
Bumil, Ini 5 Makanan Pemicu Keguguran yang Harus Diwaspadai
Ternyata, ada beberapa makanan yang bisa memicu keguguran sehingga perlu ibu hamil perlu menghindarinya.

DAFTAR ISI
Keguguran adalah kondisi yang terjadi saat kehamilan berhenti berkembang di usia kurang dari 20 minggu. Ini ditandai dengan perdarahan, kram perut dan nyeri punggung bagian bawah serta kontraksi.
Beberapa penyakit yang menyebabkan keguguran yaitu toxoplasmosis, HIV dan gonore. Selain itu, keguguran juga berpotensi menyerang gangguan hormon (PCOS) dan kelainan bentuk rahim atau leher rahim.
Risiko keguguran bisa semakin tinggi jika mengonsumsi makanan tertentu. Salah satu makan yang dikenal bisa menjadi penyebab keguguran adalah nanas. Jika dikonsumsi berlebihan, buah yang mengandung tinggi enzim bromelain ini bisa melunakkan leher lahir dan memicu kontraksi dini.
Makanan yang Bisa Memicu Keguguran
Bukan hanya nanas saja, beberapa makanan di bawah ini juga meningkatkan risiko keguguran:
1. Daging Mentah atau Setengah Matang
Daging mentah atau setengah matang mengandung parasit penyebab toxoplasmosis. Selain itu, jenis makanan ini merupakan sarang bakteri Escherichia coli. Keduanya dapat memicu infeksi yang berujung pada keguguran.
Cara penyimpanan daging juga harus tepat agar tidak terkontaminasi bakteri. Beberapa bakteri termasuk Salmonella, Listeria, Campylobacter dan Escherichia coli.
Sebelum memasukkannya ke dalam kulkas, tidak disarankan mencuci daging dengan air. Sebab, ini dapat memicu penyebaran bakteri ke seluruh permukaan daging dan makanan yang disimpan dalam kulkas.
2. Ikan Tinggi Merkuri
Ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi seafood. Tapi, sebaiknya hindari ikan seperti ikan todak, marlin, tenggiri, makarel dan tuna. Beberapa jenis ikan tersebut mengandung tinggi merkuri.
Merkuri adalah jenis logam berat yang beracun bagi tubuh. Jika tidak sengaja tertelan dalam jumlah tinggi, merkuri menyebabkan bayi cacat fisik saat lahir, ukuran kepala kecil, keterlambatan perkembangan hingga disabilitas.
3. Daun Sirih
Daun daunan yang bisa menggugurkan kandungan lainnya adalah daun sirih. Sebenarnya, daun ini berguna untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil. Efektifitas bisa dirasakan saat daun dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
Jika ibu hamil mengonsumsi daun sirih secara berlebihan, ini bisa menyebabkan ibu hamil kekurangan asam folat. Pada akhirnya, ibu hamil bisa mengalami kelainan bawaan dan kelainan perkembangan janin dalam kandungan.
4. Jeroan
Jenis jeroan yang bisa meningkatkan risiko keguguran yaitu hati dari hewan sapi, babi, kambing dan ayam. Organ tubuh hewan ini mengandung tinggi vitamin A yang berefek racun bagi tubuh ibu hamil dan memicu cacat janin.
5. Makananan dan Minuman yang Tidak Dipasteurisasi
Makanan dan minuman yang tidak melalui proses pasteurisasi mengandung bakteri listeriosis penyebab infeksi pada ibu hamil. Pasteurisasi adalah proses membunuh mikroba dengan meminimalisasi kerusakan protein akibat suhu panas.
Mengonsumsi makanan dan minuman tanpa proses tersebut membuat ibu hamil berisiko tinggi mengalami keguguran atau lahir mati. Contoh makanan dan minuman yang tidak melalui proses pasteurisasi antara lain:
- Keju.
- Susu sapi, kambing atau susu domba
- Keju dari susu kambing.
Waspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda yang perlu wanita ketahui.
Apakah Ragi Aman untuk Ibu Hamil?
Pertanyaan mengenai apakah ragi aman untuk ibu hamil sering muncul karena penggunaan ragi sangat luas dalam industri makanan. Jawabannya sangat bergantung pada jenis ragi dan bagaimana bentuk konsumsinya. Tidak semua produk yang mengandung ragi memiliki tingkat keamanan yang sama bagi janin.
Ragi adalah mikroorganisme dari keluarga jamur yang digunakan untuk proses fermentasi maupun sebagai penambah rasa. Dalam dunia medis, pembedaan antara ragi yang sudah mati melalui proses pemanasan dan ragi aktif dalam produk fermentasi menjadi kunci utama penentu keamanan konsumsi bagi ibu hamil.
1. Ragi dalam Makanan Matang (Umumnya Aman)
Ragi yang digunakan sebagai bahan pengembang roti, donat, atau kue umumnya sangat aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal ini dikarenakan proses pemanggangan atau pemasakan dengan suhu tinggi telah mematikan sel ragi tersebut.
Mikroorganisme yang sudah mati tidak lagi melakukan proses fermentasi di dalam tubuh sehingga tidak berbahaya bagi pencernaan ibu hamil. Selain itu, terdapat jenis nutritional yeast atau ragi nutrisi yang sering digunakan sebagai kaldu jamur atau taburan makanan.
Jenis ini sangat direkomendasikan karena mengandung nutrisi krusial seperti asam folat, vitamin B12, dan zat besi. Kandungan asam folat sangat penting untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin di trimester pertama.
Jika punya keluhan atau informasi lebih lanjut seputar kehamilan, Ini Pilihan Dokter Kandungan di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
2. Ragi dalam Makanan Fermentasi (Perlu Hati-Hati)
Ibu hamil harus lebih waspada terhadap ragi yang terdapat dalam makanan atau minuman fermentasi aktif, seperti tape (singkong/ketan) dan kombucha. Proses fermentasi yang melibatkan ragi hidup dapat menghasilkan produk sampingan berupa alkohol.
Meskipun kadar alkoholnya rendah, paparan alkohol sekecil apa pun tidak disarankan selama kehamilan karena risiko Fetal Alcohol Spectrum Disorders (FASD). Selain risiko alkohol, produk fermentasi rumahan sering kali tidak melalui proses pasteurisasi yang ketat.
Kondisi ini meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen lain yang bisa memicu infeksi pencernaan. Oleh karena itu, membatasi atau menghindari makanan dengan fermentasi ragi yang masih aktif sangat dianjurkan demi keselamatan janin.
3. Suplemen Ragi dan Probiotik
Beberapa ibu hamil mengonsumsi suplemen berbahan dasar ragi, seperti Saccharomyces boulardii, untuk mengatasi masalah pencernaan atau diare. Secara klinis, suplemen ini dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus.
Namun, penggunaan suplemen dalam bentuk apa pun wajib dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Setiap kondisi kehamilan bersifat unik, dan dokter perlu memastikan bahwa suplemen tersebut tidak berinteraksi dengan vitamin kehamilan lainnya.
Keamanan suplemen ragi biasanya terjamin jika berasal dari produsen farmasi yang terstandarisasi dan telah melalui uji klinis yang relevan.
Itulah makanan yang bisa memicu keguguran untuk bumil waspadai. Jika punya pertanyaan lain terkait makanan lainnya, hubungi dokter spesialis kandungan di Halodoc saja!
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



