Ad Placeholder Image

Cara Mengatasi Efek Jetlag Usai Bepergian

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Jetlag bisa diatasi dengan tidur teratur, konsumsi makanan sehat, serta hindari alkohol dan kafein.

Cara Mengatasi Efek Jetlag Usai BepergianCara Mengatasi Efek Jetlag Usai Bepergian

DAFTAR ISI


Bepergian lintas negara atau benua sering kali menjadi pengalaman yang menyenangkan, baik untuk urusan bisnis maupun liburan. Namun, perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu sering kali menyisakan rasa lelah yang luar biasa, pusing, dan gangguan tidur. Kondisi inilah yang secara medis dikenal sebagai jet lag.

Memahami jet lag artinya lebih dari sekadar rasa kantuk di jam yang salah. Ini adalah gangguan ritme sirkadian tubuh yang terjadi karena jam biologis internal kita tidak selaras dengan waktu lokal di tempat tujuan. Jika tidak ditangani dengan tepat, jet lag dapat menurunkan produktivitas dan mengganggu kesehatan fisik maupun mental selama beberapa hari pertama di tempat tujuan.

Penting bagi setiap pelancong untuk mengetahui cara mengelola kondisi ini agar tubuh dapat beradaptasi lebih cepat. Dengan penanganan yang tepat, kamu bisa segera menikmati perjalanan tanpa terhambat oleh rasa lelah yang berlebihan. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah memastikan kondisi fisik tetap prima dan bila perlu, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan vitamin atau suplemen pendukung selama perjalanan.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai kondisi ini dan cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Jet Lag?

Secara sederhana, jet lag adalah gangguan tidur sementara yang memengaruhi orang-orang yang melakukan perjalanan cepat melintasi beberapa zona waktu. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut juga sebagai desynchronosis atau ritme sirkadian yang tidak sinkron. Tubuh manusia memiliki jam internal yang mengatur kapan waktunya bangun dan tidur dalam siklus 24 jam.

Ketika kamu berpindah zona waktu dengan sangat cepat (biasanya menggunakan pesawat terbang), jam internal tubuh tetap berada pada waktu asal, sementara lingkungan sekitar sudah berada pada waktu yang berbeda. Misalnya, jika kamu terbang dari Jakarta ke New York, tubuhmu mungkin merasa ini adalah waktu tengah malam yang seharusnya digunakan untuk tidur, padahal di New York hari sudah siang dan aktivitas baru dimulai.

Penyebab dan Mekanisme Biologis

Penyebab utama dari jet lag adalah terganggunya ritme sirkadian. Ritme ini diatur oleh bagian kecil di otak yang disebut hipotalamus, khususnya nukleus suprakiasmatik (SCN). SCN merespons sinyal cahaya dari mata untuk menentukan siang dan malam. Ketika cahaya berkurang, otak akan memerintahkan kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin, hormon yang memicu rasa kantuk.

Saat bepergian jauh, sinyal cahaya yang diterima mata tidak sesuai dengan jadwal produksi melatonin yang sudah terbentuk di tempat asal. Hal ini menyebabkan tubuh bingung: hormon tidur diproduksi saat matahari masih terik, atau sebaliknya, tubuh merasa waspada sepenuhnya saat orang lain di sekitarmu sudah tertidur lelap.

Gejala Jet Lag yang Sering Muncul

Gejala jet lag biasanya muncul dalam satu atau dua hari setelah perjalanan dan dapat bervariasi tingkat keparahannya pada setiap orang. Berikut adalah beberapa gejala yang paling umum:

  • Gangguan Tidur: Kesulitan untuk memulai tidur di malam hari (insomnia) atau terbangun terlalu awal dan tidak bisa tidur kembali.
  • Kelelahan di Siang Hari: Rasa kantuk yang luar biasa dan lemas saat jam aktif.
  • Gangguan Kognitif: Kesulitan berkonsentrasi, penurunan daya ingat jangka pendek, dan rasa bingung.
  • Masalah Pencernaan: Perut kembung, sembelit, atau diare karena jadwal makan yang berubah drastis.
  • Perubahan Mood: Menjadi lebih mudah marah, cemas, atau merasa tertekan.
  • Malaise: Perasaan tidak enak badan secara umum tanpa penyebab yang spesifik.

Faktor yang Memperparah Kondisi

Ada beberapa faktor yang menentukan seberapa parah jet lag yang akan kamu alami:

  1. Jumlah Zona Waktu yang Dilewati: Semakin banyak zona waktu yang kamu lalui, semakin lama tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
  2. Arah Perjalanan: Bepergian ke arah timur biasanya dianggap lebih berat daripada ke arah barat. Hal ini karena bepergian ke timur “memperpendek” hari, sehingga tubuh dipaksa tidur lebih cepat dari biasanya, yang secara biologis lebih sulit dilakukan.
  3. Usia: Orang dewasa yang lebih tua mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan ritme sirkadian mereka dibandingkan dengan orang yang lebih muda.
  4. Kualitas Tidur di Pesawat: Kurang tidur selama penerbangan dapat memperburuk gejala kelelahan saat tiba.
Tips Mengurangi Dampak Jet Lag
  1. Atur jadwal tidur secara bertahap beberapa hari sebelum berangkat.
  2. Tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup selama penerbangan.
  3. Hindari konsumsi kafein dan alkohol saat di pesawat karena dapat mengganggu kualitas tidur.

Cara Mengatasi Jet Lag dengan Efektif

Meskipun tidak ada cara instan untuk menghilangkan jet lag sepenuhnya, ada beberapa strategi yang bisa mempercepat proses adaptasi tubuh:

1. Paparan Cahaya Matahari

Cahaya adalah pengatur ritme sirkadian yang paling kuat. Jika kamu bepergian ke timur, carilah cahaya matahari di pagi hari untuk membantu “memajukan” jam biologismu. Sebaliknya, jika ke arah barat, paparan cahaya di sore hari akan membantu tubuh tetap terjaga lebih lama.

2. Adaptasi Jadwal Lokal

Segera setelah mendarat, cobalah untuk langsung mengikuti jadwal waktu setempat. Jangan tidur siang yang terlalu lama jika kamu tiba di pagi hari. Usahakan untuk tetap terjaga hingga waktu tidur malam normal di lokasi tersebut.

3. Penggunaan Suplemen

Beberapa orang menggunakan suplemen melatonin untuk membantu memberikan sinyal pada tubuh bahwa waktu tidur telah tiba. Namun, penggunaan suplemen harus dilakukan dengan hati-hati. Jika gejalanya menetap dan mengganggu, ada baiknya melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jet lag biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu satu minggu. Namun, jika kamu sering melakukan perjalanan jauh (frequent flyer) dan mengalami insomnia kronis, gangguan kecemasan, atau masalah kesehatan yang diperparah oleh kurang tidur, segera temui dokter. Dokter mungkin akan memberikan terapi cahaya (light therapy) atau bantuan medis lainnya yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Studi Mengenai Jet Lag

The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ritme sirkadian manusia sangat bergantung pada sinkronisasi antara SCN dan cahaya lingkungan. Kegagalan dalam sinkronisasi ini tidak hanya menyebabkan jet lag tetapi juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh dalam jangka panjang jika terjadi secara berulang.

Studi lain menunjukkan bahwa pemberian melatonin dengan dosis rendah yang tepat waktu dapat mengurangi gejala jet lag hingga 50% pada pelancong yang melewati lebih dari lima zona waktu. Hal ini mempertegas pentingnya manajemen hormonal dalam mengatasi gangguan tidur akibat perjalanan jauh.

Kondisi jet lag memang tidak menyenangkan, namun dengan persiapan yang matang dan pemahaman tentang cara kerja tubuh, kamu bisa meminimalisir dampaknya. Jangan biarkan rasa lelah merusak momen berhargamu di tempat tujuan.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung perjalanan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Jet Lag Disorder.
Sleep Foundation. Diakses pada 2026. What Is Jet Lag?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Jet Lag: Symptoms & Treatment.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Jet Lag — the Basics.
NHS UK. Diakses pada 2026. Jet Lag.

FAQ

1. Apa jet lag artinya bagi tubuh manusia?

Artinya tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan antara jam biologis internal dengan waktu eksternal di lingkungan baru akibat perjalanan cepat melintasi zona waktu.

2. Berapa lama jet lag biasanya berlangsung?

Biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu, tergantung pada jumlah zona waktu yang dilewati dan arah perjalanan.

3. Mengapa terbang ke timur lebih menyebabkan jet lag daripada ke barat?

Karena terbang ke timur memaksa tubuh untuk “memajukan” waktu tidur (hari menjadi lebih pendek), yang secara biologis lebih sulit diadaptasi dibandingkan “memundurkan” waktu tidur.

4. Apakah minum banyak air bisa membantu jet lag?

Ya, hidrasi yang cukup membantu mencegah dehidrasi akibat udara kering di kabin pesawat, yang seringkali memperburuk gejala kelelahan dan pusing saat jet lag.


## Jet Lag Mengganggu Aktivitasmu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah perjalanan jauh, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.