• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mengatasi Rasa Khawatir Menjelang Waktu Persalinan

Cara Mengatasi Rasa Khawatir Menjelang Waktu Persalinan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Mengatasi Rasa Khawatir Menjelang Waktu Persalinan

Halodoc, Jakarta - Memasuki kehamilan trimester 3, perut sudah semakin besar karena janin telah terbentuk sempurna. Ibu pun mulai merasakan banyak ketidaknyamanan, seperti napas yang semakin tersengal, tubuh semakin mudah lelah, sakit punggung, hingga tidak bisa tidur. Tidak hanya itu, ibu juga mulai khawatir akan segala hal tentang persalinan.

Apakah melahirkan itu sakit? Bagaimana jika tidak bisa melahirkan secara normal? Bagaimana nantinya jika tanda-tandanya sudah dekat? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang mulai melintasi kepala, membuat ibu semakin cemas yang bisa berujung pada stres. Namun, sebenarnya tidak perlu khawatir, kok, bu. Coba saja beberapa tips mengatasi rasa khawatir jelang kelahiran sang buah hati berikut ini.

Selalu Dengarkan Tanda dari Tubuh dan Janin

Bu, percaya saja bahwa persalinan itu memiliki cara yang unik untuk setiap wanita hamil. Tubuh dan janin punya caranya sendiri, ibu hanya perlu mendengarkan tanda-tanda yang diberikan. Flek, kontraksi, hingga ketuban pecah menjadi alarm untuk ibu bersiap menuju fasilitas kesehatan. 

Baca juga: Menonton Video Persalinan Sebelum Melahirkan, Boleh atau Tidak?

Lakukan Relaksasi

Menjelang persalinan, pasti banyak hal yang ibu pikirkan dan cemaskan. Terlebih dengan banyaknya obrolan kanan-kiri tentang persalinan dan segala tetek-bengeknya. Jangan didengar dan diambil hati, nanti ibu makin stres sendiri. Sebaiknya, manfaatkan waktu dengan melakukan relaksasi sembari ibu menunggu kehadiran sang buah hati. 

Ibu bisa mengisi waktu dengan membersihkan rumah, memasak, mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa ketika persalinan, mendengarkan musik, beristirahat, atau menjalankan hobi yang ibu sukai selama tidak membahayakan kehamilan. Buat afirmasi positif bahwa Si Kecil telah tidak sabar untuk segera bertemu dengan ayah dan ibu, begitu pula dengan ibu yang sudah sangat ingin berjumpa dengannya.

Baca juga: Bisakah Tanda-Tanda Melahirkan Muncul Sebelum 38 Minggu?

Mengikuti Kelas Bersalin

Jika memang diperlukan, ibu juga bisa mengisi waktu dengan mengikuti kelas-kelas persalinan, kelas parenting, hingga perawatan bayi baru lahir. Bagi ibu baru, semua ini sangat penting, agar tidak salah dan membahayakan Si Kecil yang masih sangat rapuh. Ajak ayah untuk ikut kelas bersama ibu, sehingga pengasuhan anak bisa dilakukan bersama.

Pilih Tenaga Medis yang Tepercaya

Ini penting, karena ibu akan dibantu oleh mereka ketika melahirkan sang buah hati. Jadi, pastikan ibu memilih dokter dan rumah sakit atau klinik yang mendukung semua keputusan ibu ketika melahirkan. Ini akan membuat ibu nyaman dan rasa takut pun berkurang.

Ibu bisa melakukan tanya jawab dengan dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc. Saat ingin membuat janji untuk memeriksakan kondisi kehamilan di rumah sakit pun kini bisa dilakukan di aplikasi Halodoc. Jadi, ibu akan lebih mudah dan tidak perlu lagi menunggu lama ketika telah tiba jadwal kontrol.

Baca juga: Bumil Sebaiknya Perhatikan Tanda-Tanda Melahirkan Ini

Pahami Rasa Sakit

Bu, melahirkan memang proses yang panjang, dan sebagian besar wanita mengakui bahwa proses tersebut menyakitkan. Namun, ibu perlu memahami rasa sakit ini berbeda dengan rasa sakit ketika ibu terluka secara fisik. Ubahlah pemikiran ibu sekarang, bahwa rasa sakit yang ibu rasakan adalah cara untuk bisa bertemu dengan sang buah hati yang telah lama ibu nantikan kehadirannya. 

Dukungan dari keluarga dan pasangan sangat dibutuhkan agar ibu bisa melalui proses persalinan dengan baik dan minim trauma. Jadi, pastikan ayah juga sudah siap untuk menjadi pendamping yang siaga, ya!



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Calming Your Labor and Delivery Fears.
Verywellmind. Diakses pada 2020. Tokophobia: Fear of Childbirth and Pregnancy.
Parents. Diakses pada 2020. 10 Tips to Ease Your Fear of Childbirth.