Ad Placeholder Image

Cara Ampuh Melupakan Orang yang Kita Cintai, Ini Tipsnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Melupakan seseorang yang dicintai adalah proses yang membutuhkan waktu dan usaha.

Cara Ampuh Melupakan Orang yang Kita Cintai, Ini TipsnyaCara Ampuh Melupakan Orang yang Kita Cintai, Ini Tipsnya

DAFTAR ISI


Patah hati bukan sekadar kiasan dalam lagu atau novel romantis. Secara medis dan psikologis, kehilangan seseorang yang dicintai atau proses “move on” adalah sebuah transisi yang melibatkan perubahan kimiawi di dalam otak dan respon fisik pada tubuh. Banyak orang merasa terjebak dalam kenangan masa lalu, yang jika dibiarkan terlalu lama, dapat memengaruhi kesehatan mental hingga produktivitas sehari-hari.

Melupakan seseorang bukan berarti menghapus ingatan secara total, melainkan mengubah cara kita merespon ingatan tersebut agar tidak lagi menimbulkan rasa sakit yang melumpuhkan. Proses ini membutuhkan kesabaran, strategi yang tepat, dan terkadang dukungan dari tenaga profesional. Memahami bahwa rasa sakit yang kamu rasakan adalah valid merupakan langkah awal yang krusial dalam perjalanan pemulihan ini.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai cara move on dari seseorang berdasarkan perspektif kesehatan mental, serta bagaimana menjaga kondisi fisik tetap prima selama masa sulit ini. Dengan langkah-langkah yang terukur, kamu bisa melewati masa transisi ini dengan lebih sehat dan bermakna.

Nah, mau tahu apa saja pilihan cara move on dari seseorang yang bisa kamu terapkan? Berikut ulasannya!

Memahami Psikologi Patah Hati: Mengapa Begitu Menyakitkan?

Pernahkah kamu merasa sesak di dada atau kehilangan nafsu makan saat sedang mencoba melupakan seseorang? Hal ini terjadi karena otak memproses penolakan sosial atau kehilangan emosional di area yang sama dengan rasa sakit fisik, yaitu pada korteks singulata anterior. Saat seseorang yang sangat berarti pergi dari hidupmu, otak mengalami penurunan drastis pada hormon dopamin dan oksitosin (hormon kebahagiaan), sementara kadar kortisol (hormon stres) meningkat tajam.

Secara neurosains, mencintai seseorang bisa menciptakan pola ketergantungan yang mirip dengan kecanduan. Itulah sebabnya, ketika hubungan berakhir, seseorang bisa mengalami gejala yang mirip dengan “sakau”, seperti keinginan obsesif untuk menghubungi mantan atau memeriksa media sosialnya secara terus-menerus. Memahami aspek biologis ini dapat membantumu untuk lebih berempati pada diri sendiri—bahwa apa yang kamu alami bukanlah kelemahan karakter, melainkan proses kimiawi tubuh yang sedang beradaptasi.

Cara Move On dari Seseorang yang Efektif

Berikut adalah beberapa langkah praktis dan berbasis psikologi yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat proses pemulihan emosional:

1. Terapkan No Contact Rule

Langkah pertama dan yang paling sering disarankan oleh para ahli adalah memutus kontak untuk sementara waktu. Ini bukan berarti kamu membencinya, tetapi memberikan ruang bagi otakmu untuk berhenti “mencari” asupan dopamin dari orang tersebut. Hapus atau arsipkan percakapan, hindari menelepon, dan yang paling penting, berhenti memantau aktivitasnya di media sosial. Visualisasi atau kabar terbaru tentang dirinya hanya akan mengaktifkan kembali sirkuit rasa sakit di otak.

2. Izinkan Dirimu untuk Berduka

Menolak perasaan sedih hanya akan membuat emosi tersebut terpendam dan meledak di kemudian hari. Psikologi mengenal konsep “Five Stages of Grief” oleh Elisabeth Kübler-Ross: penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan. Tidak masalah jika kamu merasa sedih atau ingin menangis. Berikan waktu bagi dirimu sendiri untuk memproses setiap fase ini tanpa rasa bersalah.

3. Menulis Jurnal (Journaling)

Menuliskan apa yang kamu rasakan dapat membantu meredakan beban emosional. Cobalah menulis surat untuknya tanpa pernah mengirimkannya. Dalam surat tersebut, tumpahkan semua kemarahan, kekecewaan, hingga harapan yang tidak tersampaikan. Aktivitas ini membantu otak untuk mengorganisir pikiran yang kacau menjadi narasi yang lebih teratur, sehingga memberikan rasa kendali atas emosi sendiri.

Tips Mengelola Pikiran Negatif
  1. Identifikasi pemicu (trigger) yang membuatmu teringat dia.
  2. Lakukan teknik pernapasan dalam (box breathing) saat rasa cemas muncul.
  3. Ganti pikiran “Aku tidak bisa hidup tanpanya” menjadi “Saat ini memang berat, tapi aku sedang belajar untuk mandiri kembali.”

Menjaga Kesehatan Fisik saat Patah Hati

Kesehatan mental dan fisik saling berkaitan erat. Stres kronis akibat patah hati dapat menurunkan sistem imun, membuatmu mudah terserang flu, atau mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi dan pola hidup sehat.

Pastikan kamu tetap makan dengan teratur meskipun nafsu makan menurun. Pilihlah makanan yang kaya akan Omega-3 dan vitamin B kompleks untuk mendukung kesehatan saraf dan fungsi otak. Jika kamu merasa sangat lelah atau sulit berkonsentrasi akibat beban pikiran, kamu bisa memenuhi kebutuhan suplemen harianmu dengan praktis. Untuk mendapatkan dukungan nutrisi yang tepat, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Olahraga juga merupakan cara move on dari seseorang yang sangat efektif secara biologis. Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin, yang secara alami akan memperbaiki suasana hati dan mengurangi kadar kortisol dalam darah. Tidak perlu olahraga berat, jalan santai selama 30 menit di pagi hari sudah cukup untuk membantu menjernihkan pikiran.

Kapan Harus ke Psikolog?

Meskipun move on adalah proses yang wajar, terkadang seseorang bisa terjebak dalam depresi klinis atau gangguan kecemasan yang berkepanjangan. Jika kamu merasa sedih terus-menerus selama lebih dari dua minggu, kehilangan minat pada hobi yang biasanya disukai, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, itu adalah tanda bahwa kamu membutuhkan bantuan profesional.

Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi kognitif perilaku (CBT) untuk membantumu mengubah pola pikir yang destruktif. Jangan memendam masalahmu sendirian. Jika perasaan sedih mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan pendampingan profesional yang tepat.

Studi Mengenai Kesehatan Mental dan Kehilangan

Journal of Neurophysiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa patah hati mengaktifkan area otak yang sama dengan area yang merespons kecanduan kokain. Studi ini menunjukkan bahwa intensitas emosional saat mencoba melupakan seseorang memang nyata secara neurologis, sehingga membutuhkan penanganan yang serius layaknya pemulihan dari ketergantungan zat.

Studi lain dalam jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa penggunaan placebo (seperti keyakinan bahwa kita akan merasa lebih baik) dapat secara signifikan mengurangi aktivitas di pusat rasa sakit di otak. Hal ini menekankan betapa pentingnya pola pikir positif dan optimisme dalam mempercepat proses move on.

Secara keseluruhan, pemulihan dari patah hati adalah perjalanan personal yang tidak memiliki batas waktu pasti. Namun, dengan menggabungkan strategi psikologis, dukungan sosial, dan perhatian pada kesehatan fisik, transisi ini akan terasa lebih ringan. Ingatlah bahwa setiap hari yang kamu lalui adalah satu langkah lebih dekat menuju pemulihan yang utuh.

Kamu bisa mendapatkan suplemen atau vitamin untuk menjaga kebugaran di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog terkait masalah kesehatan mental yang sedang dialami melalui platform yang sama.

## Punya Masalah Emosional yang Mengganggu Kesehatan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa stres atau sulit tidur karena sedang mencoba move on dari seseorang? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Psychological Association. Diakses pada 2026. How to get over a breakup.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stress management: Examining the connection between mental and physical health.
Journal of Neurophysiology. Diakses pada 2026. Reward, Addiction, and Emotion Regulation Systems Associated with Rejection in Love.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Past relationship trauma and its effects on current mental health.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang normal untuk bisa move on dari seseorang?

Waktu yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada kedalaman hubungan dan mekanisme koping masing-masing. Secara umum, penelitian menunjukkan perbaikan emosional yang signifikan mulai terlihat setelah 3 hingga 6 bulan.

2. Apakah boleh tetap berteman dengan mantan saat sedang mencoba move on?

Sangat disarankan untuk tidak berteman terlebih dahulu di awal proses move on. Memberikan jarak minimal 30-90 hari tanpa kontak akan membantu menstabilkan kembali emosi dan kimia otakmu sebelum mencoba menjalin pertemanan.

3. Mengapa patah hati bisa menyebabkan sakit fisik seperti nyeri dada?

Ini disebabkan oleh lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol yang memengaruhi otot jantung dan sistem saraf otonom. Kondisi ekstrem ini terkadang disebut sebagai Takotsubo Cardiomyopathy atau sindrom patah hati.

4. Bagaimana cara mengatasi keinginan untuk menghubungi mantan?

Lakukan teknik penundaan. Saat keinginan muncul, katakan pada diri sendiri untuk menunggu 15 menit. Selama waktu tunggu tersebut, alihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lain seperti menelepon teman, mendengarkan musik, atau berolahraga.