Inilah Arti Cairan Miss V yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Arti Cairan Miss V yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Pada wanita, keluarnya cairan dari vagina atau yang disebut keputihan adalah hal biasa. Keputihan timbul sebelum wanita mengalami menstruasi atau setelahnya. Tidak sedikit wanita yang khawatir terhadap kondisi keputihan ini.

Baca juga: Waspada, Ini Tanda Keputihan yang Tidak Normal

Sebenarnya, vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Caranya dengan mengeluarkan cairan yang sering disebut keputihan. Meski normal terjadi, tetapi keputihan juga bisa menandakan kondisi serius apabila cairan yang dikeluarkan berwarna dan berbau.

Arti Cairan yang Dikeluarkan Miss V

Wanita penting untuk memerhatikan kesehatan vaginanya. Melansir dari Healthline, berikut arti cairan yang dikeluarkan vagina, dilihat dari warnanya:

1. Bening

Keputihan yang normal umumnya berwarna bening dan tidak berbau. Meski demikian, debit keputihan akan mengalami peningkatan setelah kamu melakukan berbagai aktivitas, misalnya olahraga dan berhubungan intim dengan pasangan. Jumlah kotoran yang dikeluarkan oleh vagina menyesuaikan dengan siklus menstruasi. Biasanya, keputihan lebih sedikit pascamenstruasi dan lebih banyak menjelang ovulasi.

Saat sedang dalam masa subur, kadar estrogen kamu mengalami peningkatan. Kondisi ini akan membuat keputihan yang keluar dari vagina lebih banyak dari biasanya. Bahkan, saat kamu mencoba menyentuhnya, cairan vagina umumnya memiliki tekstur kenyal.

2. Putih Susu

Cairan vagina yang berwarna putih susu termasuk dalam kategori normal dan akan sering terjadi sebelum kamu mengalami menstruasi. Meskipun begitu, kamu perlu waspada jika keputihan yang dialami disertai rasa gatal pada area vagina. Perhatikan pula kotoran yang ikut terbuang, kalau jumlahnya banyak, kamu perlu segera memeriksakannya ke dokter.

Kalau kamu berencana memeriksakan diri ke dokter, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca juga: Ketahui Manfaat Masturbasi untuk Wanita

3. Coklat atau Kemerahan

Sebelum haid, vagina akan mengeluarkan cairan yang berwarna kemerahan. Namun, kamu tidak perlu risau. Keluarnya keputihan berwarna merah muda ini bisa jadi karena meluruhnya lapisan endometrium pada rahim kamu. Keputihan ini menandakan bahwa sebentar lagi masa haid kamu akan tiba. Nah, kalau kamu mengalaminya jauh sebelum siklus haid tiba, tandanya kamu sedang hamil.

Sedangkan cairan vagina yang berwarna kecoklatan normalnya muncul di akhir siklus menstruasi. Warna coklat ini adalah sisa-sisa darah kotor yang telah lama menempel di dinding rahim.

4. Kuning Keju atau Kehijauan

Nah, jika cairan pada vagina berwarna kuning seperti warna keju, tandanya kamu perlu waspada. Warna kuning keju adalah tanda dari infeksi jamur. Kamu bisa menggunakan krim antijamur khusus daerah kewanitaan untuk mengatasinya. Sebelu menggunakannya, sebaiknya tanyakan kepada dokter Halodoc terlebih dahulu terkait dosis dan keamanannya. Namun, kalau obat tersebut tidak memberikan pengaruh apa pun, kamu harus segera berkunjung ke dokter.

Baca Juga: 4 Infeksi Miss V yang Perlu Diketahui Kaum Hawa

Sama seperti cairan vagina berwarna kuning, cairan yang berwarna hijau bisa menandakan adanya infeksi jamur trikomoniasis. Infeksi ini disertai dengan vairan yang tebaldan bau yang tidak sedap. Cairan yang berbau menyengat seperti bau amis pada ikan juga bisa menjadi tanda infeksi Bacterial Vaginosis (BV) akibat pertumbuhan bakteri secara berlebihan pada vagina.

Referensi:
Self. Diakses pada 2019. Ob/Gyns Explain That Stuff in Your Underwear at the End of the Day.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge.
Unity Point. Diakses pada 2019. 5 Types of Vaginal Discharge & What They Mean (Infographic).
Medical News Today. Diakses pada 2019. What do different types of vaginal discharge mean?.