Ad Placeholder Image

Cara Bijak Memilih Tempat Sampah Organik dan Non Organik

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 09 September 2026

Cara Memilah Sampah dengan Tempat Sampah Organik dan Non Organik yang Tepat untuk Lingkungan Bersih

Cara Bijak Memilih Tempat Sampah Organik dan Non OrganikCara Bijak Memilih Tempat Sampah Organik dan Non Organik

DAFTAR ISI


Tempat sampah organik dan non organik membantu mengelola limbah rumah tangga dengan lebih teratur. Sampah organik biasanya berasal dari sisa makhluk hidup, seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah. Sementara itu, sampah nonorganik meliputi plastik, kaca, logam, serta bahan lain yang sulit terurai secara alami.

Pemisahan sampah sejak dari sumbernya dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan memudahkan proses daur ulang. Kebiasaan ini juga membantu mencegah penumpukan sampah yang dapat menjadi tempat berkembang biak lalat, kecoa, tikus, dan mikroorganisme penyebab penyakit.

Tempat sampah yang tepat sebaiknya memiliki penutup, mudah dibersihkan, dan ukurannya sesuai dengan kebutuhan rumah. Penggunaan kantong sampah juga perlu disesuaikan, terutama untuk limbah basah agar tidak bocor dan menimbulkan bau.

Berikut panduan memilih tempat sampah organik dan nonorganik agar pengelolaan limbah di rumah lebih higienis dan praktis.

Rekomendasi Tempat Sampah Organik dan Non Organik

Tempat Sampah untuk Limbah Organik

Pilih wadah yang memiliki penutup rapat, lapisan tahan air, dan mudah dicuci. Tempat sampah ini digunakan untuk sisa makanan, sayuran, buah, daun, serta limbah dapur yang mudah membusuk.

Tempat Sampah untuk Limbah Nonorganik

Gunakan wadah yang kuat dan kering untuk plastik, botol, kaleng, kaca, serta kemasan. Sebelum dibuang atau dikumpulkan untuk didaur ulang, bilas wadah yang masih memiliki sisa makanan atau minuman.

Cara Memilih dan Menggunakan Tempat Sampah

  • Gunakan warna atau label berbeda untuk sampah organik dan nonorganik.
  • Letakkan tempat sampah di area yang mudah dijangkau, tetapi tidak dekat dengan sumber makanan.
  • Kosongkan sampah organik setiap hari untuk mencegah bau dan pertumbuhan kuman.
  • Cuci dan keringkan tempat sampah secara berkala.
  • Jangan mencampur baterai, lampu, obat kedaluwarsa, atau bahan kimia dengan sampah rumah tangga biasa.
Perhatikan kebersihan tangan
  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang tempat sampah atau memindahkan kantong sampah.
  2. Gunakan sarung tangan bila perlu, terutama saat menangani sampah basah atau benda tajam.

Studi Terkait

Pemisahan sampah, kebersihan wadah, dan mencuci tangan merupakan bagian penting dari perilaku hidup bersih. Pengelolaan limbah yang baik dapat membantu mengurangi risiko paparan kuman dan pencemaran lingkungan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika setelah kontak dengan sampah muncul luka yang dalam, kemerahan dan bengkak yang meluas, demam, muntah berulang, atau sesak napas. Luka akibat benda kotor atau berkarat juga mungkin memerlukan penilaian terkait imunisasi tetanus.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat, vitamin, suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep melalui fitur Tebus Resep dengan praktis.
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin dengan Tanya HILDA.
  • ✅ Praktis dan mudah, tanpa perlu antre atau keluar rumah.
  • ✅ Apotek resmi, produk asli, privasi terjaga, dan tersedia layanan pengantaran dari apotek terdekat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika memiliki keluhan setelah terpapar sampah, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat membantu menilai gejala dan memberikan arahan perawatan yang sesuai.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Solid Waste Management.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
WebMD. Diakses pada 2026. Hand Washing and Hygiene.
PubMed. Diakses pada 2026. Household Waste Management and Health Risks.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Pengelolaan Limbah Rumah Tangga.

FAQ

1. Apa perbedaan sampah organik dan nonorganik?

Sampah organik berasal dari bahan alami dan relatif mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun. Sampah nonorganik, seperti plastik dan kaca, membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.

2. Apakah sampah organik harus menggunakan kantong khusus?

Tidak selalu, tetapi kantong yang kuat dan tidak mudah bocor dapat membantu menjaga kebersihan. Pastikan sampah tetap dibuang secara rutin agar tidak menimbulkan bau.

3. Di mana sebaiknya tempat sampah diletakkan?

Letakkan di area yang mudah dijangkau dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menaruhnya dekat makanan, sumber air minum, atau area bermain anak.

4. Kapan luka akibat sampah perlu diperiksakan?

Periksakan luka jika dalam, terkena benda kotor atau berkarat, sulit dibersihkan, atau disertai bengkak, nanah, dan demam. Dokter dapat menentukan perawatan serta kebutuhan imunisasi tetanus.