• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Memotivasi Anak yang Gagal Lolos Zonasi

Cara Memotivasi Anak yang Gagal Lolos Zonasi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 dengan menggunakan jalur zonasi di Jakarta sudah dimulai sejak kemarin (25/6/2020). Setiap anak yang akan memasuki jenjang pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA, tentunya berharap dapat lolos seleksi dan diterima di sekolah impian. 

Namun, bagaimana bila ternyata anak gagal lolos zonasi? Simak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memotivasi anak yang mengalami kegagalan agar dapat tetap semangat dan terus berjuang di sini. 

Perlu diketahui dulu sebelumnya bahwa sistem zonasi adalah sistem pengaturan proses penerimaan siswa baru berdasarkan zona tempat tinggal. Sistem tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 dengan tujuan agar tidak ada sekolah-sekolah yang dianggap sekolah favorit dan non-favorit. PPDB tahun 2020 dapat diikuti oleh calon siswa yang akan masuk jenjang pendidikan TK, SD, SMP, serta SMA/SMK.

Demi dapat melanjutkan pendidikan di sekolah terbaik, seorang anak dapat berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan akademisnya, sehingga dapat lolos penerimaan siswa baru jalur prestasi. Namun, meskipun sudah mempersiapkan diri dengan baik, kemungkinan untuk gagal tetap ada. Beberapa anak dapat menerima kegagalan dengan lapang dada, tetapi bebearap anak yang lain mungkin akan merasa sangat kecewa dan kehilangan semangat saat menghadapi kegagalan.

Baca juga: Pentingkah Menekankan Anak untuk Berprestasi Sejak Usia Dini?

Sebagai orangtua, ibu dapat tetap memberi dukungan pada anak dan meningkatkan semangatnya agar ia dapat bangkit kembali dari kegagalan. Berikut ini cara-caranya:

  • Ajak Anak Berbicara Secara Terbuka

Anak-anak yang gagal dalam ujian biasanya sulit untuk membuka diri dan berbicara dengan orangtua mereka. Mereka merasa malu dan tidak yakin pada diri mereka sendiri, yang membuat mereka menarik diri dan enggan berbicara. Karena itu, lakukanlah inisiatif untuk memulai percakapan dengan anak ibu.

Namun, jangan gunakan kesempatan ini untuk mempermalukan atau menyalahkannya. Alih-alih, gunakanlah kesempatan itu untuk bertanya apa yang bisa ibu lakukan untuk membantunya, dan motivasi ia untuk menjadikan kegagalan sebagai pengalaman belajar. 

  • Tawarkan Dukungan Ibu

Meskipun tidak semua anak mau mengakuinya, terutama anak remaja, tetapi nyatanya setiap anak butuh dukungan dari orangtuanya, khususnya ketika sedang mengalami kegagalan. Namun, ingatlah bahwa mendukung anak bukan berarti mengatakan padanya untuk melupakan kegagalannya begitu saja seolah-olah pengalaman tersebut tidak penting. Mendukung anak berarti meyakinkan ia bahwa ibu akan selalu ada untuk membantunya mengidentifikasi penyebab kegagalan dan mendukungnya untuk mencoba lagi. 

  • Cegah Anak dari Depresi

Sebagian besar anak ingin membahagiakan orang tua mereka. Itulah mengapa ketika gagal dalam ujian, mereka akan merasa bersalah karena telah mengecewakan orangtuanya. Reaksi yang berlebihan terhadap kegagalan dapat membuat anak menjadi depresi. Jadi, cegah anak dari merespon kegagalan secara berlebihan. Beritahu anak bahwa gagal lolos zonasi bukan berarti dunia runtuh, dan bahwa dengan perencanaan dan persiapan yang lebih baik, ia dapat berhasil di lain waktu.

  • Atur Kembali Harapan Ibu

Sebagian besar orangtua, secara sadar atau tanpa sadar, biasanya memberi tahu anak apa yang mereka harapkan darinya. Namun, bagi anak, berusaha memenuhi harapan orangtua yang kadang-kadang mungkin tidak realistis dapat menjadi beban tersendiri. Bila anak gagal lolos zonasi, mungkin sekaranglah saatnya untuk mengatur kembali ekspektasi ibu darinya di bidang akademis. Duduklah bersama anak dan beritahu ekspektasi ibu yang sudah disesuaikan dengan kemampuan anak. Hal ini akan menghilangkan tekanan yang mungkin selama ini dirasakan anak dan memotivasi ia untuk mencoba lagi.

  • Buat Rencana

Anak tidak mungkin gagal tanpa alasan. Karena itu, duduklah bersama anak untuk menganalisis kekurangannya dan merencanakan tindakan untuk meningkatkannya di masa depan. Bila perlu, buatlah perencanaan terperinci yang bisa dilakukan anak untuk mencapai kesuksesan. Ibu juga bisa meminta bantuan guru untuk melakukan hal ini.

Baca juga: Cara Menghadapi Kekecewaan dalam Hidup

Itulah cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memotivasi anak yang gagal lolos zonasi. Bila ibu ingin berdiskusi tentang cara mengasuh atau mendidik anak, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter atau psikolog melalui Video/Voice Call dan Chat, untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa harus keluar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Parent Circle. Diakses pada 2020. How to Encourage Your Child After He Has Failed in the Exams.