• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengatasi Keputihan Bau Amis

Begini Cara Mengatasi Keputihan Bau Amis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Vagina memiliki bau ataupun aroma yang berbeda-beda. Bau vagina yang tidak biasa bisa terjadi dari waktu ke waktu. Bahkan, ketika kamu merawat tubuh dan vagina dengan baik, bisa jadi vaginamu beraroma lebih kuat dibanding sebelumnya. 

Aroma khas vagina yang sehat dapat digambarkan seperti “musky". Siklus menstruasi dapat menyebabkan sedikit aroma "logam" selama beberapa hari. Hubungan intim juga dapat mengubah bau vagina sementara. Lantas, bagaimana cara mengatasi keputihan berbau amis? Berikut pembahasannya!

Vagina Bisa Membersihkan Sendiri

Vagina dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami. Secara alami vagina dapat mempertahankan pH yang sehat dan menjaga bakteri yang tidak sehat tetap berada di luar. Namun, jika kamu menyadari ada perbedaan yang tajam dalam aroma vaginamu, maka mungkin kamu mengalami masalah kesehatan tertentu. 

Baca juga: Inilah 3 Infeksi Miss V saat Hamil

Bau yang kuat, gatal dan iritasi, serta keluarnya cairan yang tidak biasa adalah tanda-tanda tidak normal pada vagina. Berikut ini rekomendasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau tak sedap akibat keputihan.

  1. Membersihkan Diri dengan Baik dan Benar 

Caranya? Bersihkan area di antara kedua kaki dengan baik. Handuk lembut akan membantu membersihkan kulit mati, keringat, dan kotoran. Kamu juga bisa menggunakan sabun lembut di bagian luar vagina.

Di dalam labia sendiri merupakan area yang jauh lebih sensitif, dan sabun sering memicu iritasi. Membiarkan air mengalir di area tersebut seringkali cukup untuk menjaga labia di sekitar vagina tetap bersih. Vagina sendiri tidak perlu dibersihkan.

  1. Jangan Gunakan Sabun Wangi atau Pencuci Badan

Aroma dan bahan kimia dapat mengganggu pH alami vagina. Sabun batangan bayi mungkin lebih lembut, tetapi air hangat saja sudah cukup.

  1. Jangan Masukkan Pewangi ke Area Vagina 

Jika ingin menggunakan semprotan atau parfum, gunakan saja di bagian luar labia, bukan di dekat vagina. Memasukkan pewangi akan mengganggu sistem kimia alami tubuh dan mengakibatkan masalah yang lebih krusial.

Baca juga: Inilah Arti Cairan Miss V yang Perlu Diketahui

  1. Ganti Pakaian Rutin Berbahan Lembut

Jika biasanya hanya mengenakan celana satin, sutra, atau polyester, beralihlah ke katun 100 persen. Kapas mudah bernapas dan sangat membantu menghilangkan keringat dan cairan dari tubuh. Kelembapan yang berlebihan dapat mengganggu tingkat bakteri alami sehingga mengakibatkan infeksi.

  1. Pertimbangkan Produk pH

Produk tanpa resep (OTC) dapat membantu mengembalikan pH alami vagina. Jika setelah mencobanya dan baunya tetap atau semakin memburuk, buatlah janji dengan dokter. Bisa jadi kamu membutuhkan produk yang berbeda, atau mungkin perlu ke dokter untuk infeksi yang dapat diobati.

Informasi lebih lengkap mengenai mengatasi masalah keputihan bisa kamu tanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

  1. Minyak Atsiri

Perawatan minyak atsiri memiliki sedikit penelitian medis untuk mendukungnya. Beberapa minyak esensial memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan bakteri.

Namun, jangan pernah mengoleskan minyak esensial langsung ke kulit tanpa mengencerkannya terlebih dahulu dalam minyak penetralnya. Kamu mungkin menemukan krim OTC yang mengandung minyak atsiri didalamnya, tetapi hanya bisa menggunakannya jika ada rekomendasi untuk digunakan di area genital.

  1. Rendam dalam Cuka

Mandi air panas yang sering dan mandi air panas dapat mengganggu pH alami vagina, tetapi lain halnya jika kamu merendam diri dalam air hangat yang dicampur dengan dua cangkir cuka apel. Rendam diri selama kurun 20 menit, cuka secara alami dapat mengurangi pertumbuhan bakteri.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. 7 Tips When Dealing with Vaginal Odor.
Leukorrhea. Diakses pada 2020. Leukorrhea.