
Cara Mudah Mengurus Sertifikat CPOTB Agar Produk Lolos BPOM
Panduan Praktis Mengurus Sertifikat CPOTB untuk Bisnis

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Herbal Bersertifikat CPOTB
- Tips Memilih Obat Tradisional yang Aman
- Kapan Harus ke Dokter?
- Ragu Memilih Obat Tradisional? Tanya ke HILDA Dulu!
- Studi Terkait
- FAQ
Meningkatnya tren gaya hidup sehat membuat banyak orang beralih ke pengobatan yang lebih alami, salah satunya adalah dengan menggunakan obat tradisional atau herbal. Namun, tahukah kamu bahwa “alami” tidak selalu berarti 100% aman jika proses produksinya tidak diawasi dengan baik? Di sinilah peran penting Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan setiap produk yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi. Salah satu syarat utama agar sebuah produk herbal bisa mendapatkan izin edar adalah dengan memenuhi standar produksi yang ketat.
Standar tersebut dikenal luas dengan istilah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik. Proses pembuatannya harus mencakup segala aspek, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan pabrik, hingga pengemasan akhir. Bagi pelaku usaha yang ingin produknya lolos BPOM, memenuhi standar cpotb adalah langkah mutlak yang tidak bisa ditawar. Untuk kamu sebagai konsumen, beli obat secara online di Halodoc memastikan bahwa produk tersebut 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman. Sertifikasi ini menjamin bahwa obat tradisional bebas dari kontaminasi bahan berbahaya seperti logam berat, bakteri pathogen, maupun bahan kimia obat (BKO).
Sebagai konsumen cerdas, kamu harus selalu memastikan bahwa obat tradisional yang kamu minum diproduksi oleh produsen yang telah tersertifikasi. Untuk memudahkan kamu dalam mencari produk yang aman, efektif, dan sudah teruji kualitasnya, berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat herbal pilihan yang diproduksi dengan standar tinggi dan tentunya sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM.
Rekomendasi Obat Herbal Bersertifikat CPOTB
1. Tolak Angin Cair 15 ml 5 Saset
Tolak Angin Cair merupakan Obat Herbal Terstandar (OHT) yang diformulasikan dari ekstrak bahan alami seperti adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan gejala masuk angin seperti mual, perut kembung, pusing, meriang, dan tenggorokan kering. Tolak Angin diproduksi di pabrik yang mematuhi standar pembuatan yang sangat ketat sehingga kualitas ekstraknya selalu konsisten. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 saset, dapat diminum langsung atau dicampur dengan setengah gelas air hangat, diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Tolak Angin Cair 15 ml 5 Saset di Toko Kesehatan Halodoc
2. Stimuno Forte 30 Kapsul
Stimuno Forte adalah produk Fitofarmaka yang menggunakan ekstrak meniran (Phyllanthus niruri) sebagai bahan aktif utamanya. Sebagai produk Fitofarmaka, Stimuno telah melalui uji klinis pada manusia dan terbukti secara medis mampu membantu memperbaiki serta meningkatkan sistem imun (kekebalan tubuh). Cara kerjanya adalah dengan merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem imun agar daya tahan tubuh bekerja lebih optimal. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 1 kapsul, diminum 1-3 kali sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Stimuno Forte 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Aman Mengonsumsi Obat Tradisional
- Selalu pastikan produk memiliki Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM dan tanggal kedaluwarsa yang masih jauh.
- Jangan tergiur dengan klaim “menyembuhkan segalanya” atau efek instan, karena obat tradisional umumnya bekerja secara bertahap (promotif dan preventif).
- Hentikan pemakaian jika muncul reaksi alergi, gatal-gatal, mual berlebih, atau sesak napas.
3. Mastin Ekstrak Kulit Manggis 60 Kapsul
Mastin Kapsul adalah suplemen herbal yang terbuat dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.). Kulit manggis sangat kaya akan Xanthone, yakni suatu senyawa antioksidan tingkat tinggi yang bekerja dengan menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan sel-sel tubuh secara keseluruhan. Ekstrak ini sangat baik untuk memelihara kesehatan tubuh sehari-hari serta membantu merawat kesehatan kulit dari dalam. Produk ini diproses di fasilitas tersertifikasi, sehingga kadar senyawa aktifnya terjamin keamanannya. Dosis umum yang direkomendasikan adalah 2 kapsul, diminum 2 kali sehari setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Mastin Ekstrak Kulit Manggis 60 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
4. Diapet 10 Kapsul
Diapet Kapsul merupakan produk jamu atau obat tradisional yang diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare, mencret, dan perut mulas. Obat ini mengandung kombinasi ekstrak daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit delima. Kandungan tanin yang terdapat pada daun jambu biji bekerja dengan cara menyerap racun dan bakteri di usus, serta memadatkan feses. Dosis awal untuk mengatasi diare pada orang dewasa adalah 2 kapsul sekaligus, dilanjutkan dengan 2 kapsul lagi setiap kali buang air besar (maksimal dosis menyesuaikan anjuran kemasan). Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Diapet 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Memilih Obat Tradisional yang Aman
Obat tradisional memang terbuat dari bahan-bahan yang ada di alam, namun pengolahannya harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Saat kamu membeli obat di pasaran, biasakan untuk menerapkan metode “Cek KLIK” (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa). Pastikan kemasan obat dalam kondisi tersegel rapi dan tidak rusak. Label harus memuat informasi lengkap mengenai komposisi bahan aktif, cara penyimpanan, peringatan efek samping, dan pabrik produsennya.
Selain itu, pahami bahwa obat tradisional di Indonesia dibagi menjadi tiga tingkatan berlogo khusus. Logo ranting daun hijau (Jamu) yang khasiatnya berdasarkan pengalaman turun-temurun. Logo tiga bintang hijau (Obat Herbal Terstandar atau OHT) yang bahan bakunya sudah distandardisasi dan diuji pra-klinis. Serta logo kristal salju hijau (Fitofarmaka) yang efektivitasnya setara dengan obat medis modern karena telah melewati uji klinis pada manusia. Memilih produk yang memiliki izin edar resmi memastikan kamu terhindar dari jamu oplosan atau jamu yang dicampur secara ilegal dengan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol atau steroid.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu sudah mengonsumsi obat tradisional namun gejala penyakit tidak membaik dalam 3 hari, atau justru muncul keluhan tambahan seperti mual hebat, muntah, sesak napas, hingga gatal-gatal ruam, segera hentikan pemakaian. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda ketidakcocokan obat atau perlunya penanganan medis. Jangan tunda, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Ragu Memilih Obat Tradisional? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan dan ingin mencoba pengobatan herbal, tapi bingung mulai dari mana atau takut salah pilih? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Terkait
Penelitian dari Journal of Ethnopharmacology yang terbit pada tahun 2026 mengevaluasi dampak penerapan standar produksi terhadap kualitas jamu di Asia Tenggara. Studi tersebut menemukan bahwa produsen obat herbal yang konsisten menerapkan pedoman setara dengan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik mengalami penurunan risiko kontaminasi logam berat (seperti timbal dan merkuri) dan mikrob patogen hingga 95%. Studi ini menegaskan bahwa regulasi dan standarisasi fasilitas produksi sangat krusial dalam menjaga kemanjuran fitokimia sekaligus mencegah toksisitas pada organ hati dan ginjal konsumen.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2024. Cek NIE Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO Traditional Medicine Strategy.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. The Importance of Good Manufacturing Practices in Herbal Medicines.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan standar pembuatan obat tradisional yang baik?
Ini adalah pedoman wajib dari BPOM yang harus diikuti oleh produsen obat herbal. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh proses produksi, dari bahan baku hingga produk jadi, higienis, terstandar, serta bebas dari kontaminasi zat berbahaya.
2. Apa perbedaan antara Jamu, OHT, dan Fitofarmaka?
Jamu adalah obat tradisional yang khasiatnya dibuktikan secara empiris (turun-temurun). OHT (Obat Herbal Terstandar) adalah jamu yang bahan bakunya sudah distandardisasi dan telah melalui uji pra-klinis pada hewan percobaan. Sedangkan Fitofarmaka adalah OHT yang telah teruji klinis langsung pada manusia dan terbukti efikasinya.
3. Mengapa tidak boleh sembarangan mengonsumsi jamu racikan tanpa izin edar?
Jamu tanpa izin edar resmi rentan dicampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal untuk memberikan efek sembuh yang instan. Penggunaan BKO tanpa dosis dokter sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan fatal pada organ tubuh seperti ginjal dan hati.
4. Apakah obat tradisional aman diminum bersamaan dengan obat resep dokter?
Tidak selalu. Beberapa senyawa herbal dapat berinteraksi dengan obat medis (seperti obat pengencer darah atau obat diabetes) yang bisa menurunkan efektivitas atau justru meningkatkan risiko efek samping. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggabungkan obat herbal dengan obat resep.







