Ad Placeholder Image

Cara Efektif Mengatasi Flue Singapore Pada Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Solusi tepat atasi gejala flue Singapore dengan penanganan medis yang cepat dan efektif.

Cara Efektif Mengatasi Flue Singapore Pada AnakCara Efektif Mengatasi Flue Singapore Pada Anak

DAFTAR ISI


Flu Singapura atau yang secara medis dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi menular yang umumnya disebabkan oleh virus dari kelompok Enterovirus, seperti Coxsackievirus. Penyakit ini sangat sering menyerang anak-anak, meski orang dewasa juga tetap berisiko tertular.

Gejala utama dari flu Singapura meliputi demam, nyeri tenggorokan, serta timbulnya bintik-bintik merah atau ruam lecet pada telapak tangan, telapak kaki, dan luka seperti sariawan di dalam mulut. Rasa tidak nyaman di mulut sering kali membuat penderitanya, terutama balita, sulit untuk makan dan minum.

Karena flu Singapura disebabkan oleh virus, penyakit ini umumnya dapat sembuh sendiri (self-limiting disease) seiring meningkatnya daya tahan tubuh. Namun, penanganan yang tepat diperlukan untuk meredakan gejala serta mencegah kemungkinan timbulnya infeksi bakteri sekunder pada luka atau area tenggorokan.

Jika dicurigai adanya komplikasi atau infeksi sekunder akibat bakteri, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat pendukung. Kamu dapat melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan terapi yang tepat.

Rekomendasi Obat untuk Membantu Penanganan Flu Singapura

Berikut adalah beberapa obat yang dapat diresepkan oleh dokter untuk menangani komplikasi infeksi bakteri sekunder atau gejala infeksi tenggorokan saat menderita flu Singapura:

1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul

Cefixime adalah obat antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang bekerja menghambat pertumbuhan bakteri. Obat ini digunakan jika penderita flu Singapura mengalami infeksi bakteri sekunder pada saluran pernapasan atau tenggorokan atas arahan medis dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang bekerja menghentikan perkembangbiakan bakteri. Pada kasus penyulit flu Singapura dengan infeksi sekunder pada saluran napas, obat ini dapat diberikan berdasarkan pertimbangan klinis dari dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Dohixat 100 mg 10 Kapsul

Dohixat memuat kandungan Doxycycline yang berfungsi mengatasi berbagai infeksi bakteri. Antibiotik ini diberikan hanya apabila terdapat indikasi infeksi bakteri tambahan yang menyertai keluhan pasien dewasa.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dohixat 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. FG Troches 10 Tablet

FG Troches mengandung kombinasi antibiotik Fradiomycin dan Gramicidin dalam bentuk tablet hisap. Obat ini bermanfaat meredakan infeksi bakteri lokal pada area mulut dan tenggorokan yang timbul akibat luka sariawan flu Singapura.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan FG Troches 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet

Ciprofloxacin adalah antibiotik spektrum luas dari golongan kuinolon. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri berat jika terjadi komplikasi sistemik sesuai indikasi resep dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Merawat Flu Singapura di Rumah

Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, terdapat beberapa langkah perawatan alami yang dapat kamu lakukan di rumah:

  • Menjaga asupan cairan: Berikan air putih dingin atau es krim lunak untuk meredakan nyeri tenggorokan dan mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan bertekstur lembut: Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang dapat memperparah iritasi luka di dalam mulut.
  • Istirahat yang cukup: Pastikan pasien beristirahat penuh di rumah agar sistem imun tubuh bekerja optimal dan tidak menularkan ke orang lain.
  • Menjaga kebersihan: Rutin mencuci tangan dengan sabun dan mengisolasi peralatan makan secara terpisah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu atau si Kecil tidak membaik dalam 7–10 hari, timbul tanda dehidrasi (seperti lemas dan jarang buang air kecil), atau demam tetap tinggi melebihi 3 hari, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak atau Dokter Umum di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui layanan konsultasi dokter di Halodoc, kamu bisa mendapatkan saran medis yang tepat dari dokter terpercaya. Kamu bisa beli obat dengan resep dokter secara praktis dan mudah lewat Halodoc.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) Causes and Transmission.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Flu Singapura dan Penanganannya.
WebMD. Diakses pada 2026. Hand-Foot-and-Mouth Disease: Symptoms, Causes, Treatments.

FAQ

Apakah flu Singapura bisa sembuh sendiri?
Ya, flu Singapura umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari melalui sistem kekebalan tubuh yang baik.

Apakah obat antibiotik wajib untuk flu Singapura?
Tidak wajib. Antibiotik tidak membunuh virus penyebab flu Singapura dan hanya diberikan oleh dokter jika terdapat komplikasi berupa infeksi bakteri sekunder.

Bagaimana cara mencegah penularan flu Singapura di rumah?
Penularan dapat dicegah dengan sering mencuci tangan dengan sabun, mensterilkan mainan anak, serta tidak berbagi alat makan atau handuk dengan penderita.