Ad Placeholder Image

Bumil, Ini 3 Jenis Posisi Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Sebagian besar posisi bayi sungsang membutuhkan persalinan caesar, karena posisi kepala yang tidak berada tepat di mulut rahim.

Bumil, Ini 3 Jenis Posisi Bayi Sungsang dan Cara MengatasinyaBumil, Ini 3 Jenis Posisi Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Kehamilan adalah perjalanan yang menakjubkan bagi setiap ibu, namun tidak jarang disertai dengan berbagai kekhawatiran dan kejutan medis. Salah satu kondisi yang cukup sering membuat ibu hamil merasa cemas adalah ketika dokter menyatakan bahwa janin dalam kandungan berada dalam posisi sungsang. Posisi sungsang adalah kondisi di mana bagian bawah janin (bokong atau kaki) berada di bagian bawah rahim, bersiap untuk keluar lebih dulu, bukan kepalanya.

Pada usia kehamilan dini hingga trimester kedua, bayi masih sangat bebas bergerak dan berputar di dalam cairan ketuban karena ruang di dalam rahim masih cukup luas. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, idealnya pada minggu ke-36, sebagian besar bayi akan secara alami memutar tubuh mereka sehingga kepala berada di bawah (presentasi sefalik) bersiap untuk memasuki jalan lahir. Sayangnya, sekitar 3 hingga 4 persen kehamilan penuh waktu (aterm) berakhir dengan bayi tetap berada pada posisi sungsang.

Memahami bahwa bayi kamu berada dalam posisi sungsang sangatlah penting karena hal ini akan memengaruhi jalannya persalinan. Persalinan normal melalui vagina pada kasus bayi sungsang memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi bagi ibu maupun janin dibandingkan dengan persalinan kepala di bawah. Oleh karena itu, tenaga medis sering kali perlu mengambil langkah-langkah khusus, mulai dari mencoba memutar posisi bayi di dalam rahim hingga merencanakan persalinan melalui operasi caesar demi keselamatan bersama.

Jika kamu saat ini sedang hamil dan dokter menyatakan bahwa posisinya sungsang, kamu tidak perlu panik. Dengan panduan medis yang tepat, kondisi ini dapat dikelola dengan sangat baik. Nah, mau tahu penjelasan lebih lengkap mengenai bayi sungsang adalah kondisi seperti apa, penyebabnya, hingga bagaimana penanganannya? Berikut ulasan selengkapnya!

Apa Itu Bayi Sungsang?

Dalam istilah medis, bayi sungsang atau breech presentation adalah posisi janin di dalam rahim di mana bagian bokong atau kaki janin berada di bagian terbawah panggul ibu. Normalnya, menjelang akhir kehamilan, janin akan berputar sehingga kepalanya menghadap ke bawah rahim (jalan lahir). Kepala merupakan bagian tubuh bayi yang paling besar dan keras, sehingga fungsinya sangat krusial untuk membuka jalan lahir (serviks) selama kontraksi persalinan. Jika bukan kepala yang keluar lebih dulu, proses pembukaan jalan lahir bisa terhambat dan berisiko tinggi menyebabkan bayi terjebak saat dilahirkan.

Jenis-jenis Posisi Bayi Sungsang

Kondisi sungsang ternyata tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Dunia medis mengklasifikasikan presentasi bokong ini ke dalam tiga jenis utama, yang dibedakan berdasarkan posisi kaki dan bokong janin. Berikut adalah ketiga jenis tersebut:

1. Sungsang Frank (Frank Breech)

Ini adalah jenis posisi sungsang yang paling umum terjadi, menyumbang sekitar 65 hingga 70 persen dari semua kasus bayi sungsang. Pada posisi frank breech, bokong bayi berada di bawah mengarah ke jalan lahir, sedangkan kedua kakinya lurus ke atas dengan posisi telapak kaki berada di dekat kepala bayi (seperti posisi melipat tubuh ke depan).

2. Sungsang Komplit (Complete Breech)

Pada posisi sungsang komplit, bokong bayi juga berada di bawah mengarah ke jalan lahir, tetapi posisi kedua kakinya terlipat di lutut. Bayi tampak seperti sedang duduk bersila di dalam panggul ibu. Posisi ini menyumbang sekitar 10 hingga 30 persen dari kasus kehamilan sungsang.

3. Sungsang Kaki (Footling Breech atau Incomplete Breech)

Posisi footling breech terjadi ketika salah satu atau kedua kaki bayi memanjang ke bawah sehingga kaki tersebut akan keluar pertama kali mendahului bokong jika terjadi persalinan normal. Posisi ini cukup jarang terjadi pada kehamilan cukup bulan (aterm), namun lebih sering ditemukan pada kasus bayi lahir prematur. Posisi ini sangat berisiko tinggi menyebabkan tali pusat menumbung (tali pusat keluar lebih dulu dari bayi), sehingga persalinan caesar mutlak diperlukan.

Pentingnya Memantau Gerakan Janin!
  1. Jika kamu merasakan tendangan yang sangat kuat di area perut bagian bawah (dekat selangkangan), ini bisa menjadi pertanda bayi dalam posisi sungsang.
  2. Sensasi kepala bayi (berupa benjolan keras dan bulat) sering kali terasa di bawah tulang rusuk ibu.
  3. Selalu komunikasikan setiap perubahan pola gerakan janin kepada bidan atau dokter kandungan.

Penyebab dan Faktor Risiko Bayi Sungsang

Pada dasarnya, dokter belum bisa mengetahui secara pasti mengapa beberapa bayi memilih “duduk” di dalam rahim dan tidak mau memutar kepalanya ke bawah. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan sungsang. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Riwayat Kehamilan Sebelumnya: Ibu yang pernah memiliki riwayat melahirkan bayi sungsang sebelumnya berisiko lebih tinggi mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya.
  • Kehamilan Kembar (Multipel): Saat ada lebih dari satu bayi di dalam rahim, ruang untuk bergerak menjadi sangat terbatas. Akibatnya, salah satu atau kedua bayi mungkin tidak memiliki cukup ruang untuk memutar tubuh menjadi presentasi kepala.
  • Cairan Ketuban Tidak Normal: Terlalu banyak cairan ketuban (polihidramnion) membuat bayi terlalu leluasa bergerak dan bisa berputar kembali menjadi sungsang. Sebaliknya, terlalu sedikit cairan ketuban (oligohidramnion) membuat bayi sulit memutar tubuhnya ke posisi yang benar.
  • Bentuk Rahim Tidak Normal: Jika ibu memiliki kondisi medis seperti rahim bikornuata (rahim berbentuk hati) atau terdapat fibroid (miom) di dalam rahim, hal ini dapat menghalangi bayi untuk masuk ke panggul dengan kepala terlebih dahulu.
  • Kondisi Plasenta: Kondisi plasenta previa, yaitu ketika letak plasenta menutupi leher rahim (serviks) secara sebagian atau total, dapat memakan ruang di area bawah rahim sehingga kepala bayi tidak bisa turun.
  • Kelahiran Prematur: Pada usia kehamilan yang masih muda, bayi secara alami memang sering berada dalam posisi sungsang. Semakin dini bayi lahir, semakin besar kemungkinan posisinya masih sungsang karena belum waktunya berputar.

Jika kamu merasakan kekhawatiran terkait kesehatan kehamilanmu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter spesialis kandungan guna memantau kondisi rahim, plasenta, dan letak janin secara menyeluruh.

Tanda dan Diagnosis Posisi Sungsang

Meskipun gerakan bayi dapat memberikan sedikit petunjuk, sulit bagi ibu hamil untuk mengetahui posisi bayi secara akurat hanya dari sensasi tendangan. Memasuki trimester ketiga, dokter kandungan atau bidan biasanya akan mulai memeriksa letak janin secara rutin.

Pemeriksaan klinis yang paling umum dilakukan adalah Manuver Leopold. Dokter akan meraba perut ibu dengan serangkaian gerakan tangan khusus untuk mengidentifikasi bagian mana dari bayi yang berada di bagian bawah rahim (panggul), dan di mana letak punggung bayi. Apabila saat dilakukan perabaan bagian perut bawah terasa lembut dan tidak rata (mengindikasikan bokong), sementara bagian perut atas teraba keras dan bulat (mengindikasikan kepala), dokter akan mencurigai posisi sungsang.

Untuk memastikannya secara absolut, dokter akan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Melalui USG, dokter tidak hanya bisa memastikan posisi sungsang (frank, komplit, atau footling), tetapi juga dapat mendeteksi posisi plasenta, volume cairan ketuban, dan ada tidaknya kelainan pada rahim.

Cara Mengatasi Bayi Sungsang

Jika bayi terdeteksi sungsang pada usia kehamilan 36 minggu, tenaga medis akan mulai mempertimbangkan berbagai opsi. Terdapat dua pendekatan utama untuk mencoba memutar posisi bayi, yaitu pendekatan medis dan pendekatan mandiri/alami.

1. Tindakan Medis: External Cephalic Version (ECV)

Tindakan External Cephalic Version atau ECV adalah prosedur medis di mana dokter spesialis kandungan akan mencoba memutar posisi bayi dari luar rahim menggunakan tangan mereka. Tindakan ini umumnya dilakukan pada usia kehamilan 36 hingga 38 minggu.

Prosedurnya berlangsung di rumah sakit agar ibu dan janin bisa dipantau secara ketat. Sebelum dimulai, dokter sering kali memberikan obat tokolitik untuk merelaksasi otot rahim dan mencegah kontraksi. Kemudian, dengan bantuan pemantauan USG untuk melihat letak kepala bayi dan plasenta secara pasti, dokter akan menekan permukaan perut ibu dan secara perlahan namun tegas mendorong bokong bayi ke atas lalu menuntun kepalanya agar berputar ke arah bawah.

Tingkat keberhasilan ECV berkisar antara 50 hingga 65 persen. Meski relatif aman, ECV membawa risiko kecil seperti ketuban pecah dini, perubahan denyut jantung janin, gangguan pada tali pusat, hingga risiko abrupsio plasenta (plasenta lepas). Oleh karena itu, prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli dan ruang operasi biasanya sudah disiapkan untuk tindakan caesar darurat jika terjadi komplikasi.

2. Metode Alami dan Latihan Fisik (Home Remedies)

Meskipun tingkat keberhasilannya secara klinis bervariasi dan belum semua terbukti secara ilmiah kuat, ada beberapa metode yang sering direkomendasikan untuk dicoba oleh ibu hamil di rumah demi mendorong bayi agar berputar secara alami:

  • Breech Tilt (Elevasi Panggul): Ibu berbaring telentang di lantai dengan mengganjal pinggul menggunakan beberapa bantal yang kokoh sehingga posisi pinggul berada sekitar 30 cm lebih tinggi dari kepala. Lakukan selama 10-15 menit sebanyak 3 kali sehari. Posisi ini dipercaya memanfaatkan gravitasi untuk menarik tubuh bayi sedikit menjauh dari panggul, memberikannya ruang untuk memutar balik kepalanya.
  • Knee-Chest Position (Posisi Sujud): Berlutut di atas alas yang empuk dengan posisi bokong lebih tinggi dari dada. Lengan diistirahatkan ke depan. Posisi ini memiliki efek gravitasi yang serupa dengan elevasi panggul.
  • Teknik Suhu atau Musik: Beberapa ibu mencoba meletakkan benda bersuhu dingin (seperti sekantong kacang polong beku yang dibalut handuk kecil) di perut bagian atas tempat kepala bayi berada, sambil meletakkan benda hangat di perut bagian bawah. Teorinya, bayi cenderung menghindari suhu dingin dan mencari kehangatan. Pendekatan lain adalah dengan memainkan musik atau suara ayah dari arah tulang panggul bawah untuk memancing bayi bergerak ke arah suara tersebut.
  • Teknik Webster (Kiropraktik): Perawatan dari kiropraktor bersertifikat yang berfokus pada keseimbangan panggul dan ligamen ibu, dengan tujuan mengurangi ketegangan pada rahim agar bayi bisa berputar secara optimal.

Selain fokus pada posisi fisik, menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh dengan asupan vitamin harian juga penting untuk mendukung energi ibu selama kehamilan. Untuk memenuhi nutrisi ibu dan janin, kamu bisa mendapatkan suplemen kehamilan yang tepat dan aman dari Halodoc.

Pilihan Persalinan untuk Bayi Sungsang

Jika semua metode telah dicoba namun bayi tetap bersikeras dalam posisi sungsang menjelang waktu persalinan (HPL), maka rencana persalinan harus didiskusikan secara mendalam dengan dokter kandungan. Berikut adalah opsi yang ada:

1. Operasi Caesar (Sectio Caesarea)

Ini adalah rute yang paling umum dan dianggap paling aman untuk melahirkan bayi sungsang di era modern. Rencana operasi caesar (C-section elektif) biasanya dijadwalkan pada minggu ke-39 kehamilan. Persalinan caesar menghindari banyak risiko yang menyertai kelahiran vaginal untuk bayi sungsang, seperti risiko kepala bayi tersangkut (karena kepala adalah bagian terbesar tubuh yang keluar terakhir) serta risiko trauma persalinan pada tubuh bayi.

2. Persalinan Normal Lewat Vagina (Vaginal Breech Delivery)

Meski sangat jarang direkomendasikan, persalinan normal lewat vagina untuk bayi sungsang terkadang masih mungkin dilakukan dengan syarat yang sangat ketat dan spesifik. Persyaratan tersebut meliputi:

  • Bayi berada dalam presentasi frank breech (bokong di bawah, kaki lurus ke atas).
  • Bayi tidak terlalu besar (berat badan diperkirakan normal, tidak makrosomia).
  • Panggul ibu dinilai cukup luas melalui pengukuran klinis.
  • Tidak ada kelainan letak plasenta atau kelainan janin lainnya.
  • Terdapat dokter kandungan ahli yang sangat berpengalaman menangani partus sungsang spontan.

Namun, harus disadari bahwa kelahiran pervaginam memiliki risiko yang tidak main-main, seperti prolaps tali pusat (tali pusat tertekan sehingga memutus suplai oksigen ke janin) dan aftercoming head (kesulitan melahirkan kepala setelah badan keluar).

Studi Mengenai Posisi Sungsang

The Lancet menerbitkan studi tengara di tahun 2000 yang dikenal sebagai Term Breech Trial oleh Hannah et al., yang membandingkan hasil keselamatan antara operasi caesar terencana dengan persalinan vaginal terencana untuk kehamilan sungsang aterm.

Studi multinasional ini memberikan bukti konklusif bahwa persalinan caesar yang direncanakan secara signifikan mengurangi morbiditas dan mortalitas perinatal serta neonatal dibandingkan persalinan vaginal. Sejak publikasi studi besar inilah, pedoman klinis di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengalami pergeseran paradigma dengan menjadikan operasi caesar sebagai standar emas dan rekomendasi utama dalam menangani persalinan bayi sungsang untuk meminimalisasi risiko cedera dan kematian pada janin.

Mendapati fakta bahwa bayi kamu sungsang wajar jika membuatmu merasa gugup atau kecewa, apalagi jika kamu sudah mendambakan proses persalinan normal yang alami. Namun perlu diingat bahwa tujuan akhir yang paling penting adalah keselamatan ibu dan lahirnya bayi yang sehat. Tetaplah berpikiran positif dan berfokus pada perawatan menjelang hari persalinan.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan selama masa kehamilan, mulai dari vitamin, susu hamil, hingga perlengkapan medis dengan praktis melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan kandungan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breech baby: What it is, what to do.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Breech Presentation: Causes, Risks & Treatments.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. If Your Baby is Breech.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) – PubMed. Diakses pada 2026. Planned caesarean section versus planned vaginal birth for breech presentation at term: a randomised multicentre trial (Term Breech Trial).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Asuhan Persalinan dan Posisi Janin.

FAQ

1. Apakah bayi sungsang bisa normal kembali?

Ya, peluang bayi sungsang untuk berputar kembali ke posisi normal (kepala di bawah) masih sangat besar, terutama jika usia kehamilan belum mencapai 36 minggu. Banyak bayi yang akan memutar posisinya secara spontan. Jika usia kehamilan sudah lebih dari 36 minggu, intervensi medis seperti ECV mungkin diperlukan untuk membantunya berputar.

2. Apa yang dirasakan ibu jika bayi sungsang?

Ibu hamil mungkin merasakan tendangan kuat atau pukulan yang ritmis di bagian perut bawah hingga area selangkangan (karena posisi kaki di bawah). Selain itu, ibu juga mungkin akan meraba adanya tonjolan keras, bundar, dan padat tepat di bawah tulang rusuk yang tidak lain adalah kepala bayi, berbeda dengan bokong yang terasa lebih lembut.

3. Berapa usia kehamilan bayi harus berputar menuju jalan lahir?

Umumnya bayi diharapkan mulai masuk ke panggul (berputar kepalanya ke bawah) antara minggu ke-32 hingga ke-36 kehamilan. Namun bagi sebagian ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, kepala bayi kadang baru benar-benar masuk ke pintu atas panggul pada saat minggu-minggu persalinan tiba.

4. Apakah bayi sungsang wajib dilahirkan melalui operasi caesar?

Sangat dianjurkan. Operasi caesar terencana saat ini adalah standar keamanan medis tertinggi untuk melahirkan bayi sungsang guna mencegah risiko seperti kepala janin yang tersangkut atau prolaps tali pusat. Persalinan normal masih bisa dilakukan hanya jika memenuhi syarat medis yang sangat ketat dan ditangani secara langsung oleh tenaga ahli yang sangat berpengalaman.