Ad Placeholder Image

Cara Atasi Varises Vagina Agar Ibu Hamil Tetap Nyaman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Varises Vagina: Gejala, Cara Mengatasi & Kapan ke Dokter

Cara Atasi Varises Vagina Agar Ibu Hamil Tetap NyamanCara Atasi Varises Vagina Agar Ibu Hamil Tetap Nyaman

DAFTAR ISI


Mengenal Kondisi Varises Vagina

Ketika mendengar kata “varises”, sebagian besar orang langsung membayangkan pembuluh darah vena yang menonjol, kebiruan, dan berkelok-kelok di area betis atau paha. Namun, tahukah kamu bahwa varises juga bisa terjadi di area kewanitaan? Kondisi medis ini dikenal dengan sebutan varises vagina atau varises vulva (vulvar varicosities).

Kondisi ini umumnya dialami oleh wanita pada masa kehamilan. Secara anatomis, vulva memiliki jaringan pembuluh darah yang sangat kaya. Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung perkembangan janin. Di saat yang bersamaan, rahim yang semakin membesar akan memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah di area panggul dan sekitarnya. Akibatnya, aliran darah dari bagian bawah tubuh yang menuju kembali ke jantung menjadi terhambat, sehingga darah menumpuk di pembuluh vena area vulva dan menyebabkannya membengkak.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan dan bisa menimbulkan rasa sangat tidak nyaman, varises di area ini sebenarnya adalah komplikasi kehamilan yang cukup umum dan umumnya tidak membahayakan kondisi ibu maupun janin. Banyak ibu hamil yang merasa cemas apakah kondisi ini akan menghalangi proses persalinan normal. Kenyataannya, pembuluh darah vena memiliki sifat yang sangat elastis dan jarang sekali pecah saat proses mengejan.

Walaupun umumnya sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan, gejala varises vagina bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mulai dari rasa pegal, gatal, hingga nyeri panggul yang intens. Oleh karena itu, mengenali cara mengatasi dan meringankan gejalanya sangatlah penting agar ibu hamil tetap merasa nyaman hingga hari persalinan tiba.

Gejala dan Penyebab Utamanya

Varises pada vulva atau vagina bisa muncul tanpa gejala apa pun. Beberapa wanita bahkan baru menyadari adanya pembengkakan saat sedang mandi atau melakukan pemeriksaan kehamilan rutin. Namun, pada sebagian besar kasus, kondisi ini disertai dengan keluhan fisik yang cukup terasa.

Gejala yang paling sering dilaporkan adalah rasa berat, penuh, atau tertekan di area bibir vagina (labia). Sensasi ini biasanya semakin memburuk setelah berdiri dalam waktu lama, setelah berhubungan intim, atau di penghujung hari saat lelah beraktivitas. Selain itu, pembuluh darah yang membengkak akan tampak kebiruan atau keunguan, menonjol, dan terasa bergelombang saat disentuh.

Gejala penyerta lainnya meliputi rasa gatal yang sulit tertahankan di sekitar area vulva, nyeri yang menjalar hingga ke paha bagian dalam atau pantat, serta rasa tidak nyaman saat duduk di permukaan yang keras. Dalam beberapa kasus, varises ini bisa berbarengan dengan munculnya ambeien (wasir), karena keduanya disebabkan oleh tekanan panggul yang sama.

Apa yang sebenarnya memicu kondisi ini? Selain kehamilan itu sendiri, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seorang wanita mengalami varises vagina. Perubahan hormon, terutama peningkatan hormon progesteron selama kehamilan, membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar. Kondisi inilah yang mempermudah darah terkumpul di vena.

Faktor Pemicu Varises Vagina
  1. Kehamilan berulang: Risiko meningkat pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya karena pembuluh darah panggul sudah pernah meregang sebelumnya.
  2. Genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi varises atau gangguan pembuluh darah vena.
  3. Berdiri terlalu lama: Pekerjaan atau aktivitas yang menuntut posisi berdiri statis berjam-jam meningkatkan tekanan gravitasi pada panggul.
  4. Konstipasi kronis: Mengejan terlalu keras saat buang air besar memberi tekanan langsung pada vena panggul dan vulva.

Cara Mengatasi Varises Vagina Secara Mandiri

Mengingat varises vulva jarang dioperasi saat masa kehamilan, penanganan utamanya berfokus pada meredakan gejala dan mencegah pembengkakan bertambah parah. Berikut adalah beberapa langkah perawatan mandiri yang aman dan terbukti efektif untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat varises vagina:

1. Menggunakan Kompres Dingin

Sensasi dingin sangat efektif untuk menyempitkan kembali pembuluh darah yang melebar (vasokonstriksi) serta mematikan rasa nyeri secara sementara. Kamu bisa menggunakan ice pack atau es batu yang dibalut dengan handuk bersih yang lembut. Tempelkan secara perlahan di area vulva yang bengkak selama 10 hingga 15 menit. Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena bisa menyebabkan iritasi. Lakukan hal ini beberapa kali sehari, terutama saat rasa pegal dan berat mulai muncul.

2. Memakai Celana Penyangga Kehamilan

Saat ini, sudah banyak tersedia celana dalam khusus ibu hamil yang dilengkapi dengan bantalan atau kompresi ringan di bagian bawah (dikenal juga dengan sebutan V2 supporter). Celana ini dirancang khusus untuk memberikan dukungan dan tekanan ke atas pada area dasar panggul dan vulva. Tekanan ini akan membantu melawan efek gravitasi, mencegah darah menumpuk di pembuluh vena, dan meredakan rasa berat ketika kamu harus berjalan atau berdiri.

3. Mengubah Posisi dan Rutin Mengangkat Kaki

Usahakan untuk tidak berdiri atau duduk di posisi yang sama dalam waktu yang terlalu lama. Jika pekerjaanmu menuntut banyak duduk, berdirilah dan regangkan kaki setiap jam untuk melancarkan sirkulasi. Sebaliknya, jika sering berdiri, curi waktu untuk duduk. Saat beristirahat atau tidur, ganjal kakimu dengan bantal agar posisinya sedikit lebih tinggi dari letak jantung. Posisi ini sangat membantu darah dari area panggul dan tungkai untuk mengalir kembali ke jantung dengan lancar.

4. Melakukan Senam Kegel

Senam Kegel bukan hanya berguna untuk melatih otot panggul menjelang persalinan, tetapi juga membantu memompa darah yang tergenang di area vulva dan rektum. Cara melakukannya pun mudah. Kencangkan otot panggulmu seperti saat kamu sedang menahan buang air kecil. Tahan kontraksi tersebut selama 5 hingga 10 detik, lalu lepaskan secara perlahan. Lakukan latihan ini sebanyak tiga set, masing-masing 10 kali repetisi setiap harinya.

5. Mencegah Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah musuh terbesar bagi penderita varises panggul maupun wasir. Tekanan kuat saat mengejan akan memperparah pelebaran pembuluh darah di vulva. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih 8-10 gelas per hari dan perbanyak asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Jika sembelit tak kunjung mereda, selain memperbaiki asupan makanan, kamu juga bisa beli vitamin atau suplemen serat tambahan, namun pastikan penggunaannya aman untuk ibu hamil.

Kapan Harus Penanganan Medis?

Dalam kondisi normal, varises vagina akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 6 minggu setelah bayi lahir. Namun, pada persentase yang sangat kecil, pembengkakan bisa bertahan lebih lama atau bahkan menimbulkan komplikasi berupa trombosis (penggumpalan darah di dalam vena).

Segera cari pertolongan medis jika varises yang kamu alami tiba-tiba berubah tekstur menjadi sangat keras seperti batu, terasa panas saat disentuh, kemerahan yang tidak wajar, atau menimbulkan rasa sakit yang sangat menusuk. Gejala-gejala tersebut bisa menandakan adanya gumpalan darah yang memerlukan evaluasi dokter. Jika rasa nyeri semakin mengganggu aktivitas harian atau menimbulkan kecemasan hebat, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan dan arahan medis yang tepat.

Untuk kasus varises yang tidak kunjung hilang hingga beberapa bulan setelah melahirkan (kondisi di luar kehamilan), dokter spesialis bedah vaskular mungkin akan menyarankan prosedur lanjutan. Beberapa opsi medis yang tersedia antara lain adalah skleroterapi (penyuntikan cairan khusus ke dalam vena untuk mengempiskannya) atau embolisasi vena transkateter untuk menutup aliran pembuluh darah yang bermasalah.

Studi Terkait

International Journal of Women’s Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa varises vulva dialami oleh sekitar 4% hingga 10% ibu hamil, dan kejadiannya berbanding lurus dengan usia ibu serta jumlah kehamilan (multiparitas).

Studi tersebut menegaskan bahwa penanganan lini pertama yang paling aman selama kehamilan adalah terapi konservatif seperti kompresi mekanik (pakaian penyangga) dan modifikasi gaya hidup. Intervensi bedah maupun skleroterapi sangat tidak direkomendasikan saat pasien sedang mengandung karena risiko dan tingginya tingkat perbaikan spontan pada masa nifas.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Vulvar varicosities during pregnancy: What can you do?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Vulvar Varicosities: Causes, Symptoms & Treatment.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Body Changes During Pregnancy.
Journal of Vascular Surgery. Diakses pada 2024. Management of vulvar varicosities.

FAQ

1. Apakah varises vagina berbahaya bagi perkembangan janin?

Tidak, varises vagina sama sekali tidak mempengaruhi perkembangan, kesehatan, maupun suplai nutrisi ke janin. Kondisi ini murni merupakan masalah pada sistem pembuluh darah balik ibu akibat tekanan mekanik dari rahim dan hormon kehamilan.

2. Bisakah saya melahirkan normal jika memiliki varises vagina?

Bisa. Adanya varises di area vulva bukan merupakan indikasi mutlak untuk melakukan operasi caesar. Pembuluh darah vagina sangat lentur dan memiliki aliran darah yang tinggi, sehingga jarang sekali pecah selama proses persalinan pervaginam. Dokter kandungan akan memantau kondisi ini selama proses persalinan.

3. Apakah varises vagina boleh dipijat agar kempes?

Sangat tidak disarankan memijat atau menekan keras varises vagina. Memijat area vena yang sedang membengkak dan melemah justru berisiko melukai pembuluh darah, memicu iritasi yang lebih parah, atau bahkan melepaskan gumpalan darah jika ada. Cukup gunakan kompres dingin untuk meredakannya.

4. Apakah aman berhubungan intim saat mengalami varises vagina?

Secara medis aman, namun tergantung pada tingkat kenyamanan sang ibu. Karena area vulva menjadi lebih sensitif, bengkak, dan terasa berat, berhubungan intim mungkin bisa terasa tidak nyaman atau sedikit menyakitkan. Berkomunikasilah dengan pasangan dan cari posisi yang paling meminimalkan tekanan pada area panggul.