• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Anak Belajar di Rumah Meski Orangtua Kembali Bekerja

Cara Anak Belajar di Rumah Meski Orangtua Kembali Bekerja

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Ibukota belum usai dan kini memasuki masa transisi. Kebijakan ini diambil Pemerintah sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, yang menjadi pandemi global hingga saat ini. Namun, sudah banyak pekerja kantoran yang mulai kembali bekerja di kantor. Bagi yang memiliki anak usia sekolah, mungkin ini menimbulkan kegalauan.

Pasalnya, para siswa sekolah dasar hingga menengah masih diimbau untuk belajar di rumah. Jika kemarin, saat orangtua WFH (Work from Home), mungkin mudah untuk mengawasi anak-anak belajar di rumah, bagaimana jika orangtua sudah mulai kembali bekerja? Apakah anak-anak bisa tetap belajar di rumah dengan efektif tanpa bantuan dan pengawasan orangtua?

Baca juga: PSBB Dilonggarkan, Begini Panduan Perawatan Kesehatan Anak

Agar Anak Tetap Efektif Belajar di Rumah Tanpa Orangtua

Sebenarnya, kalau anak sudah berada di kelas 10 atau lebih Sekolah Menengah Atas (SMA), orangtua tidak perlu terlalu cemas karena sudah bisa belajar sendiri dan tau cara mengatur waktu dengan baik. Namun, bagi anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), atau yang memang terbiasa didampingi orangtua dalam belajar, tentu agak sulit jika orangtua harus kembali bekerja.

Nah, agar anak tetap efektif belajar di rumah selagi orangtua bekerja, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Bicarakan dengan Anak

Ajak anak bicara dengan lembut, beritahu ia bahwa kamu akan mulai bekerja lagi di kantor, jadi tidak bisa lagi menemaninya belajar di rumah. Minta ia untuk tetap disiplin dan mengerjakan semua tugas yang diberikan guru terlebih dahulu, baru bisa bermain atau bersantai-santai.

Beri pemahaman padanya bahwa belajar di rumah ini sama seperti sekolah. Ada waktunya untuk belajar, mengerjakan tugas, dan ada waktunya untuk beristirahat. Minta ia untuk mengatur waktu seperti halnya saat sekolah, kapan harus belajar dan kapan harus istirahat untuk makan dan bermain sebentar.

2. Buat Ruangan Khusus untuk Belajar yang Nyaman

Ciptakan ruangan khusus untuk belajar yang nyaman dan membuatnya merasa seolah sedang berada di sekolah. Dengan begitu, aktivitas belajar jadi lebih menyenangkan. Siapkan meja belajar di kamar atau ruang belajar, yang tidak ada televisinya. Dengan begitu, anak bisa fokus belajar.

Baca juga: Mulai Aktif Lagi, Begini 5 Cara Atur Jam Produktif Anak

3. Pantau dan Ingatkan Sesekali Lewat Telepon

Di era digital ini, komunikasi tentu bukan lagi jadi hal yang sulit. Jika anak sudah bisa menggunakan handphone, atau jika ada telepon rumah, teleponlah ia sesekali di sela jam istirahat kantor, untuk menanyakan apakah ia sudah belajar dan mengerjakan tugas. Jangan lupa juga untuk memberinya perhatian dengan menanyakan apakah ia sudah makan, apa ada hal menyenangkan yang terjadi di rumah.

4. Segera Pulang dan Cek Tugas Anak

Saat sudah tiba jam pulang kantor, bergegaslah pulang, jangan mampir atau nongkrong dengan rekan kerja, jika tidak penting-penting amat. Temui anak di rumah dan peluklah ia. Lalu, tanyakan apa tugasnya sudah selesai atau belum. Jika belum, apakah karena ada soal yang sulit atau tidak. Bantulah ia untuk menyelesaikan tugasnya bersama, jika ada tugas yang memang sulit untuk dikerjakan sendiri.

Namun, jika tugas Si Kecil sudah selesai, jangan lupa beri apresiasi dan pujilah ia. Sebab, anak-anak sangat menyukai pujian atas hal-hal baik yang ia lakukan. Dengan begitu, ia tentu akan jadi semangat untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah lainnya di esok hari.

Baca juga: Cara Dampingi Anak Belajar Selama New Normal

Minta Kelonggaran dari Guru atau Pihak Sekolah

Jika berbagai tips tersebut sulit diaplikasikan karena berbagai alasan. Hingga akhirnya anak jadi merasa kewalahan dengan tugas-tugas yang diberikan atau anak terlihat sangat stres, ini saatnya kamu berbicara dengan guru atau pihak sekolah agar diberi kelonggaran waktu. Utarakan bahwa kamu sudah mulai bekerja di kantor lagi, dan anak merasa kewalahan karena sudah terbiasa ada yang bimbing dan temani ketika belajar. 

Guru mungkin akan memaklumi dan memberi kelonggaran waktu untuk mengumpulkan tugas. Setelah itu, kamu bisa menyemangati lagi anak untuk menyelesaikan tugasnya dan bimbing ia di malam hari ketika kamu pulang kerja. Pastikan juga anak tidak terlalu stres, karena justru akan membuatnya rentan sakit. 

Kalau anak sakit, kamu tidak perlu langsung panik. Beri ia makanan bergizi, banyak minum air putih, dan istirahat yang cukup. Jika tak kunjung membaik, download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter anak lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit



Referensi:
UNICEF. Diakses pada 2020. 5 ways to help keep children learning during the COVID-19 pandemic.
BBC. Diakses pada 2020. Coronavirus: How do I home-school my children and what does Bitesize offer?