantu bayi berputar ke posisi yang benar.
Meskipun sebagian besar bayi sungsang lahir dengan selamat melalui operasi caesar, ada beberapa teknik medis dan latihan mandiri yang dapat diupayakan untuk mengoreksi posisi tersebut sebelum hari persalinan tiba. Penanganan yang tepat dan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat krusial untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi.
Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai posisi sungsang dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!
Apa itu Posisi Sungsang?
Dalam terminologi medis, posisi sungsang atau breech presentation terjadi ketika janin berada dalam posisi memanjang dengan bokong, kaki, atau keduanya berada di bagian bawah rahim. Pada kehamilan normal, janin biasanya secara otomatis berputar ke posisi kepala di bawah (cephalic presentation) antara minggu ke-32 hingga ke-36 kehamilan.
Statistik menunjukkan bahwa sekitar 3-4% kehamilan cukup bulan (full term) berakhir dengan posisi sungsang. Meskipun pada awal kehamilan janin sering bergerak bebas dan sering berada dalam posisi sungsang, seiring bertambahnya ukuran janin dan berkurangnya ruang di dalam rahim, sebagian besar janin akan menetap dalam posisi kepala di bawah.
Jenis-Jenis Posisi Bayi Sungsang
Penting untuk diketahui bahwa tidak semua posisi sungsang itu sama. Dokter spesialis kandungan biasanya mengklasifikasikan posisi ini menjadi tiga jenis utama berdasarkan letak kaki janin:
1. Frank Breech
Ini adalah jenis posisi sungsang yang paling umum. Pada posisi ini, bokong bayi berada di bawah menuju jalan lahir, sementara kedua kakinya lurus ke atas dengan kaki berada di dekat kepala. Posisi ini umumnya dianggap paling aman dibandingkan jenis sungsang lainnya jika ingin mengupayakan persalinan pervaginam, meski risiko tetap ada.
2. Complete Breech
Pada posisi complete breech, bayi terlihat seperti sedang berjongkok atau duduk bersila. Bokong berada di bawah, namun lutut dan pinggul bayi tertekuk sehingga kaki berada di dekat bokong. Posisi ini memiliki risiko tali pusat tertekuk atau terjepit saat proses persalinan.
3. Footling Breech
Kondisi ini terjadi ketika salah satu atau kedua kaki bayi berada di bawah bokong dan akan menjadi bagian pertama yang keluar melalui jalan lahir. Posisi ini dianggap paling berisiko karena adanya kemungkinan prolaps tali pusat (tali pusat keluar lebih dulu sebelum bayi), yang merupakan keadaan darurat medis.
Penyebab dan Faktor Risiko Posisi Sungsang
Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa beberapa bayi tidak berputar ke posisi kepala di bawah tidak selalu dapat dipastikan. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya posisi sungsang, antara lain:
- Volume Air Ketuban: Terlalu banyak (polihidramnion) atau terlalu sedikit (oligohidramnion) air ketuban dapat memengaruhi kemampuan bayi untuk bergerak dan berputar.
- Kehamilan Kembar: Ruang yang terbatas di dalam rahim membuat sulit bagi semua janin untuk mendapatkan posisi kepala di bawah secara bersamaan.
- Bentuk Rahim yang Tidak Normal: Rahim yang berbentuk hati (bicornuate) atau adanya fibroid (miom) di bagian bawah rahim dapat menghalangi kepala bayi untuk turun ke panggul.
- Lokasi Plasenta: Plasenta previa, atau plasenta yang menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, dapat mencegah kepala bayi masuk ke panggul.
- Riwayat Kehamilan Sebelumnya: Ibu yang pernah mengalami kehamilan sungsang sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali.
Tanda-Tanda Bayi Sungsang yang Bisa Dirasakan Bumil
- Merasakan tendangan bayi yang kuat di bagian perut bawah atau area kandung kemih.
- Merasakan benjolan keras (kepala bayi) di bagian perut atas, tepat di bawah tulang rusuk.
- Sering merasakan sesak napas karena kepala bayi menekan diafragma.
Cara Mengatasi Posisi Bayi Sungsang
Jika kamu didiagnosis memiliki bayi dengan posisi sungsang, jangan langsung panik. Masih ada beberapa cara yang bisa diupayakan untuk membantu bayi berubah posisi, baik melalui prosedur medis maupun latihan mandiri.
1. External Cephalic Version (ECV)
ECV adalah prosedur medis di mana dokter spesialis kandungan mencoba memutar posisi bayi secara manual dengan memberikan tekanan lembut pada perut ibu dari luar. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit pada usia kehamilan 36-38 minggu. Tingkat keberhasilan ECV adalah sekitar 50-60%. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga ahli karena risiko komplikasi seperti ketuban pecah dini atau perubahan detak jantung janin harus dipantau ketat.
2. Posisi Knee-Chest (Sujud)
Ini adalah latihan mandiri yang cukup populer. Bumil diminta untuk mengambil posisi bersujud dengan bokong lebih tinggi dari jantung. Lakukan selama 10-15 menit sebanyak tiga kali sehari saat perut kosong. Teori di balik posisi ini adalah gravitasi dapat membantu mendorong bayi keluar dari panggul sehingga ia memiliki ruang untuk berputar.
3. Teknik Webster
Beberapa ibu hamil memilih untuk mengunjungi chiropractor yang berspesialisasi dalam Teknik Webster. Teknik ini fokus pada penyeimbangan tulang panggul dan pengurangan ketegangan pada ligamen rahim, yang diharapkan dapat memberikan ruang optimal bagi bayi untuk berputar secara alami.
Selama masa kehamilan ini, penting juga bagi kamu untuk menjaga asupan nutrisi dan vitamin pendukung. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen kehamilan yang direkomendasikan oleh dokter dengan praktis.
4. Kapan Harus ke Dokter?
Pemeriksaan rutin dengan USG adalah satu-satunya cara pasti untuk mengetahui posisi bayi. Jika kamu merasa gerakan bayi berubah drastis atau ada ketidaknyamanan yang tidak biasa, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis yang tepat.
Studi Mengenai Keamanan Persalinan Sungsang
The Lancet menerbitkan studi berjudul “Term Breech Trial” yang menjelaskan bahwa persalinan caesar terencana secara signifikan lebih aman bagi bayi sungsang dibandingkan dengan upaya persalinan pervaginam yang direncanakan.
Studi ini melibatkan ribuan wanita di berbagai negara dan menemukan bahwa risiko kematian neonatal atau komplikasi serius jauh lebih rendah pada kelompok yang menjalani operasi caesar. Temuan ini telah mengubah standar protokol medis di seluruh dunia, di mana sebagian besar dokter saat ini menyarankan operasi caesar sebagai metode paling aman untuk bayi sungsang.
Meskipun mendengar bayi berada dalam posisi sungsang bisa mengejutkan, ingatlah bahwa teknologi medis saat ini sangat maju. Baik melalui upaya pemutaran posisi atau melalui operasi caesar, prioritas utama adalah kesehatan kamu dan sang buah hati. Tetaplah berkomunikasi aktif dengan dokter kandungan untuk merencanakan persalinan yang terbaik.
Punya Keluhan Kehamilan atau Posisi Janin? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau kekhawatiran tentang posisi janin, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada 2026. If Your Baby Is Breech.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breech Birth: What You Need to Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Breech Baby: Types, Causes, and Turning.
The Lancet. Diakses pada 2026. Planned Caesarean Section versus Planned Vaginal Birth for Breech Presentation at Term: A Randomised Multicentre Trial.
FAQ
1. Apakah bayi sungsang bisa berputar sendiri di minggu ke-38?
Meskipun jarang, bayi masih mungkin berputar di minggu-minggu terakhir. Namun, karena ruang rahim yang sudah sangat sempit, peluangnya jauh lebih kecil dibandingkan di minggu ke-32 atau ke-34.
2. Apakah posisi sungsang berbahaya bagi bayi selama dalam kandungan?
Selama bayi berada di dalam rahim dengan air ketuban yang cukup dan plasenta berfungsi baik, posisi sungsang umumnya tidak berbahaya. Bahaya biasanya baru muncul saat proses persalinan dimulai.
3. Bolehkah melakukan pijat tradisional untuk memutar bayi sungsang?
Sangat tidak disarankan. Melakukan pijat perut secara sembarangan untuk memutar bayi (pijat walik) sangat berisiko menyebabkan plasenta lepas (solusio plasenta) atau lilitan tali pusat yang membahayakan nyawa janin.
4. Apakah bayi sungsang harus selalu lahir melalui operasi caesar?
Sebagian besar dokter merekomendasikan caesar demi keamanan. Persalinan normal pada bayi sungsang hanya dilakukan dalam kondisi tertentu dan harus didampingi oleh tenaga medis yang sangat berpengalaman dalam menangani persalinan sungsang.


