Ad Placeholder Image

Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Lebih Optimal

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Cara meningkatkan metabolisme tubuh bisa dilakukan lewat pola makan dan gaya hidup sehat.

Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Lebih OptimalCara Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Lebih Optimal

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa berat badan mudah naik meski porsi makan sudah dikurangi, atau merasa cepat lelah padahal sudah cukup tidur? Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan laju metabolisme tubuh yang lambat. Secara sederhana, metabolisme adalah proses kimiawi di dalam tubuh yang bertugas mengubah makanan dan minuman yang kamu konsumsi menjadi energi. Energi ini sangat penting untuk mendukung segala fungsi vital tubuh, mulai dari bernapas, sirkulasi darah, perbaikan sel, hingga menjaga keseimbangan hormon.

Setiap orang memiliki laju metabolisme yang berbeda-beda. Kecepatan tubuh dalam membakar kalori saat sedang beristirahat disebut dengan Basal Metabolic Rate (BMR). Sayangnya, seiring bertambahnya usia, laju metabolisme secara alami akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya massa otot seiring bertambahnya usia serta perubahan hormon. Faktor genetika, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang buruk juga menjadi penyebab utama mengapa metabolisme seseorang bisa berjalan sangat lambat. Akibatnya, kalori yang tidak terbakar akan menumpuk menjadi lemak tubuh.

Kabar baiknya, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki dan mempercepat laju metabolisme ini. Selain memperbaiki gaya hidup seperti berolahraga secara rutin dan menjaga pola makan seimbang, asupan nutrisi mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga memegang peranan yang sangat krusial. Beberapa jenis vitamin, terutama vitamin B kompleks, omega-3, dan vitamin D, bertindak sebagai koenzim yang membantu tubuh membakar karbohidrat, lemak, dan protein dengan lebih efisien.

Jika kamu membutuhkan tambahan nutrisi yang praktis dan terjamin keasliannya, kamu bisa beli vitamin atau suplemen online di Halodoc. Di sana tersedia berbagai produk kesehatan yang dapat diantar langsung ke rumahmu. Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen dan vitamin yang bisa membantu cara meningkatkan metabolisme tubuh? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Suplemen dan Vitamin yang Ampuh

Kekurangan nutrisi tertentu dapat menghambat tubuh dalam memproduksi energi. Berikut adalah beberapa rekomendasi suplemen dan vitamin yang dapat membantu mengoptimalkan laju metabolisme tubuh kamu:

1. Enervon-C Multivitamin 30 Tablet

Enervon-C merupakan multivitamin yang mengandung kombinasi Vitamin C 500 mg, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12, Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat. Kandungan Vitamin B Kompleks dalam suplemen ini sangat penting dalam proses metabolisme energi. Vitamin B berperan sebagai kofaktor enzim yang secara aktif memecah karbohidrat, lemak, dan asam amino untuk diubah menjadi ATP (molekul energi tubuh).

Manfaat spesifik dari produk ini adalah membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus memastikan tubuh dapat menghasilkan energi yang optimal dari makanan yang dikonsumsi, sehingga kamu tidak mudah merasa lelah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mencegah ketidaknyamanan pada lambung.

Produk ini termasuk golongan obat bebas / suplemen. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C Multivitamin 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Nutrimax B Complex 30 Tablet

Nutrimax B Complex mengandung spektrum lengkap dari semua jenis Vitamin B, termasuk B1, B2, B3 (Niacin), B5, B6, B7 (Biotin), B9 (Asam Folat), dan B12, ditambah dengan inositol dan choline. Cara kerjanya berfokus langsung pada tingkat seluler. Niacin dan Riboflavin (B2) sangat vital dalam produksi enzim yang mengatur metabolisme oksidatif, sementara Biotin memfasilitasi metabolisme lemak dan protein.

Manfaat utama suplemen ini adalah membantu mempercepat metabolisme nutrisi menjadi energi, mengurangi kelelahan kronis, mendukung fungsi sistem saraf yang sehat, serta membantu proses pemulihan saat sakit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet per hari setelah makan.

Produk ini termasuk golongan suplemen makanan. Baca aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrimax B Complex 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Melambatnya Metabolisme
  1. Penuaan: Massa otot berkurang secara bertahap seiring usia, menurunkan BMR tubuh.
  2. Gaya hidup sedenter: Kurang bergerak membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori.
  3. Diet ekstrem: Memotong kalori terlalu drastis justru membuat tubuh masuk ke “mode kelaparan” dan memperlambat metabolisme.
  4. Kurang protein: Tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna protein dibanding lemak atau karbohidrat.

3. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Minyak ikan kaya akan asam lemak Omega-3, khususnya EPA dan DHA. Blackmores Odourless Fish Oil diformulasikan tanpa bau amis sehingga nyaman dikonsumsi. Omega-3 bekerja dengan cara mengurangi peradangan sistemik di dalam tubuh dan meningkatkan sensitivitas insulin. Ketika tubuh sensitif terhadap insulin, metabolisme karbohidrat dan lemak berjalan lebih efisien, bukan disimpan sebagai lemak perut.

Manfaat minyak ikan untuk metabolisme juga berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan produksi enzim pembakar lemak di dalam sel, serta menjaga kesehatan sistem kardiovaskular secara keseluruhan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 2 kapsul sehari setelah makan, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Anak 2-12 tahun: 1 kapsul sehari (bisa dicampurkan ke susu atau jus).

Produk ini termasuk golongan suplemen. Perhatikan peringatan bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Hemaviton Action 10 Kapsul

Hemaviton Action adalah kombinasi multivitamin, mineral (seperti Zinc dan Magnesium), serta ekstrak Ginseng. Ekstrak Ginseng telah lama dikenal sebagai adaptogen yang dapat meningkatkan stamina. Ginseng bekerja menstimulasi sistem saraf pusat dan membantu mengoptimalkan penggunaan oksigen oleh otot, yang secara tidak langsung meningkatkan laju metabolisme basal.

Kombinasi vitamin B, mineral, dan ginseng dalam produk ini sangat bermanfaat bagi pria maupun wanita dewasa yang memiliki aktivitas padat, membantu menjaga tubuh tetap bugar dan mempercepat pemecahan energi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul, diminum 1 kali sehari setelah makan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan tidak dianjurkan bagi penderita hipertensi berat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hemaviton Action 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

5. Prove D3 1000 IU 10 Tablet

Prove D3 mengandung Cholecalciferol atau Vitamin D3 sebesar 1000 IU. Banyak orang tidak menyadari bahwa defisiensi Vitamin D sangat erat kaitannya dengan risiko sindrom metabolik, resistensi insulin, dan penumpukan lemak berlebih. Vitamin D3 bekerja dengan reseptor di hampir seluruh sel tubuh, mengatur penyerapan kalsium yang juga penting untuk kontraksi otot dan metabolisme sel.

Mencukupi kebutuhan Vitamin D harian dapat membantu menstabilkan hormon, mendukung metabolisme lemak yang sehat, serta memperkuat kepadatan tulang agar kamu bisa melakukan aktivitas fisik secara maksimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, 1 kali sehari setelah makan. (Vitamin D larut dalam lemak, sehingga lebih baik diserap jika dikonsumsi dengan makanan berlemak baik).

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan atau konsultasikan dengan dokter jika memiliki gangguan ginjal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prove D3 1000 IU 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Selain mengonsumsi suplemen dan vitamin di atas, mengoptimalkan metabolisme harus disertai dengan perubahan gaya hidup yang sehat. Berikut adalah beberapa langkah esensialnya:

1. Latihan Kekuatan Otot (Angkat Beban)

Otot jauh lebih aktif secara metabolik dibandingkan jaringan lemak. Artinya, semakin banyak massa otot yang kamu miliki, semakin banyak kalori yang akan dibakar oleh tubuh setiap harinya, bahkan ketika kamu sedang duduk menonton televisi. Melakukan latihan beban 2-3 kali seminggu sangat dianjurkan.

2. Konsumsi Protein Berkualitas Tinggi

Mencerna makanan membutuhkan kalori, proses ini disebut Thermic Effect of Food (TEF). Protein menyebabkan peningkatan TEF paling besar. Tubuh membutuhkan sekitar 20-30% kalori dari protein hanya untuk mencerna protein itu sendiri, jauh lebih tinggi dibandingkan lemak (0-3%) atau karbohidrat (5-10%).

3. Minum Air Dingin yang Cukup

Orang yang minum cukup air secara konsisten dapat meningkatkan metabolisme sementaranya. Minum air dingin juga memaksa tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk menghangatkan air tersebut agar sesuai dengan suhu tubuh (termogenesis), yang pada akhirnya membakar ekstra kalori.

4. Pastikan Tidur Malam Berkualitas

Kurang tidur sangat merugikan metabolisme. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur rasa lapar (ghrelin) dan rasa kenyang (leptin), serta dapat meningkatkan resistensi insulin. Usahakan tidur 7-8 jam tanpa gangguan setiap malamnya.

Studi Mengenai Kaitan Nutrisi dan Metabolisme

The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hidrasi yang cukup dan konsumsi protein sangat memengaruhi laju pengeluaran energi saat istirahat (Resting Energy Expenditure).

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa minum 500 ml air putih dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30% pada orang dewasa yang sehat. Efek termogenik ini terjadi dalam waktu 10 menit setelah minum dan mencapai puncaknya pada 30-40 menit. Hal ini menegaskan bahwa langkah sekecil menjaga hidrasi dan nutrisi mikronutrien berdampak masif pada efisiensi tubuh.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu sudah menerapkan gaya hidup sehat namun metabolisme tetap terasa lambat (gejala seperti rambut rontok ekstrem, kulit kering, dan berat badan terus naik), ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada kelenjar tiroid. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala metabolisme lambat yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Metabolism and weight loss: How you burn calories.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Metabolism: What It Is, How It Works and Disorders.
PubMed Central. Diakses pada 2024. Water-induced thermogenesis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Gizi Seimbang.

FAQ

1. Apakah minum teh hijau bisa meningkatkan metabolisme tubuh?

Ya, teh hijau dan teh oolong mengandung kafein dan antioksidan bernama epigallocatechin gallate (EGCG) yang telah terbukti secara klinis dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak sementara.

2. Apakah metabolisme bisa menjadi terlalu cepat?

Bisa. Kondisi medis seperti hipertiroidisme menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon, sehingga metabolisme berjalan sangat cepat. Gejalanya meliputi detak jantung cepat, penurunan berat badan drastis, dan sering merasa cemas.

3. Apakah berpuasa justru memperlambat metabolisme?

Puasa jangka pendek atau Intermittent Fasting justru dapat meningkatkan laju metabolisme sedikit karena peningkatan hormon norepinefrin. Namun, pembatasan kalori yang sangat ekstrem dalam jangka waktu lama akan memicu respons perlindungan tubuh yang memperlambat metabolisme.

4. Bagaimana cara mengukur laju metabolisme basal (BMR)?

BMR dapat diukur secara medis menggunakan alat kalorimetri tidak langsung di fasilitas kesehatan. Namun, kamu juga bisa menggunakan rumus matematika seperti Persamaan Harris-Benedict yang menghitung BMR berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan.