Ad Placeholder Image

Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Oktober 2026

“Bullying atau perundungan dapat merusak mental dan fisik anak. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengajari anak cara pertahanan diri untuk mencegah maupun menghadapi situasi ini.”

Cara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bullyCara Ajarkan Anak Membela Diri saat Di-bully

DAFTAR ISI


Bullying dapat membuat anak merasa takut, malu, tidak berdaya, atau enggan pergi ke sekolah. Orang tua perlu mengajarkan cara membela diri yang aman tanpa mendorong anak membalas dengan kekerasan.

Kemampuan membela diri bukan berarti anak harus melawan secara fisik. Anak perlu tahu cara mengenali perilaku bullying, menetapkan batasan, mencari bantuan, dan menceritakan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya.

Cara Mengajarkan Anak Membela Diri

Mulailah dengan mendengarkan cerita anak tanpa menyalahkan atau menghakimi. Tanyakan apa yang terjadi, kapan dan di mana kejadiannya, siapa saja yang terlibat, serta bagaimana perasaan anak setelah mengalami perundungan.

Ajarkan anak menggunakan kalimat singkat dan tegas, seperti “Berhenti, saya tidak suka diperlakukan begitu” atau “Jangan sentuh saya.” Anak juga dapat berlatih menjaga jarak, pergi ke tempat yang lebih ramai, dan segera mencari guru, orang tua, atau orang dewasa lain yang dapat membantu.

Buat rencana keselamatan bersama anak, termasuk orang yang bisa dihubungi dan tempat aman untuk didatangi. Jika bullying terjadi secara daring, simpan bukti, blokir akun pelaku, dan laporkan konten atau akun tersebut melalui platform terkait.

Studi Terkait

Bullying dapat berkaitan dengan masalah emosional, kecemasan, gangguan tidur, penurunan prestasi belajar, dan keengganan beraktivitas. Dampaknya tidak selalu langsung terlihat, sehingga perubahan perilaku anak perlu diperhatikan secara konsisten.

Kapan Harus ke Dokter?

Ajak anak konsultasi ke dokter Halodoc jika ia mengalami ketakutan berat, menarik diri, sulit tidur, kehilangan minat, keluhan fisik berulang, atau perubahan perilaku yang menetap. Segera cari bantuan darurat jika anak membicarakan keinginan menyakiti diri atau merasa tidak ingin hidup.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu orang tua memperoleh arahan awal mengenai perubahan emosi dan perilaku anak setelah mengalami bullying. Dokter akan membantu menilai kebutuhan anak dan menyarankan langkah lanjutan yang sesuai.

Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Bullying and mental health in children and adolescents.
WHO. Diakses pada 2026. Violence against children.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Kesehatan jiwa anak dan remaja.
StopBullying.gov. Diakses pada 2026. What is bullying?

FAQ

Apakah anak harus membalas ketika di-bully?

Tidak. Membalas dengan kekerasan dapat meningkatkan risiko cedera dan memperburuk konflik. Ajarkan anak untuk berbicara tegas, menjauh, dan mencari bantuan.

Bagaimana jika anak tidak mau bercerita?

Berikan waktu dan tunjukkan bahwa ia tidak akan disalahkan. Orang tua dapat memulai percakapan melalui kegiatan santai dan mengajukan pertanyaan terbuka.

Kapan orang tua perlu melibatkan sekolah?

Libatkan sekolah jika bullying berulang, melibatkan ancaman, menyebabkan cedera, atau mengganggu kehadiran dan proses belajar anak. Sampaikan fakta kejadian dan simpan bukti yang tersedia.

Bagaimana menghadapi cyberbullying?

Simpan tangkapan layar, jangan membalas pesan provokatif, lalu blokir dan laporkan akun pelaku. Dampingi anak dan beri tahu sekolah atau pihak berwenang jika terdapat ancaman serius.