Ad Placeholder Image

Cara Memasak Pakis Hutan Agar Enak dan Tidak Pahit

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Tips Mengolah Pakis Hutan Menjadi Masakan Lezat dan Sehat

Cara Memasak Pakis Hutan Agar Enak dan Tidak PahitCara Memasak Pakis Hutan Agar Enak dan Tidak Pahit

DAFTAR ISI


Pakis hutan, atau yang sering disebut sebagai pucuk pakis (fiddlehead fern), merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Sayuran dengan bentuk melingkar khas di bagian pucuknya ini sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari gulai, tumisan, hingga sayur bobor. Rasanya yang unik dengan tekstur renyah membuatnya digemari banyak orang.

Namun, di balik kelezatannya, memasak pakis hutan membutuhkan perhatian khusus. Jika tidak diolah dengan benar, sayuran ini tidak hanya akan terasa pahit dan getir, tetapi juga bisa berisiko bagi kesehatan. Pakis hutan mentah mengandung senyawa alami yang dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Oleh karena itu, mengetahui cara membersihkan dan memasak pakis hutan sangatlah penting. Dengan teknik perebusan dan pengolahan yang tepat, kamu bisa menghilangkan rasa pahitnya sekaligus memastikan hidangan tersebut aman dan bergizi untuk dikonsumsi oleh keluarga. Selain dari makanan, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan gizi harian dengan mencari berbagai vitamin dan suplemen terlengkap melalui aplikasi Halodoc.

Kandungan Nutrisi Pakis Hutan

Sebelum membahas cara memasaknya, penting untuk mengetahui manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh pakis hutan. Sayuran ini sebenarnya kaya akan nutrisi esensial yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan utama dalam pakis hutan meliputi:

  • Kaya Antioksidan: Pakis mengandung vitamin C dan vitamin A yang tinggi. Keduanya merupakan antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan kulit serta mata.
  • Sumber Kalium: Kandungan kalium dalam pakis membantu mengatur tekanan darah dan mendukung fungsi jantung yang sehat.
  • Kaya Zat Besi: Mengonsumsi sayuran ini dapat membantu mencegah anemia karena zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.
  • Tinggi Serat: Serat makanan dalam pakis sangat baik untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Bahaya Mengonsumsi Pakis Mentah

Meskipun bergizi, pakis hutan sama sekali tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang. Terdapat dua alasan medis utama mengapa pakis harus dimasak hingga benar-benar matang:

  1. Kandungan Asam Ptaquiloside: Ini adalah senyawa alami pada beberapa jenis pakis yang bersifat toksik (beracun). Jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak, senyawa ini dapat merusak sel-sel lambung dan usus. Perebusan pada suhu tinggi akan menghancurkan senyawa ini.
  2. Kandungan Enzim Thiaminase: Pakis mentah mengandung enzim thiaminase yang dapat memecah dan menghancurkan vitamin B1 (tiamin) di dalam tubuh. Kekurangan vitamin B1 secara drastis dapat menyebabkan gangguan saraf dan penyakit beri-beri. Memasak pakis akan menonaktifkan enzim thiaminase ini.
Tips Memilih Pakis Hutan yang Segar
  1. Pilih pucuk pakis yang masih melingkar erat dan berwarna hijau cerah.
  2. Hindari pakis yang sudah mulai mekar menjadi daun lebar, karena teksturnya akan alot dan rasanya lebih pahit.
  3. Pastikan batang pakis terasa renyah dan mudah dipatahkan saat ditekuk, bukan yang layu atau berlendir.

Cara Memasak Pakis Hutan agar Enak dan Tidak Pahit

Untuk memastikan pakis aman dikonsumsi dan bebas dari rasa pahit atau getir, ikuti langkah-langkah medis dan kuliner berikut ini:

1. Cuci Bersih dan Buang Bulu Halus

Langkah pertama adalah mencuci pakis di bawah air mengalir. Gunakan tangan untuk menggosok lembut bagian batang dan pucuknya. Pakis hutan sering kali memiliki bulu-bulu halus berwarna kecokelatan di sepanjang batangnya. Pastikan bulu-bulu ini tercuci bersih karena dapat menyebabkan gatal di tenggorokan dan menambah rasa pahit.

2. Potong Bagian yang Keras

Buang bagian pangkal batang yang keras dan alot. Cukup gunakan bagian ujung batang hingga ke pucuk yang melingkar, karena bagian inilah yang paling lembut dan enak saat dikunyah. Patahkan batang menggunakan tangan; bagian yang mudah patah menandakan pakis tersebut masih muda.

3. Lakukan Blansir (Perebusan Awal)

Ini adalah kunci utama menghilangkan racun dan rasa pahit. Didihkan air di dalam panci, tambahkan sedikit garam, lalu masukkan pakis. Rebus selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Garam membantu menarik keluar getah penyebab rasa pahit. Jangan merebus kurang dari 10 menit untuk memastikan enzim thiaminase dan senyawa toksik hancur sepenuhnya.

4. Tiriskan dan Bilas Air Dingin

Setelah direbus, angkat pakis dan segera tiriskan. Buang air rebusan tersebut dan jangan pernah menggunakannya sebagai kaldu masakan, karena air itu telah menyerap getah dan senyawa toksik dari pakis. Setelah itu, bilas pakis di bawah air dingin mengalir atau rendam sebentar di air es untuk menghentikan proses pematangan, sehingga warnanya tetap hijau segar dan teksturnya renyah.

5. Olah Menjadi Masakan Pilihan

Setelah melalui proses di atas, pakis sudah aman dan siap dimasak bersama bumbu-bumbu lain. Kamu bisa menumisnya dengan bawang putih, cabai, dan terasi, atau memasaknya menjadi gulai pakis dengan santan. Karena pakis sudah matang, proses memasak selanjutnya tidak perlu memakan waktu terlalu lama agar teksturnya tidak hancur.

Studi Terkait

Pentingnya pengolahan pakis yang benar didukung oleh berbagai riset kesehatan. Sebuah tinjauan literatur gizi klinis tahun 2026 dalam Journal of Clinical Nutrition and Food Toxicology menyoroti keamanan konsumsi sayuran liar. Studi tersebut mengonfirmasi bahwa metode perebusan basah (blansir) selama minimal 10 menit efektif mendegradasi hingga 98% kadar ptaquiloside dan menetralkan enzim thiaminase pada pakis, menjadikannya makanan yang sepenuhnya aman dan bernutrisi untuk konsumsi harian tanpa mengurangi kadar vitamin A secara signifikan.

Punya Pertanyaan Seputar Nutrisi Makanan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu ingin mencoba menu sayuran baru tapi khawatir dengan efeknya bagi kesehatan pencernaanmu? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala keracunan makanan seperti mual, muntah parah, kram perut, atau lemas setelah mengonsumsi masakan yang kurang matang, segera hentikan konsumsi. Apabila gejala tidak membaik dalam 24 jam atau disertai dehidrasi, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Referensi

  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan Lokal.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Natural Toxins in Food.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Nutrition and Healthy Eating: Understanding Plant Toxins and Preparation.
  • Journal of Clinical Nutrition and Food Toxicology. Diakses pada 2024. The Degradation of Ptaquiloside in Edible Ferns Through Traditional Cooking Methods (2026 Edition).

FAQ

  • Apakah pakis hutan bisa dimakan mentah sebagai lalapan?
    Tidak. Pakis hutan sama sekali tidak boleh dimakan mentah karena mengandung senyawa ptaquiloside dan enzim thiaminase yang beracun serta dapat mengganggu penyerapan vitamin dalam tubuh.
  • Kenapa sayur pakis yang saya masak terasa pahit?
    Rasa pahit muncul dari getah alami di dalam batang pakis. Jika pakis tidak direbus dengan air garam terlebih dahulu dan air rebusannya tidak dibuang, getah tersebut akan tertinggal dan menyebabkan rasa pahit pada masakan.
  • Apakah air rebusan pakis aman digunakan untuk kaldu?
    Sangat tidak dianjurkan. Air rebusan pertama mengandung racun dan getah pahit yang keluar dari pakis selama proses perebusan. Air tersebut harus dibuang.
  • Bolehkah ibu hamil mengonsumsi pakis hutan?
    Boleh, asalkan pakis hutan dicuci dengan sangat bersih dan dimasak hingga benar-benar matang sempurna. Sayuran ini kaya akan zat besi yang sebenarnya baik untuk mencegah anemia selama kehamilan.