Ad Placeholder Image

Cara Baca Hasil USG Kehamilan Berdasar Jenisnya

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026
Cara Baca Hasil USG Kehamilan Berdasar JenisnyaCara Baca Hasil USG Kehamilan Berdasar Jenisnya

DAFTAR ISI


Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. Melalui layar monitor hitam putih, kamu bisa melihat secara langsung perkembangan janin yang ada di dalam kandungan, mulai dari bentuk kantung kehamilan yang masih sangat kecil, hingga rupa wajah bayi yang mulai terbentuk sempurna di trimester ketiga. Teknologi ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menciptakan gambar organ dalam tubuh tanpa menggunakan radiasi, sehingga sangat aman bagi ibu maupun janin.

Namun, setelah pemeriksaan selesai, dokter biasanya akan memberikan hasil cetak (printout) USG yang dipenuhi dengan angka-angka dan berbagai kombinasi huruf. Bagi orang awam, deretan huruf seperti BPD, CRL, HC, atau EFW tentu terlihat seperti kode rahasia yang sulit dipahami. Tidak jarang, ketidaktahuan ini justru menimbulkan rasa cemas pada ibu hamil, apalagi jika angka yang tertera disandingkan dengan grafik yang tidak dimengerti.

Oleh karena itu, memahami arti singkatan di usg sangat penting. Pengetahuan ini tidak hanya membantu kamu membaca hasil pemeriksaan dengan lebih tenang, tetapi juga memungkinkan kamu untuk berdiskusi lebih aktif dengan dokter kandungan mengenai tumbuh kembang si Kecil. Memantau hasil USG secara berkala adalah kunci utama untuk mendeteksi dini jika ada masalah dalam perkembangan janin.

Nah, mau tahu apa saja daftar singkatan yang paling sering muncul di hasil pemeriksaan USG kehamilan beserta maknanya? Berikut ulasan lengkapnya yang wajib kamu ketahui!

Mengenal Pemeriksaan USG dan Pentingnya Bagi Kehamilan

Sebelum membedah satu per satu arti dari singkatan yang ada, penting untuk memahami bagaimana mesin USG bekerja dalam menghasilkan data tersebut. Mesin USG dilengkapi dengan sebuah alat bernama transducer yang akan ditempelkan pada perut ibu (USG abdomen) atau dimasukkan melalui vagina (USG transvaginal). Alat ini memancarkan gelombang suara yang akan memantul kembali ketika mengenai jaringan tubuh atau cairan ketuban.

Pantulan gelombang suara inilah yang kemudian diterjemahkan oleh komputer menjadi gambar dan ukuran presisi dalam satuan milimeter (mm) atau sentimeter (cm). Dari ukuran-ukuran tersebut, komputer USG memiliki perangkat lunak khusus yang secara otomatis menghitung usia kehamilan dan perkiraan berat badan janin berdasarkan standar kurva pertumbuhan internasional.

Terminologi Dasar Waktu dan Usia Kehamilan

Singkatan pertama yang biasanya terletak di bagian paling atas lembar hasil USG adalah informasi mengenai usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Berikut adalah istilah-istilahnya:

1. LMP (Last Menstrual Period)

LMP atau dalam bahasa Indonesia sering disebut HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) adalah tanggal yang merujuk pada hari pertama kamu mengalami menstruasi sebelum akhirnya positif hamil. Angka LMP ini tidak didapatkan dari mesin USG, melainkan diinput secara manual oleh dokter berdasarkan informasi yang kamu berikan. LMP menjadi patokan awal untuk menghitung usia kehamilan secara kronologis.

2. EDD (Estimated Delivery Date) atau EDC (Estimated Date of Confinement)

EDD adalah Hari Perkiraan Lahir (HPL). Di lembar USG, kamu mungkin akan melihat dua jenis EDD, yaitu EDD berdasarkan LMP (dihitung dari kalender menstruasi) dan EDD berdasarkan USG (dihitung dari ukuran janin). Jika siklus haid kamu teratur, biasanya selisih antara kedua EDD ini tidak terlalu jauh. Namun, jika siklus haidmu tidak teratur, dokter biasanya akan lebih mempercayai EDD berdasarkan USG trimester pertama karena dinilai paling akurat.

3. GA (Gestational Age)

GA adalah usia kehamilan. Sama seperti EDD, GA juga bisa muncul dalam dua versi (GA berdasarkan LMP dan GA berdasarkan USG). GA biasanya ditulis dalam format minggu dan hari, misalnya “GA = 12w3d”, yang berarti usia kehamilanmu adalah 12 minggu 3 hari. Ini adalah indikator utama untuk mengetahui apakah ukuran janin sesuai dengan usia kehamilannya.

Tips Persiapan Sebelum Melakukan Pemeriksaan USG
  1. Kenakan pakaian yang longgar atau model two-piece (atasan dan bawahan) agar dokter lebih mudah mengakses area perut.
  2. Untuk USG di trimester pertama (terutama USG abdomen), dokter biasanya menyarankan ibu untuk menahan buang air kecil. Kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim naik sehingga janin lebih mudah terlihat.
  3. Jika kamu menjalani USG transvaginal, sebaliknya, kandung kemih harus dikosongkan agar pemeriksaan lebih nyaman.

Singkatan Pengukuran di Trimester Pertama

Pada awal kehamilan (trimester pertama), janin masih berukuran sangat kecil dan belum membentuk organ tulang yang keras. Oleh karena itu, parameter pengukurannya pun berbeda dengan trimester selanjutnya.

1. GS (Gestational Sac)

GS merujuk pada kantung kehamilan. Ini adalah struktur pertama yang bisa dilihat melalui USG sejak usia kehamilan sekitar 4 hingga 5 minggu. GS berbentuk seperti bulatan hitam (karena berisi cairan) di dalam rahim. Pengukuran diameter GS digunakan untuk mengkonfirmasi adanya kehamilan intrauterin (di dalam rahim) dan menyingkirkan risiko kehamilan ektopik (di luar rahim).

2. YS (Yolk Sac)

YS atau kantung kuning telur adalah struktur bundar kecil yang terletak di dalam kantung kehamilan. Sebelum plasenta terbentuk sempurna dan mengambil alih fungsi pemberian nutrisi, YS inilah yang bertugas memberikan makanan bagi embrio di masa-masa awal pertumbuhannya. Keberadaan YS merupakan tanda positif bahwa kehamilan berkembang dengan baik.

3. CRL (Crown-Rump Length)

CRL adalah panjang embrio atau janin dari ujung kepala (Crown) hingga bagian ujung bokong (Rump). Kaki janin tidak dihitung dalam pengukuran CRL karena di awal kehamilan janin sering kali meringkuk sehingga kakinya sulit diukur lurus. CRL adalah parameter paling akurat untuk menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Pengukuran CRL umumnya dilakukan mulai usia 6 minggu hingga sekitar 13-14 minggu.

Singkatan Biometri Janin di Trimester Dua dan Tiga

Memasuki trimester kedua (di atas 14 minggu), tulang-tulang janin sudah mulai mengeras. Pada tahap ini, pengukuran CRL tidak lagi efektif. Dokter akan mulai beralih menggunakan pengukuran biometri (bagian tubuh spesifik) untuk memantau pertumbuhan bayi.

1. BPD (Biparietal Diameter)

BPD adalah ukuran diameter melintang kepala janin, atau jarak dari pelipis kanan ke pelipis kiri. Pengukuran ini penting untuk memastikan pertumbuhan otak dan tulang tengkorak bayi berkembang sesuai dengan usia kehamilan. BPD biasanya mulai bisa diukur dengan jelas pada usia kehamilan 13 minggu.

2. HC (Head Circumference)

HC adalah lingkar kepala janin. Berbeda dengan BPD yang hanya mengukur jarak melintang, HC mengukur keliling keseluruhan dari tengkorak bayi. Kombinasi dari BPD dan HC memberikan gambaran yang komprehensif kepada dokter mengenai proporsi ukuran kepala janin. Ini penting untuk mendeteksi kondisi seperti mikrosefali (kepala terlalu kecil) atau hidrosefalus (penumpukan cairan di kepala).

3. AC (Abdominal Circumference)

AC merupakan lingkar perut janin. Di antara semua pengukuran biometri, AC adalah indikator yang paling cepat berubah mengikuti asupan nutrisi ibu. Jika ibu kekurangan gizi atau mengalami masalah fungsi plasenta, lingkar perut janin biasanya akan tertinggal pertumbuhannya (lebih kecil dari usia kehamilan). Sebaliknya, pada ibu dengan diabetes gestasional, ukuran AC janin bisa lebih besar karena penumpukan lemak di perut bayi.

4. FL (Femur Length)

FL adalah panjang tulang paha, yang merupakan tulang terpanjang dan terkuat dalam tubuh manusia. Panjang tulang paha berkorelasi erat dengan panjang badan janin secara keseluruhan. Pengukuran FL penting untuk mendeteksi kelainan pertumbuhan tulang (displasia skeletal) atau kelainan genetik tertentu.

Indikator Kondisi Jantung, Ketuban, dan Plasenta

Selain mengukur anatomi tubuh, hasil cetak USG juga sering menampilkan indikator vital lain yang menunjukkan kesejahteraan janin selama di dalam rahim.

1. EFW (Estimated Fetal Weight) atau FW (Fetal Weight)

EFW adalah taksiran atau perkiraan berat janin yang biasanya ditampilkan dalam satuan gram (gr). EFW tidak didapatkan dengan “menimbang” bayi, melainkan dihitung secara otomatis oleh perangkat lunak mesin USG berdasarkan rumus matematika rumit yang menggabungkan nilai BPD, HC, AC, dan FL. Karena sifatnya estimasi, berat asli bayi saat lahir bisa memiliki margin error sekitar 10-15% dari hasil EFW.

2. FHR (Fetal Heart Rate) atau DJJ (Denyut Jantung Janin)

FHR menunjukkan seberapa cepat jantung bayi berdetak dalam hitungan *Beats Per Minute* (bpm). Detak jantung janin yang normal berkisar antara 120 hingga 160 denyut per menit, yang mana jauh lebih cepat dibandingkan detak jantung orang dewasa. FHR digunakan untuk memastikan janin dalam kondisi baik dan tidak mengalami gawat janin (hipoksia).

3. AFI (Amniotic Fluid Index)

AFI adalah indeks cairan ketuban. Cairan ketuban sangat krusial karena berfungsi sebagai bantalan pelindung bayi dari benturan, menjaga suhu rahim tetap hangat, serta membantu pematangan paru-paru dan sistem pencernaan janin. Nilai AFI yang normal umumnya berada di kisaran 5 hingga 25 cm. Jika kurang dari 5 cm disebut oligohidramnion (ketuban sedikit), dan jika lebih dari 25 cm disebut polihidramnion (ketuban berlebih).

4. Placenta Grade

Plasenta atau ari-ari adalah organ sementara yang menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta akan mengalami proses penuaan yang ditandai dengan munculnya kalsifikasi (pengapuran). “Grade” atau derajat kematangan plasenta dinilai dari 0 hingga 3. Grade 3 (pengapuran berat) biasanya wajar ditemukan pada kehamilan trimester tiga akhir, namun perlu diwaspadai jika terjadi terlalu dini karena dapat mengganggu suplai nutrisi.

Studi Terkait Akurasi Pengukuran USG

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menerbitkan rekomendasi klinis yang menjelaskan bahwa USG trimester pertama (usia kehamilan di bawah 14 minggu) merupakan metode yang paling akurat untuk menentukan atau memastikan usia kehamilan, dengan margin kesalahan hanya sekitar 5-7 hari.

Studi tersebut menegaskan bahwa jika terdapat perbedaan signifikan (lebih dari 7 hari) antara Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (LMP) dengan HPL yang dihasilkan oleh USG trimester pertama, maka dokter sangat disarankan untuk menggunakan tanggal HPL dari USG sebagai patokan utama. Hal ini membuktikan pentingnya melakukan pemeriksaan USG sedini mungkin saat mengetahui adanya kehamilan.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu merasa membutuhkan asupan nutrisi tambahan selama masa kehamilan berdasarkan rekomendasi dokter dari hasil USG, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu bisa beli vitamin kehamilan secara online di Halodoc. Produk 100% asli, dikemas dengan aman, dan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.

Referensi:
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Ultrasound Exams.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Fetal ultrasound.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Fetal Ultrasound (Sonogram).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience.
International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology (ISUOG). Diakses pada 2024. ISUOG Practice Guidelines: performance of first-trimester fetal ultrasound scan.

FAQ

1. Apakah taksiran berat janin (EFW) di hasil USG sudah pasti akurat?

Tidak 100% akurat. EFW adalah perhitungan estimasi yang didapat dari rumus matematis berdasarkan lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang tulang paha janin. Umumnya terdapat margin error atau selisih sekitar 10% hingga 15% dari berat badan asli bayi saat dilahirkan nantinya. Oleh karena itu, berat bayi bisa sedikit lebih besar atau lebih kecil dari angka di layar USG.

2. Mengapa usia kehamilan (GA) dari hasil USG berbeda dengan hitungan HPHT?

Perbedaan ini sangat umum terjadi, terutama jika ibu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau sering terlambat haid. Hitungan HPHT mengasumsikan ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi tepat di hari ke-14. Jika ovulasi terjadi lebih lambat dari hari ke-14, maka usia kehamilan berdasarkan ukuran janin di USG (GA) akan terlihat lebih muda dibandingkan hitungan HPHT ibu.

3. Kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan pemeriksaan USG pertama kali?

Dokter kandungan umumnya menyarankan untuk melakukan USG pertama kali pada usia kehamilan 7 hingga 8 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Pada usia ini, kantung kehamilan, embrio, dan detak jantung janin biasanya sudah dapat terdeteksi dengan jelas. Melakukan USG terlalu dini (misal di minggu ke-4) sering kali belum menunjukkan gambar janin, yang malah bisa memicu kecemasan.

4. Apakah aman melakukan USG sering-sering selama kehamilan?

Secara medis, USG dinilai sangat aman karena tidak menggunakan radiasi pengion seperti rontgen atau CT scan, melainkan hanya menggunakan gelombang suara. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa USG membahayakan perkembangan bayi. Meski begitu, para ahli kesehatan menyarankan agar USG dilakukan sesuai indikasi dan jadwal medis yang direkomendasikan oleh dokter kandungan yang menanganinya.