Ad Placeholder Image

Bunga Turi: Ciri, Manfaat, dan Cara Menanam Mudah

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Bunga turi memiliki potensi sebagai sumber nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Bunga Turi: Ciri, Manfaat, dan Cara Menanam MudahBunga Turi: Ciri, Manfaat, dan Cara Menanam Mudah

DAFTAR ISI


Mengenal Bunga Turi Lebih Dekat

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di Pulau Jawa, bunga turi mungkin sudah tidak asing lagi. Bunga yang memiliki nama ilmiah Sesbania grandiflora ini sering kali dijumpai sebagai salah satu bahan pelengkap dalam hidangan tradisional, seperti pecel, urap, atau sayur bening. Meski bentuknya tampak sederhana dan sering dianggap sebagai tanaman liar atau pagar hidup, bunga turi menyimpan sejuta manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita.

Tanaman turi sendiri termasuk ke dalam famili Fabaceae atau suku polong-polongan. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, sehingga sangat mudah tumbuh dan beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia. Pohon turi dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mampu bertahan di tanah yang kurang subur, menjadikannya salah satu tanaman fungsional yang sangat disukai oleh para petani dan masyarakat pedesaan.

Pentingnya mengenal dan memanfaatkan bunga turi tidak hanya terbatas pada kelezatan kuliner semata. Dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan jamu nusantara, hampir seluruh bagian dari pohon turi—mulai dari akar, kulit batang, daun, hingga bunganya—telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Bunga turi, secara khusus, dikenal memiliki sifat antipiretik (penurun demam), antiinflamasi (antiradang), dan kaya akan antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh di tengah paparan polusi dan radikal bebas saat ini.

Banyak orang mulai menyadari betapa pentingnya kembali ke bahan-bahan alami untuk menunjang gaya hidup sehat. Bunga turi hadir sebagai salah satu “superfood” lokal yang murah, mudah didapat, dan sangat menyehatkan. Nah, mau tahu apa saja ciri-ciri, kandungan gizi, khasiat kesehatan, hingga cara mudah menanamnya di pekarangan rumah? Berikut ulasan lengkapnya!

Kandungan Nutrisi Bunga Turi

Kelezatan bunga turi saat disantap dengan bumbu kacang ternyata berbanding lurus dengan profil nutrisinya yang sangat mengesankan. Bunga turi merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Jika dilihat dari komposisinya, bunga ini sangat rendah kalori dan lemak, namun padat akan mikronutrien penting.

Berdasarkan berbagai data nutrisi pangan, dalam 100 gram bunga turi mentah terdapat kandungan vitamin C yang sangat tinggi, bahkan bisa memenuhi lebih dari 50 persen kebutuhan harian orang dewasa. Vitamin C ini bertindak sebagai tameng utama sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bunga turi juga kaya akan vitamin B kompleks, terutama vitamin B9 (folat), vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B2 (riboflavin) yang krusial untuk metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah.

Dari segi mineral, bunga turi menyumbang asupan kalsium, fosfor, zat besi, dan kalium yang cukup signifikan. Tidak berhenti sampai di situ, daya tarik utama bunga turi secara medis terletak pada kandungan fitokimianya. Bunga ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Senyawa-senyawa inilah yang memberikan efek farmakologis kuat seperti penangkal radikal bebas, antibakteri, dan antidiabetik alami.

Tentu saja, selain mengandalkan makanan bergizi dari alam seperti bunga turi, kamu mungkin memerlukan nutrisi tambahan pada kondisi tertentu. Jika tubuh terasa kurang fit, kamu bisa beli vitamin dan suplemen secara online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar ke rumah untuk melengkapi kebutuhan gizi harianmu secara praktis.

Ciri-Ciri Tanaman Turi

Sebelum membahas lebih jauh tentang manfaat dan cara menanamnya, ada baiknya kamu mengenali ciri-ciri fisik dari tanaman turi agar tidak salah saat mencarinya di alam atau saat membeli bibitnya. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi yang cukup khas dan mudah dibedakan dari pohon polong-polongan lainnya.

Secara umum, pohon turi adalah pohon berkayu lunak yang tumbuh lurus ke atas dan bisa mencapai ketinggian antara 5 hingga 10 meter. Percabangan pohon ini cenderung sedikit dan tajuknya tidak terlalu rimbun. Kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan dengan tekstur yang tidak rata dan sering kali mengeluarkan getah kemerahan jika disayat. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip gasal, berbentuk memanjang, berwarna hijau terang, dan akan menutup jika hari mulai gelap.

Bunga turi adalah bagian yang paling menarik perhatian. Bentuk bunganya besar, menyerupai kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayap, dan tumbuh dalam tandan di ketiak daun. Ada dua varietas utama yang sering dijumpai berdasarkan warna bunganya:

  • Bunga Turi Putih: Jenis ini adalah yang paling umum ditemukan dan paling sering dikonsumsi. Rasanya lebih ringan dan teksturnya sangat lembut saat direbus.
  • Bunga Turi Merah: Varietas ini memiliki warna merah tua hingga ungu kehitaman. Meski bisa dikonsumsi, turi merah sering diklaim memiliki rasa yang sedikit lebih pahit namun kandungan antioksidan antosianinnya jauh lebih tinggi. Bunga jenis ini lebih sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Selain bunga, pohon turi juga menghasilkan buah berupa polong yang berbentuk pita memanjang, lurus, dan menggantung ke bawah. Polong yang masih muda berwarna hijau dan bisa dimasak layaknya sayur buncis, sedangkan polong yang sudah tua akan mengering, berwarna cokelat, dan berisi biji-biji kecil yang digunakan untuk perbanyakan tanaman.

Manfaat Bunga Turi untuk Kesehatan

Dengan profil nutrisi yang melimpah dan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, bunga turi menawarkan beragam khasiat kesehatan yang tidak boleh diremehkan. Berikut adalah beberapa manfaat utama mengonsumsi bunga turi bagi kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan vitamin C yang sangat tinggi dalam bunga turi berperan penting dalam merangsang produksi sel darah putih (leukosit), yang bertugas melawan infeksi bakteri dan virus. Konsumsi rutin sayur bunga turi, terutama pada saat pergantian musim atau cuaca yang tidak menentu, dapat membantu tubuh agar tidak mudah terserang penyakit langganan seperti flu, batuk, dan pilek. Antioksidan di dalamnya juga menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel, sehingga daya tahan tubuh tetap prima sepanjang hari.

2. Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Bunga turi merupakan sumber kalium yang baik. Kalium bekerja sebagai vasodilator alami, yang berarti mineral ini mampu merelaksasi ketegangan pada dinding pembuluh darah. Hal ini berdampak langsung pada penurunan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung. Namun, jika kamu sudah memiliki riwayat hipertensi kronis, sakit kepala berkepanjangan, atau tengkuk yang terasa berat secara terus-menerus, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang aman.

3. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Sifat antimikroba dan antiinflamasi alami dari ekstrak bunga turi sangat berguna untuk kesehatan jaringan. Vitamin C kembali mengambil peran krusial di sini dengan merangsang produksi kolagen, protein utama yang dibutuhkan tubuh untuk membangun kembali struktur kulit, otot, dan pembuluh darah yang rusak. Dalam pengobatan tradisional, tumbukan bunga turi sering diaplikasikan secara topikal pada luka gores ringan untuk mencegah infeksi dan mempercepat penutupan luka.

4. Menjaga Kesehatan Mata

Meskipun tidak sepopuler wortel, bunga turi juga menyumbangkan asupan vitamin A bagi tubuh. Vitamin A sangat esensial untuk menjaga kejernihan kornea mata dan merupakan komponen dari rhodopsin, yaitu protein dalam mata yang memungkinkan kamu untuk melihat dalam kondisi cahaya yang redup. Mengonsumsi sayuran kaya vitamin A seperti bunga turi dapat membantu mencegah risiko terjadinya degenerasi makula, mata kering, dan rabun senja seiring bertambahnya usia.

5. Melancarkan Saluran Pencernaan

Sebagai sayuran nabati, bunga turi kaya akan serat makanan (dietary fiber). Serat ini akan menambah massa pada tinja dan merangsang gerak peristaltik usus, sehingga sisa-sisa makanan dapat bergerak dengan lancar di dalam saluran pencernaan. Bagi kamu yang sering mengalami masalah sembelit atau konstipasi, menambahkan rebusan bunga turi ke dalam menu makan harian bisa menjadi solusi alami yang ampuh. Selain itu, serat juga berperan sebagai prebiotik untuk memberi makan bakteri baik di dalam usus besar.

6. Mengontrol Kadar Gula Darah

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa fitokimia dalam bunga dan daun turi mampu menstimulasi sekresi insulin oleh pankreas serta menghambat penyerapan glukosa berlebih di usus. Hal ini membuat fluktuasi gula darah setelah makan menjadi lebih terkendali. Tentu saja, manfaat ini akan maksimal jika bunga turi diolah dengan cara yang sehat, misalnya direbus atau dikukus, tanpa tambahan gula atau minyak berlebih. Ini menjadikan bunga turi sebagai salah satu sayuran yang aman bagi pengidap diabetes melitus tipe 2, tentunya dengan tetap mematuhi anjuran medis.

7. Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi

Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang manusia akan berangsur-angsur menurun, meningkatkan risiko osteoporosis. Bunga turi membawa kabar baik karena mengandung kalsium dan fosfor, dua mineral utama pembentuk tulang dan gigi. Kalsium tidak hanya berfungsi memperkuat struktur kerangka tubuh, tetapi juga esensial untuk fungsi saraf dan kontraksi otot. Rutin mengonsumsi kalsium nabati dari sayuran seperti bunga turi merupakan langkah preventif yang sangat baik untuk menjaga mobilitas dan postur tubuh di usia senja.

Tips Mengolah Bunga Turi agar Tidak Pahit
  1. Buang Putik dan Benang Sarinya: Rasa pahit pada bunga turi sebagian besar berasal dari putik dan benang sari yang ada di bagian tengah bunga. Buka kelopak bunga perlahan, lalu cabut bagian tengahnya sebelum dicuci.
  2. Pilih Bunga yang Belum Sepenuhnya Mekar: Bunga yang masih kuncup atau baru mekar sebagian cenderung memiliki tekstur yang lebih renyah dan rasa yang lebih manis alami dibandingkan bunga yang sudah mekar sempurna dan layu.
  3. Rebus Sebentar dengan Garam: Untuk menghilangkan sisa getah atau rasa getir, rebus bunga turi dalam air mendidih yang telah ditambahkan sedikit garam selama 1-2 menit saja, lalu segera tiriskan.

Cara Menanam Bunga Turi di Rumah

Jika kamu tertarik untuk mendapatkan pasokan bunga turi segar kapan saja, menanamnya sendiri di pekarangan rumah adalah pilihan yang sangat cerdas. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan rumit dan bisa tumbuh subur dengan cepat. Berikut adalah langkah-langkah mudah menanam pohon turi dari biji:

1. Persiapan Bibit (Biji) Turi

Bibit pohon turi umumnya didapatkan dari biji yang berasal dari polong tua yang sudah mengering di pohon. Pilihlah polong yang berwarna cokelat tua dan tidak terserang hama. Buka polong tersebut dan keluarkan bijinya. Untuk mempercepat proses perkecambahan, rendam biji turi dalam air hangat kuku selama kurang lebih 12 hingga 24 jam. Biji yang baik adalah biji yang tenggelam di dasar wadah saat direndam.

2. Persiapan Lahan dan Tanah

Pohon turi menyukai tanah yang gembur, memiliki sistem drainase yang baik, dan terpapar sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Kamu bisa mencampurkan tanah kebun, pupuk kandang atau kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1. Jika ingin ditanam di pot, pastikan kamu menggunakan pot yang cukup besar dan dalam, karena akar pohon turi membutuhkan ruang untuk berkembang pesat.

3. Proses Penyemaian dan Penanaman

Biji yang sudah direndam bisa langsung disemai di polybag kecil terlebih dahulu atau ditanam langsung di lahan permanen. Jika ditanam langsung, buat lubang sedalam 2-3 cm, masukkan 1-2 biji per lubang, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis. Siram perlahan agar tanah lembap namun tidak becek. Dalam waktu 5-7 hari, tunas hijau biasanya sudah mulai muncul menyembul dari permukaan tanah.

4. Perawatan dan Pemeliharaan Berkala

Pohon turi sangat toleran terhadap kekeringan saat sudah dewasa, namun pada fase awal pertumbuhannya, pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur setiap pagi atau sore hari. Berikan pupuk organik setiap 1 bulan sekali untuk merangsang pertumbuhan daun dan pembungaan. Lakukan pemangkasan pada pucuk batang jika kamu tidak ingin pohon tumbuh terlalu tinggi, sehingga cabang menyamping lebih banyak dan memudahkan proses panen bunga nantinya.

5. Masa Panen Bunga Turi

Pertumbuhan pohon turi tergolong sangat cepat. Umumnya, tanaman ini sudah mulai berbunga saat usianya menginjak 6 hingga 9 bulan setelah tanam, tergantung pada kondisi kesuburan tanah dan cuaca. Panenlah bunga pada pagi hari saat bunganya masih kuncup atau baru mekar sebagian. Jangan memanen semua bunga di satu pohon secara bersamaan jika kamu ingin menyisakan sebagian bunga untuk menjadi polong dan biji kembali.

Studi Terkait

Journal of Natural Medicines menerbitkan sebuah ulasan ilmiah yang menyatakan bahwa ekstrak dari bunga Sesbania grandiflora memiliki potensi aktivitas antioksidan dan antimikroba yang sangat kuat. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa tingginya kadar senyawa fenolik dan flavonoid dalam bunga turi menjadikannya agen yang efektif dalam melawan stres oksidatif yang menjadi cikal bakal berbagai penyakit kronis degeneratif.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal farmakologi tanaman obat juga menyoroti potensi ekstrak bunga turi sebagai agen pelindung hati (hepatoprotektif). Konsumsi rutin tanaman ini ditemukan dapat membantu menurunkan indikator kerusakan hati berkat kemampuannya dalam menstabilkan membran sel serta meningkatkan regenerasi jaringan yang diinduksi oleh zat beracun.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang nilainya tidak ternilai. Mulailah memperhatikan asupan makanan bergizi dan jangan ragu untuk memanfaatkan kemudahan layanan kesehatan masa kini. Kamu bisa mengandalkan fitur di aplikasi kesehatan untuk menjawab semua keraguan dan keluhan medis harianmu secara cepat dan terpercaya.

Referensi:
Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI) – Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Bunga Turi, Mentah.
PubMed Central (NCBI). Diakses pada 2026. Nutritional and medicinal potential of Sesbania grandiflora.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Diakses pada 2026. Potensi Tanaman Turi Sebagai Sumber Pangan dan Obat Tradisional.
Journal of Natural Medicines. Diakses pada 2026. Antioxidant and antimicrobial activity of Sesbania grandiflora flowers.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Edible Flowers.

FAQ

1. Apakah bunga turi merah dan putih memiliki manfaat yang sama?

Secara garis besar, keduanya memiliki profil nutrisi dasar yang mirip, yakni tinggi vitamin C, zat besi, dan kalsium. Namun, bunga turi merah memiliki tambahan senyawa antosianin (yang memberi warna merah), sehingga kapasitas antioksidannya sedikit lebih tinggi dibanding yang putih, dan lebih sering difokuskan untuk pengobatan herbal, sementara bunga putih lebih disukai untuk masakan harian karena rasanya yang lebih netral.

2. Berapa kali sebaiknya mengonsumsi bunga turi dalam seminggu?

Kamu bisa mengonsumsi hidangan bunga turi 2 hingga 3 kali seminggu sebagai variasi menu sayuran yang sehat. Pastikan untuk selalu memadukannya dengan sumber protein dan karbohidrat kompleks agar kebutuhan nutrisi harian tubuh tetap seimbang. Jangan mengonsumsi secara berlebihan dalam satu waktu untuk mencegah ketidaknyamanan perut akibat asupan serat mendadak.

3. Bolehkah ibu hamil mengonsumsi sayur bunga turi?

Tentu saja boleh. Bunga turi sangat aman dan justru dianjurkan bagi ibu hamil karena mengandung kalsium untuk pembentukan tulang janin serta folat (vitamin B9) yang penting untuk mencegah cacat tabung saraf. Selain itu, pada ibu menyusui, daun dan bunga turi secara tradisional sering dikonsumsi sebagai laktagogum alami yang dipercaya ampuh memperlancar produksi ASI.

4. Apakah bagian lain dari tanaman turi bisa dimanfaatkan selain bunganya?

Sangat bisa. Hampir seluruh bagian tanaman turi bermanfaat. Daun mudanya sering dijadikan lalapan rebus atau pakan ternak berkualitas tinggi yang kaya protein. Polong mudanya dimasak menyerupai buncis, sedangkan kulit batang dan akarnya dalam praktik Ayurveda sering ditumbuk dan direbus untuk diambil ekstraknya sebagai obat pereda demam dan peradangan sendi akut.