• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda

Waspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 Desember 2022

“Tanda keguguran yang paling umum adalah pendarahan vagina yang memiliki beberapa ciri spesifik berbeda dengan perdarahan lainnya. Salah satunya adalah perdarahan yang bervariasi, baik berupa bercak ringan, hingga keluarnya gumpalan berwarna merah cerah.”

Waspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil MudaWaspada, Ini 4 Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda

Halodoc, Jakarta – Keguguran merupakan istilah medis untuk menggambarkan berakhirnya kehamilan secara tidak disengaja, sebelum kehamilan menginjak usia 20 minggu. Kondisi ini diketahui rentan terjadi selama trimester pertama dan risikonya akan menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. 

Nah, keguguran pada hamil muda dapat menimbulkan beberapa gejala khas. Salah satunya adalah perdarahan pada vagina. Namun, apa saja ciri darah keguguran pada hamil muda? Simak informasinya di sini! 

Ciri Darah Keguguran pada Hamil Muda

Tanda keguguran yang paling umum adalah pendarahan vagina. Namun, darah tersebut akan memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan perdarahan akibat kondisi medis lainnya. Berikut adalah ciri-cirinya: 

  • Adanya perdarahan yang bervariasi, baik berupa bercak ringan atau perdarahan hebat, hingga keluarnya gumpalan berwarna merah cerah. 
  • Warna darah akibat keguguran bisa berkisar dari merah muda hingga merah hingga coklat. Darah merah adalah darah segar yang keluar dari tubuh dengan cepat. Sebaliknya, darah coklat adalah darah yang sudah lama berada di dalam rahim. Selain itu, seorang wanita yang mengalami keguguran juga mungkin melihat keluarnya warna bubuk kopi, atau hampir hitam, selama keguguran.
  • Perdarahan yang terjadi akibat keguguran dapat datang dan pergi selama beberapa hari. 
  • Saat serviks melebar hingga kosong, pendarahan dapat menjadi lebih berat atau deras. 

Namun, perdarahan vagina ringan relatif umum terjadi selama trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan. Selain itu, adanya perdarahan tidak selalu menandakan kalau ibu hamil mengalami keguguran. Karena itu, jika ibu mengalami perdarahan vagina, penting untuk segera memeriksakan kondisi kehamilan dan kesehatan pada dokter. Apalagi jika ibu sudah mengalami tiga kali atau lebih keguguran secara berturut-turut, dan khawatir dengan kehamilan saat ini. 

Ketahui juga Gejala Lain yang Dapat Muncul

Selain perdarahan dari vagina, keguguran juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti: 

  • Kram dan nyeri di perut bagian bawah. 
  • Keluarnya cairan dari vagina. 
  • Keluarnya jaringan dari vagina. 
  • Tidak lagi mengalami gejala kehamilan, seperti rasa sakit dan nyeri payudara.

Berapa Lama Perdarahan Keguguran Terjadi? 

Durasi keguguran akan bervariasi pada setiap orangnya dan bahkan dari kehamilan ke kehamilan. Dalam banyak kasus, keguguran akan memakan waktu sekitar dua minggu untuk berlalu secara alami. Dokter mungkin akan meresepkan obat misoprostol (Cytotec) untuk membantu keguguran lebih cepat. Pendarahan dapat dimulai dalam dua hari setelah memulai pengobatan. Bagi yang lain, mungkin dibutuhkan waktu hingga dua minggu.

Setelah keguguran dimulai, jaringan dan pendarahan terberat harus dikeluarkan dalam waktu sekitar tiga hingga lima jam. Setelah janin keluar, wanita yang mengalami keguguran mungkin masih mengalami bercak dan kehilangan jaringan ringan selama satu hingga dua minggu.

Kapan Perlu Memeriksakan Kondisi?

Terkadang, keguguran terjadi karena kehamilan berkembang di luar kandungan. Kondisi ini dikenal sebagai kehamilan ektopik yang berpotensi serius. Sebab, ada risiko untuk mengalami pendarahan internal bagi ibu hamil, jika kondisi ini terlambat terdeteksi. 

Itulah beberapa ciri perdarahan akibat keguguran. Salah satunya adalah perdarahan yang bervariasi, baik berupa bercak ringan atau perdarahan hebat, hingga keluarnya gumpalan berwarna merah cerah. Jika ibu mengalami hal tersebut, seperti perdarahan, yang disertai oleh gejala lainnya, segeralah periksakan kondisi kehamilan ke dokter. 

Selain itu, jika pernah mengalami keguguran, sebaiknya bicaralah dengan dokter jika kamu merencanakan kehamilan lagi setelah keguguran. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah kondisi kesehatan memungkinkan atau tidak untuk kembali menjalani kehamilan. Selain itu, keguguran sebelumnya juga perlu diketahui penyebabnya agar ibu dapat meminimalkan segala risikonya, di kehamilan selanjutnya. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji medis di rumah sakit pilihan ibu, untuk memeriksakan kondisi kehamilan. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. What Does a Miscarriage Look Like?
NHS. Diakses pada 2022. Miscarriage.